Masa Sekolah Yang Indah

Masa Sekolah Yang Indah
Anthony Ingin Mendekati Selena Kembali


__ADS_3

Seperti biasa Selen berangkat dan pulang menggunakan bus sekolah. Sesampai di halte bus, dirinya berjalan kaki menuju rumahnya karena sopir bus kali ini tidak mau mengantar siswa sampai ke rumah mereka dan menurunkan di halte bus yang paling dekat dengan arena perumahan rumah mereka.


“Eh Selena, kamu ada di sini,” ucap Anthony yang ada kesempatan untuk mendekatinya setelah melihat Selena turun dari bus.


“Iya, aku di sini, kamu juga?” tanya Selena penasaran karena dirinya melihat gaya Anthony seperti orang kaya tetapi tidak menanyakan karena itu bukan urusannya.


“Iya, memangnya mengapa? Aku seperti kamu kok,” sangkal Anthony yang ingin menyembunyikan identitas aslinya jika dirinya adalah anak orang cukup kaya dan terpengaruh di kota mereka tetapi tidak dipedulikan oleh Selena.


“Mana Staunlaus? Kok dia tidak bersamamu?” tanya Selena yang sepertinya lebih tertarik dengan diri sahabatnya.


Gadis yang memiliki hobi cosplay tersebut diam-diam mendengar pembicaraan dari pemuda dan Selena sehingga bisa mengetahui siapa nama gadis tersebut. Rupanya dia namanya Selena, sangat cocok untuk wajah imut dan menggemaskannya dan mengapa dia bisa mengenal dua cowok populer di sekolahku khususnya di angkatanku? Batin gadis tersebut yang rupanya hanya mengetahui Anthony dan satu sekolah dengan dua pria populer.


Namun percakapan terhenti karena Mio hendak mengajak Selen pulang karena Mio hendak jalan kaki tetapi tidak berani jika hanya seorang diri saja dan kebanyakan mereka ada yang langsung memesan tumpangan daring setelah turun dari halte bus atau menelepon orang tua mereka supaya bisa dijemput di halte bus setelah mereka diturunkan oleh sopir bus tersebut.


“Selena, kamu mau pulang dengan jalan kaki kah?” tanya Mio tiba-tiba muncul hendak mengajak Selen untuk jalan kaki bersama sementara Selen yang memberi tahu kepada ibunya jika dirinya menunggu di halte bus.


“Hmm,” ucap Selena yang memikirkan apakah menerima penawaran Mio atau tidak menerima penawaran tersebut. “Ibu sepertinya masih repot dan tidak baik jika mengganggu kerja ibu hanya menyuruh menjemputku dan baiklah aku akan menerima tawaran dari Mio,” batin Selena yang mengetahui jika ibunya masih belum di rumah karena biasanya belum tiba di rumah karena pekerjaannya apalagi jika di hari Jumatkarena Selena pulang cukup cepat.


“Aku mau pulang, apakah kamu mau menemaniku?” tanya Selena dengan nada harap meski dia tidak mengetahui arahan rumah Mio apakah searah atau tidak tetapi masih bisa berjalan kaki bersama untuk membangun hubungan pertemanan meski berbeda sekolah.

__ADS_1


”Hey, kalian mau ikut pulang dengan berjalan kaki ya? Apakah aku boleh ikut bergabung?” tanya gadis itu yang sepertinya tidak ingin kehilangan gadis imut yang sudah ketahui namanya sehingga ingin menjalin persahabatan dengan gadis tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Anthony yang mendengar jika Selena ingin jalan kaki menuju rumahnya langsung saja menelepon sopir pribadinya agar bisa memberi tumpangan kepada Selena sekalian untuk melihat rumah Selena secara langsung walau dirinya mendapatkan penyelidikan dari sekretaris ayahnya.


----Flashback on----


Pada saat pagi-pagi, dirinya yang berada di sekolah langsung mendapatkan kiriman berkas dari sekretaris daddy-nya untuk kemarin dia mintakan kepada sekretaris daddy-nya yang andal dan cekatan.


Notif email masuk membuat Anthony membuka kiriman tersebut dan membaca berkas tersebut sembari akhirnya mengetahui segala mengenai tentang Selena. “Menarik, kepintaran Selena di atas rata-rata aku dengan Staunlaus, Staunlaus tidak boleh mengetahui mengenai Selena karena sepertinya dia mempunyai ikatan dan perasaan dengan Selena,” batin Anthony yang tidak ingin jika Selena sampai memilih Staunlaus padahal dari segi populer dan kekayaan memang Anthony nomor satu.


