Masa Sekolah Yang Indah

Masa Sekolah Yang Indah
Chat Group Kelas


__ADS_3

Sementara Anthony hanya berdiam dan menelan kekecewaan dan sementara Selen yang merasa heran dengan sahabat dari Staunlaus itu mulai bertanya, “Mengapa tidak duduk kah?” ucapnya dengan sedikit dingin dan cuek membuat Anthony tidak punya pilihan lain selain duduk karena selain itu Anthony bukannya tidak ingin duduk namun dia ingin akrab namun dia tidak ingin kesempatan untuk duduk di samping Selen hilang karena mungkin bisa diusir oleh Selen karena tidak segera duduk. 


Setelah duduk dia bertanya kepada Selena, “Selen, kau sedang menunggu siapa?” Selen sempat menoleh dengan sedikit cuek dia menjawab, “Jangan panggil dengan nama dengan nama pangilan Selen,” ucap Selen dengan nada galak sehingga membuat Anthony yang mendengarnya hanya bisa secara berkomentar diam. Galak amat nih cewek kayaknya pawangnya memangStan deh tetapi api apa iya Stan sama Selen tidak ada hubungan apa-apa?


Batin Anthony sambil masih menatap dan memikirkan apa yang dia bahas. “Kalau begitu manggilnya apa? Nana?” tanya Anthony yang penasaran karena dia memang sempat mendengar jika Staunlaus memanggil Selen dengan panggilan sebutan Nana dan membuat Anthony tidak suka jika Staunlaus diijinkan sedangkan Selen yang mendengar Anthony meminta izin memanggil dirinya dengan panggilan Nana membuat dia makin menatap tajam namun tidak terlihat menakutkan malah terlihat menggemaskan. 


“Tidak, tidak boleh, karena panggilan itu tidak untuk sembarang orang,” jawab Selen langsung cepat. Dia tidak ingin selain keluarga dan Sienya memanggil Nana. “Mengapa? Mngapa Staunlaus yang bisa memanggilmu Nana?” tanya Anthony dengan nada sedikit cemburu. 


Selen sedikit terkejut namun hanya bisa menatapnya bingung karena mencari jawabannya karena jujur saja dia memang binggung karena dia tidak langsung melarang pada saat Staunlaus tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan Nana. Mengapa aku tidak melarang Staunlaus memanggilku dengan panggilan Nana dan apa dia mirip seperti Sie? Lalu dia berani bertanya mengapa? Yang boleh memanggil diriku Nana adalah keluargaku dan dia. 


Selen masih diam mencari jawaban yang setidaknya tidak menyinggung Anthony. Dia tidak ingin mendapat masalah jika berhubungan dengan Anthony. Anthony yang melihat Selen berpikir memutuskan untuk menunggu jawaban dari Selen. 


Dia tidak ingin jika jawaban dari Selen mengecewakannya sehingga akhirnya mendapatkan jawaban yan tepat dia memberi tahu kepada Anthony. “Aku tidak membiarkan memanggilnya dengan panggilanku yang lain namun karena dia terburu pulang sebelum aku melarangnya lalu alasan aku melarangmu memanggil dengan panggilan itu karena panggilanku dari keluargaku lalu aku memintamu kau memanggilku dengan sebutan Selena karena aku dan kamu belum dekat, Anthony,” ucapnya dengan nada dia sengaja lembutkan karena dia berharap Anthony mengerti. 


Anthony yang mendengarkan nada suara gadis tersebut yang tiba-tiba lembut membuat dirinya senang. Apakah dia menerimaku, karena nada bicaranya lembut sekali? Anthony kemudian menggiyakan perkataan Selen dan dia senang jika rupanya Staunlaus, saingan terberatnya belum mendapatkan izin dari Selen dan sudah terburu pulang. “Baiklah aku mengerti kok dan caiklah untuk saat ini aku akan memanggilmu Selena,” ucapnya dengan mengalah. 


Sementara itu Selena sama sekali tidak menghiraukan karena dia terkejut dengan pesan spam yang muncul banyak di grup kelasnya.


“Hei siapa yang beli bibit?” tanya salah satu di grup kelas mereka yang baru saja dibentuk pada saat Selen mengikuti kelas.


“Emangnya bibit apa sih? Sepertinya kakak-kakak OSIS belum memberi tahu,” ucap salah satu dari mereka yang belum mengetahui bibit apa yang akan mereka beli.


“Tanya saja sama kakak-kakak OSIS kita,” ucap yang sedang daring pada saat itu.


“tetapi kakak-kakak OSIS kita siapa ya? Aku cuma ingat kakk dingin, sama kak body idaman,” ucap temannya yang rupanya berjenis kelamin laki-laki yang otaknya selalu mesum namun belum diketahui sifat aslinya. Teman-teman yang membaca grup lantas langsung mencibir yang membalas dan berkomentar seperti itu.

