
Langkah pertama yang diambil oleh Anthony adalah mandi agar tubuhnya harum dan segar. Dia segera masuk ke kamar mandinya yang berada di dalam kamar tidurnya. Dia membawa pakaian ganti dan handuk menuju dan menutup kamar mandinya setelah mengantung baju ganti dan handuknya dengan segera dia melepaskan semua pakaiannya sehingga saat ini dirinya tidak berhelai kain lalu Anthony menyalakan showernya dan mulai mandi sambil bersenandung pada saat dirinya melakukan ritual mandi.Terdengar suara gemericik air yang keluar dari shower membuat dirinya mulai menyabuni seluruh tubuhnya dengan sabun yang memiliki aroma maskulin.
Butuh waktu sekitar hampir tiga puluh lima menit dirinya melakukan ritual di sore ini. Setelah selesai dirinya mematikan shower dan mengelap sisa air mandinya yang masih tertinggal di badannya dengan handuk yang sudah dia siapkan setelah badannya kering dari air Anthony memakai baju gantinya dan keluar dari kamar mandinya. Dia mencari pembantu yang sudah dia serahkan kaus berkerahnya untuk disetrika. Dia mencarinya di ruangan yang dikhususkan untuk menyetrika baju-baju jika mereka akan berpergian. Ketika dirinya hendak keluar pelayan yang diserahkan kaosnya sudah muncul di depan pintu kamarnya dan hendak mengetuk pintu majikan kecil. Namun sebelum dirinya melakukannya majikan kecilnya sudah membuka pintu kamarnya dan menampilkan wajah terkejutnya.
“Mengapa tidak diketok dahulu, sih. Aku jadi terkejut karena mbak tiba-tiba muncul,” ungkap Anthony yang sedikit terkejut dan juga sedikit kesal karena malu akibat menampilkan mukanya yang pasti sudah kaget karena sikap pembantunya yang tidak mengetok terlebih dahulu.
“Ya ampun ini juga bukan salahku! Aku ya mana tahu jika majikan kecil sudah duluan membuka pintu kamarnya,” batin sang pembantu yang sebenarnya sudah kesal namun tidak bisa mengutarakan rasa kesalnya seperti majikan kecilnya.
Sementara itu bukannya minta maaf namun Anthony dengan sikap tidak sabaran meminta kaus berkerahnya yang sudah diberikan untuk disetrika kepada pembantu tersebut.
“Mana kaus berkerahnya, mbak? Aku sudah telat nih pergi ke lesku,” ungkap Anthony dengan tidak sabaran membuat pembantu mengelus dadanya untuk bersabar menghadapi majikan kecil yang memiliki sikap yang sedikit arogan dan mudah tidak sabaran.
“Ini kaus berkerahnya sudah saya seterika dengan rapi, Den,” ungkap pembantu tersebut sambil menyerahkan kaus berkerah yang sudah dirinya seterika dan lipat dengan rapi agar tidak kembali kusut.
__ADS_1
Anthony langsung mengambil dan menutup kembali pintu kamarnya tanpa mengucapkan kata “terima kasih” kepada pembantunya yang sudah meringankan bebannya agar lebih cepat bersiap-siap pergi ke tempat les yang sudah didaftarkan oleh kedua orang tuanya untuk dirinya. Sementara pembantunya sepeninggal majikan kecilnya yang sudah menutup kembali pintu kamarnya hanya bisa mengelus dada tanpa sepengetahuan majikan kecilnya.
“Sabar, yang sabar Pink. Kamu pasti bisa sabar menghadapi majikan kecil ini,” batin pembantu yang rupanya bernama Pinky. Pinky lantas meninggalkan pintu kamar Anthony dan kembali ke pekerjaannya yang sempat tertunda akibat menyetrika kausberkerah milik majikan kecilnya.
......****************......
Sementara di dalam kamar tidur Anthony.
Terlihat jelas jika saat ini Anthony sibuk merapikan penampilannya. Dia sibuk mendandani rambutnya agar terlihat tampan seperti drama-drama cina yang sedang hits di kalangan remaja di kota Medan yang merupakan salah satu kota metropolis dan maju di Indonesia.
