Masa Sekolah Yang Indah

Masa Sekolah Yang Indah
Kelas X Berkebun


__ADS_3

“Untuk acara selanjutnya adalah berkebun nanti kami, para OSIS akan memandu kalian dan juga karyawan akan membantu kalian untuk berkebun sehingga kalian mengerti bagaimana caranya berkebun,” ucap wakil ketua OSIS yang sudah di taman tersebut yang berbicara dengan toak agar seluruh siswa kelas X mendengar meski jarak mereka cukup jauh dan juga dalam jumlah yang banyak.


Murid-murid kelas X menjadi penasaran karena mereka tidak mempunyai pengalaman berkebun kecuali beberapa orang termasuk Selen yang memang memiliki hobi berkebun.


“Apa!? Berkebun?” tanya siswa lain kepada salah satu teman yang paling dekat dengan dirinya begitu mendengar arahan kakak kelasnya mengenai berkebun.


“Iya, berkebun, memangnya ada apa?” tanya temannya tersebut yang penasaran karena reaksi unik dari anak tersebut.


“Aku paling malas kalau disuruh berkebun oleh mamaku,” ucap siswa tersebut dengan jujur karena dirinya memang paling malas berkebun meski itu hanya menemani mamanya dan memotong rumput-rupmput liar yang mengganggu pemandangan.


"Kau kira hanya kau saja yang malas dan tidak suka? Aku ya sama sepertimu, tidak suka,” ucap temannya tersebut membuat mereka bersorak sehingga tanpa sadar jika Albert beserta Celine berada di daerah mereka sehingga mereka berdua di datangin oleh kedua kakak OSIS yang dikenal tegas.


“Hey, kalian berdua, bukannya diam malah sibuk mengobrol sendiri,” ucap Celine sembari menghardik mereka berdua dengan wajah cantik dan tegasnya membuat kedua siswa ini sama-sama terpana akan kecantikan alami Celine yang terkesan jutek.


“Maafkan kami kak,” ucap mereka berdua karena melihat tatapan dingin dari Albert sehingga mereka berdua ketakutan.


“Ini tidak seru jika hanya dimaafkan saja iya kan, Albert,” ucap Celine yang memegang bahu Albert namun Albert tidak bergeming dan merespon tangan lentik Celine yang memegang bahunya dan malah dia maju sedikit agar dirinya tidak perlu repot memegang tangan Celine untuk melepaskan pegangannya di bahunya.


“Hmm, kamu benar,” ucap Albert cuek setelah posisi sekarang menjadi tidak dekat dan tangan Celine tidak lagi memegang bahu Albert. “Terserah kamu hukumannya, aku akan melaporkan ke ketua kita agar dia menyetujui idemu,” katanya lagi sembari pergi meninggalkan Celine dengan dua adik kelasnya yang sama-sama melongo ketika mengetahui sikap Albert yang luar biasa dinginnya.

__ADS_1


“Dasar kulkas 1000 pintu, sepertinya dia bakalan ditakdirkan untuk menjoblo selamanya,” decak Celine dengan kesal karena perlakuan Albert kepadanya benar-benar sangat dingin berbeda dari yang biasanya.


“Kakak suka sama kak Albert ya?” tanya salah satu adik kelas yang dia hardik karena mereka berdua melihat jika kakak tersebut sangat kesal jika tidak mendapatkan perhatian dari kak Albert membuat Celine yang mendengar ucapan mereka berdua langsung dengan galaknya memarahi mereka berdua.


“Kalian ini masih berani mengejek? Sudah tidak mendengarkan arahan dari kakak ketua OSIS dan sibuk sendiri sekarang malah menghina kakak OSIS?” tanya Celine dengan galaknya sembari menutup rasa malunya karena hampir ketahuan oleh kedua adik kelasnya yang menurutnya tengil membuat keduanya langsung terdiam karena tidak mau ditambah lagi hukumannya karena melihat Albert yang menyampaikan sesuatu kepada ketua OSIS melalui bisikan dan ketua OSIS tersebut langsung berjalan menghampiri mereka berdua


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai diberi mengenai cara berkebun para siswa dari seluruh kelas X disuruh bergabung dengan kelompoknya masing-masing yang sudah ditentukan oleh kakak OSIS mereka yang sudah dikirim ke melalui perwakilan kelas. 