__ADS_1


“Hati-hati loh bisa-bisa kau dipenggal jika komen seperti itu dan ketahuan oleh Kak Celine,” balas komentar sebelumnya.


Selen yang membacanya sedikit tersenyum dan merasa grup kelasnya sangat lucu karena komentar-komentar mereka.


“Tanya saja sama Kak Leon, Kak Albert, Kak Celine, Kak Jully, dan kak Vallen,” balas Selen di chat grup kelasnya.


“Ya tetapi siapa yang punya kontaknya?” balas temannya.


“Aku dapat username IG nya sih tetapiyang Kak Leon sama Kak Vallen saja,” balas teman lainnya.


“Coba DM saja, siapa tahu dibalas,” ucap temannya di chat selanjutnya.


Sementara teman-teman perempuannya yang mengetahui jika salah satu dari mereka berhasil mendapatkan username IG kakak-kakak OSIS yang tampan dan sangat menyenangkan.


“Hey apa nama usernamenya? Bagaimana bisa kalian dapat?” tanya salah satu teman perempuannya yang penasaran dengan teman lainnya bisa mendapatkannya.


“Aku udah dm sih cuma belum dijawab,” balasnya lagi.


Jika temannya sibuk menanyakan tugas mereka untuk keesokan harinya melalui ig berbeda dengan teman-teman wanitanya yang sibuk mencoba stalker ig Kak Leon dan Kak Vallen dan tidak lupa mereka me-follow serta dm supaya di follback. 


Setelah memastikan pesan masuk di grup kelasnya sudah tidak ada dia menutup telepon genggamnya dan melihat ke arah Anthony yang masih menatap dirinya tanpa Anthony sadari jika dirinya melihatnya.


“Ah iya siapa namamu? Aku lupa dengan namamu,” tanya Selena dengan nada dan muka menggemaskannya membuat Anthony sedikit terkejut jika gadis yang dia incar mencoba berbicara dengannya.


“Namaku Anthony dan apa kau mau bertukar kontak denganku?” tanya Anthony berharap agar Selen mau bertukar kontak dengannya namun Selen bertanya mengenai cowok tampan yang menarik perhatiannya. ”Temanmu itu siapa namanya dan apakah kalian merupakan sahabat?” tanya Selen mengupas cowok yang mengganggu pikirannya. 

__ADS_1


“Ahh dia itu namanya Staunlaus dan iya dia sahabat aku,” ucap Anthony yang senang jika Selen mau mengobrol panjang lebar meski bukan menyangkut dirinya.


“Kau sekolah SMA mana?” tanya Selen kembali. ”Aku sekolah SMA Negeri kawasan, tepatnya SMA Negeri 6 yang bersebrangan dengan SMA Negeri 5,” ucap Anthony yang dia tahu jika sekolah Selen berdekatan dengan sekolahnya. 


“Apakah Staunlaus satu sekolah dan satu kelas denganmu?” tanya Selen dengan penuh harap. 


”Iya dia satu sekolah dan satu kelasku dan kalau kamu mau lain kali aku ajak dia bertemu di depan gerbang pembatas SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 6. Apa kau setuju?” tanyanya. 


“Boleh, aku menantikan ajakan kamu dan ingat, jangan lupa ya bawa dia,” ucapnya dengan nada sedikit penekanan namun tetap lucu dan menggemaskan membuat Anthony mengangguk senang dan memberikan dua jempolnya sebagai tanda janjinya dengan gadis yang dia incar. 


Sementara telepon genggam milik Selen berbunyi. Terlihat panggilan masuk dari sang ibu yang muncul di layar panggilan di layar benda pipih tersebut. Selen mengangkatnya. 


“Halo bu, ada apa?” tanya Selen.


“Sel, apakah les kamu sudah selesai dan jika sudah Ibu akan menjemputmu,” ucap ibunya di seberang telepon.


“Iya, bu. Selen sudah selesai les,” ucap Selen.


“Baiklah kalau begitu tunggu Ibu ya dan jangan ke mana-mana,” nasihat sang ibunya yang selalu didenggungkan ke telinga Selen yang membuat Selen malas namun tetap menuruti perkataan sang ibu.


”Iya iya, bu, jangan bilang nanti diculik karena Selen terlalu imut dan menggemaskan,” ucapnya dengan nada cemberut dan di balik panggilannya terdengar suara tawa yang sudah dipastikan merupakan suara tawa dari sang ibunya yang sudah membayangkan jika dirinya pasti akan cemberut dan mengerucutkan bibirnya seperti sekarang.


......****************......


Selen… sadar juga kamu kalau kamu terlalu imut dan menggemaskan.

__ADS_1


Beri dukungan karyaku berupa like, vote, rate, favorit, gift dan comment. Bisa mampir juga ke IG Auhtor dan follow ya. IG Auhtor : @yoru_bam25.


__ADS_2