Karena masih ragu akan model rambut yang diinginkannya membuat Anthony mencari handphonenya dan mencari model yang lagi populer di internet dan menemukan beberapa model yang menurutnya sangat cocok diaplikasikan di rambutnya. Dia juga mencari tutorial cara membuat model rambut yang disukai oleh remaja cewek setelah menemukan satu video yang menurutnya bisa diikuti membuat Anthony belajar untuk menata rambutnya mengikuti arahan yang sesuai dengan tutorial yang diajarkan di youtube tersebut. Butuh waktu sekitar empat puluh menit untuk bisa menata rambut semirip dengan model yang diinginkannya setelah melihat hasilnya dan puas dengan hasil kerja kerasnya membuat Anthony mengganti pakaiannya dengan perlahan agar tidak merusak tatanan rambutnya yang sudah dia tata dengan susah payah. Sentuhan terakhirnya dengan memberikan parfum yang sedikit soft namun tetap beraroma maskulin setelah siap dia memanggul tas yang khusus dibawa pada saat pergi lesnya. Dan tidak lupa dia membawa telepon genggamnya dan keluar dari kamarnya sesudah mematikan lampunya.
Anthony menuruni tangga dan diliati oleh beberapa asisten rumah tangga yang merasa keheranan dengan dandanan majikan kecilnya namun tidak berani berkomentar apa-apa. Saat ini Anthony sudah berada di ruang tamu dan menunggu sopirnya yang sedang menyiapkan mobil untuk mengantar ke tempat lesnya tersebut. Dia menunggu sambil membuka aplikasi chat untuk melihat jadwal sekolahnya untuk besok.
__ADS_1
Sementara itu ketika mobil sudah siap untuk dikemudi di jalan raya dan mengantar majikan kecilnya, sang sopir memanggil majikan kecil untuk bisa masuk ke dalam mobil tersebut. Sang sopir kemudian memasuki rumah mewah milik majikannya untuk mencari keberadaan majikan kecilnya. Dirinya melihat majikan kecilnya sudah berada di ruang tamu sembari menunggu dirinya. Dirinya lantas memanggil nama majikan kecilnya.
“Nak Anthony, mobil sudah siap. Mari kita berangkat,” panggil sopir supaya Anthony segera masuk dan dirinya bisa mengantar agar majikan kecilnya tidak datang terlambat ke les-les an.
Mendengar jika mobil sudah siap maka Anthony segera berdiri dan memegang handphone. Dia segera berjalan menuju sang sopir memanggil dirinya.
“Baiklah pak kalau begitu mari kita berangkat,” ajak Anthony setelah dia ke tempat sang sopir memanggil dirinya.
Mereka keluar bersama dari rumah mewah milik orang tua Anthony menuju luar pintu gerbang karena sang sopir sudah mengeluarkan mobil yang sudah siap dipakai untuk mengantarkan Anthony. Sang sopir membukakan pintu penumpang belakang untuk majikan kecilnya supaya majikan kecilnya bisa masuk ke dalam mobil. Anthony yang melihat pintu penumpang mobil sudah dibukakan langsung saja masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang yang berada di belakang kursi pengemudi. Setelah majikan kecilnya sudah masuk ke dalam mobil sang sopir menutup pintu penumpang belakang dan berjalan maju menuju pintu pengemudi yang berada di depan. Dia membuka dan masuk ke dalamnya dan menutup pintu kembali setelah memasang sabuk pengaman, sang sopir menyalakan mesin mobil dan langsung berangkat menuju tempat les majikan kecilnya yang sudah didaftarkan oleh kedua orang tuanya.
Sesampai di bangunan yang dicat berwarna kuning. Bangunan tersebut cukup besar karena khusus untuk les murid-murid sekolah. Orang tua Anthony telah mendaftarkan putra mereka ke salah satu les-les an yang terkenal di Indonesia. Setelah sampai di depan bangunan tersebut segera sang sopir memakirkan mobilnya ke daerah lahan kosong di samping kirinya bangunan tersebut setelah menurunkan majikan kecilnya. Sementara Anthony berjalan masuk memasuki dalam pagar rumah yang bercat kuning tersebut.
......ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ......
__ADS_1
Penasaran bagaimana reaksi para siswa dan siswi yang les di sana ketika melihat penampilan Anthony? Ditunggu ya updatenya.
Jangan lupa terus dukung Author dengan cara like setiap episode, beri bintang 5, vote, gif, share, subscribe dan comment-nya ya. Author tunggu dukungan kalian. Jangan lupa dengan kesehatan mina-san. Sangkyuu.