----Flashback Off----


“Pak, siapkan aku mobil karena aku menunggu di halte bus karena sopir bus menurunkan kami,” ucap Anthony di balik panggilan teleponnya serta sudah menggirimkannya letak dirinya berada melalui GPS kepada sopir pribadinya untuk segera menjemputnya karena juga ingin mengantar Selena, gadis yang berhasil mencuri hatinya.


“Baiklah, Bapak akan menuju ke tempatnya nak Anthony,” ucap sopir pribadinya di balik panggilan tersebut lalu memutuskan panggilan yang dibuat oleh Anthony setelah Anthony mengangguk mengerti. Sembari dirinya menunggu kedatangan sopirnya, Anthony kemudia menghampiri segerombolan gadis-gadis tersebut sembari menawarkan tumpangan kepada mereka karena di dalam gerombolan tersebut ada Selena.


“Selena dan yang lainnya, apakah kalian mau menumpang di dalam mobilku? Kebetulan aku menunggu jemputanku,” tawar Anthony yang langsung ditolak dengan tegas oleh Selena karena Selena tidak ingin lebih akrab dengan pria tampan dan berwajah mudah diajak bergaul.

__ADS_1


“Tidak, aku tidak menumpang di mobilmu karena sepertinya kita tidak searah,” ucap Selena sembari melihat telepon genggamnya yang melihat apakah ibunya mengkirimnya pesan atau tidak sehingga dia bisa kembali memutuskan tawaran dari kedua teman barunya.


“Eh, mengapa kamu menawarkan kami tumpangan? Kita tidak seberapa akrab,” ucap Mio yang curiga sehingga juga menolak tawaran tersebut.


Jika Selena dan Mio menolak tawaran Anthony karena mereka tidak mengenal sosok Anthony secara dekat berbeda dengan gadis tersebut yang mengetahui rencana Anthony sesungguhnya dan langsung saja menghardik pria yang memiliki hobi tebar pesona kepada teman-teman wanitanya.


“Sepertinya dia memiliki alasan di balik tawarannya yang antara mendekati Selena atau mendekati gadis yang sedikit culun namun cantik dan aku harus melindungi Selena yang polos dan menggemaskan dari pria playboy seperti Anthony,” batin gadis tersebut yang sembari menganalisa dan memutuskan untuk juga ikut menolak tawaran tersebut walau sudah mengenal Anthony karena mereka satu kelas.


“Hey, kamu jangan ajak-ajak kami, aku tahu kamu hendak bermain trik basimu kan, ayo Selena dan kamu, kita pergi meninggalkan cowok tidak jelas,” ucap gadis tersebut yang dengan gerakan cepat tetapi tidak disadari oleh kedua gadis tersebut yaitu gadis tersebut sudah menggandeng tangan Selena dan Mio lalu mengajaknya pergi meninggalkan Anthony yang saat itu seorang diri karena halte tersebut sudah sepi tinggal mereka berempat saja.


Anthony yang melihat jika ketiga gadis tersebut sudah sedikit menjauh darinya langsung saja dia cegah karena tidak ingin dihancurkan oleh teman sekelasnya. “Hey, sepertinya kalian bertiga salah paham, aku tidak ada niat satu pun dan aku memang ikhlasmenawarkan tumpangan kepada kalian bertiga,” ucap Anthony yang langsung saja berteriak membuat gadis yang sekaligus teman sekelasnya menatap tajam serta berkata galak kepadanya.


“Mana aku percaya, aku percaya kepada hantu jika kau yang mengatakan kepada kami,” ucap gadis tersebut sembari berkata kepada kedua teman barunya.


“Hiraukan saja dia, dia memang seperti itu jika bertemu dengan gadis cantik, memang tidak waras,” ucap gadis tersebut mmebuat Selena mengangguk menggemaskan.


“Baik, baik kalau menurutmu seperti itu,” ucap Selena dengan menggemaskan membuat Mio dan gadis itu hanya bisa menatap gemas terhadapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung Author dengan cara like setiap episode, beri bintang 5, vote, gif, share, subscribe dan comment-nya ya. Author tunggu dukungan kalian karena sangat penting dalam kenaikan level Author. Jangan lupa dengan kesehatan mina-san dan semoga selalu sehat dalam melakukan aktivitas mina-san apa pun. Sangkyuu.


__ADS_2