Selena merasa senang karena mengetahui dirinya bisa sekelompok dengan Vanya, teman barunya dan mereka dipimpin oleh Albert untuk berkebun.


“Yeah berkebun, aku sudah menunggunya,” gumam Selena dengan semangat untuk berkebun karena memang hobinya khususnya selama dia liburan sekolah sehingga Albert yang di samping sisinya langsung mendengar gumaman gadis mungil tersebut yang terdengar sangat menggemaskan membuatnya menatapi Selen yang sibuk menggerakan tangan mungilnya kegirangan.


“Gila, mengapa aku di samping gadis itu selalu dibuat jantungku berdetak terus?” batin Albert kesal membuat Vanya yang melihat jika kak Albert menatap Selena dengan tatapan tajam lalu menyenggol pelan sikut gadis tersebut.


“Selen, kak Albert menatapmu tajam, kamu jangan bertingkah seperti itu, dia nanti menghukummu,” bisik Vanya yang langsung membuat Selena yang melirik diam-diam ke arah Albert dan benar saja Albert sedang menatapnya walau sebenarnya tidak setajam yang Vanya katakan namun mampu membuat gadis mungil dan menggemaskan itu diam dan tidak bertingkah lagi membuat Albert keheranan.


“Mengapa tiba-tiba dia diam? Apa gadis yang di sampingnya yang menyuruhnya diam? Ada bagusnya juga sih sehingga aku tidak jadi kehilangan fokus untuk memerintah teman-temannya,” batin Albert yang tidak mempedulikan mengapa Selena menjadi diam dan lanjut mengajak para siswa di kelompoknya untuk ikut dengannya.

__ADS_1


“Kalian ikut denganku yang merasa kelaminya pria dan wanita kalian bisa menunggu di sini,” ucap Albert dengan nada tegas dan dingin membuat siswa kelas X merasa sial satu kelompok dengannya namun tidak ada yang berani membantah sehingga hanya bisa pasrah dan mengikuti arah Albert berjalan.


Sepeninggal Albert dan teman-teman pria di kelompoknya mmebuat Vanya bernapas lega. “Untung dia tidak memarahimu, Selen, aku takut kau dihukum dengan keras,” ucap Vanya yang mencemaskan Selena.


“Aku juga, Van, untung saja kau memberi tahu aku, aku tidak tahu jika kak Albert sampai menghukumku,” ucap Selena dengan lemas karena tatapan tajam dan dingin dari Albert berikan kepadanya.


“Salahmu sendiri sih asyik sendiri, memangnya ada hal apa sih sampai membuatmu asyik sendiri?” goda Vanya yang sembari mencari informasi mengenai Selena.


Selena dengan polosnya menjawab dan tidak ada yang dia tutup-tutupi. “Tidak ada apa-apa, Van, aku hanya senang saja kalau kegiatan hari ini berkebun,” ucapnya sembari senang dan suaranya yang polos namun lugu membuat Vanya yang mendengar langsung saja terkejut.


“Kamu suka berkebun, Selen?” tanya Vanya untuk memastikan kembali dan diangguk senang yang menggemaskan oleh Selen.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Para murid kelas X di SMA Negeri 6, mereka sisa kegiatan MOS dilanjutkan dengan berkebun membuat beberapa siswi mengomel karena mereka tidak suka mendapat tugas memegang dan menyentuh tanah yang cukup lembek dan banyak yang dari mereka memprotes namun segera dimarahi oleh kakak OSIS mereka sehingga para siswi tidak berani memprotes secara terang-terangan.


Mereka mengerjakan menanam bibit yang sudah sekolah sediakan hingga matahari sudah di atas kepala mereka tepat hingga mereka sudah pada mengeluarkan keringat dan beberapa kelompok ada yang sudah selesai menanam bibit mereka sesuai dengan intruksi lalu dicek oleh anggota OSIS dan jika sudah benar, kelompok tersebut diperbolehkan pulang karena jam pulang OSPEK sudah melewati satu jam.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung Author dengan cara like setiap episode, beri bintang 5, vote, gif, share, subscribe dan comment-nya ya. Author tunggu dukungan kalian karena sangat penting dalam kenaikan level Author. Jangan lupa dengan kesehatan mina-san dan semoga selalu sehat dalam melakukan aktivitas mina-san apa pun. Sangkyuu.


__ADS_2