Masa Sekolah Yang Indah

Masa Sekolah Yang Indah
Selen Mempersiapkan OSPEK Besok


__ADS_3

”Dia pasti terlihat sedih karena jika dia sedih maka dia akan memanggil dirinya dengan panggilan ‘Selen’, “ batin sang ibu yang sudah hafal dengan sikap putri semata wayangnya jika dia sedih maka dia akan memanggil dirinya dengan nama panggilan biasanya di sekolah jika dia senang atau tidak ada membuatnya sedih maka dia akan memanggil dirinya dengan sebutan ‘Nana’. 


Sementara Selen melangkah menuju kamarnya dan masuk ke dalam lalu mengganti pakainnya dengan mengganti pakaian rumah dan ibunya juga melakukan hal yang sama seperti putrinya melakukan kegiatan tersebut. 


Setelah Selena selesai berganti baju dia merebahkan sebentar ke atas ranjangnya sembari menatap langit-langit kamarnya sembari berpikir mengenai pemuda yang baru saja dia bertemu walau hanya sehari. “Apakah benar dia adalah seksi? Jika benar mengapa dia tidak membuatku mengenalinya?” batin Selena yang masih memikirkan pemuda tersebut sehingga melupakan telepon genggamnya yang dia sengaja silent selama perjalanan pulang.


Pada saat bersamaan ketua kelas sementara yang ditunjuk untuk selama MOS berlangsung tiba-tiba saja menghubungi Selena karena telepon genggam Selena tidak bisa dihubungi dengan aplikasi Line sehingga ketua kelas sementara harus menelepon Selen dengan telepon pulsa membuat telepon genggam yang dia simpan di dalam tas bergetar akibat dirinya silent. Mendengar getaran yang cukup membuat tas les-les Selen sedikit bergetar membuat Selen menoleh kepalanya dan mendapati jika tas tidak sebesar tas sekolah yang dia gunakan khusus untuk les tersebut bergetar sehingga Selen penasaran menghampiri tas les yang dia taruh di atas meja belajarnya.


Selen yang sudah mendekati meja belajarnya kemudian membuka tas les-nya dan mencari penyebab tasnya bisa bergetar dan ketika mendapatkan penyebabnya, diambilnya dan dikeluarkannya membuatnya dia mengerutkan keningnya mendapati teleponnya lah yang bergertar dan menampilkan nomor asing sehingga dia mengangkatnya.


“Halo, ini Selena, ada yang bisa Selen bantu?” tanya Selena yang segera mengangkat panggilan tersebut karena takutnya jika itu penting.


“Akhirnya kamu mengangkatnya juga ya,” ucap orang yang dibalik panggilan tersebut dengan napas yang lega karena dirinya sempat menunggu teman sekelasnya mengangkat cukup lama membuatnya hampir saja kehabisan ide untuk menghubungi teman kelasnya tersebut.


“maaf, Anda siapa ya?” tanya Selena yang tidak mengenal orang yang menelepon dirinya dikarenakan nomor asing yang tidak ada di daftar kontak Selena.


“Ah… aku belum memperkenalkan diri ya? Atau kamu sudah lupa?” tanya penelepon tersebut memastikan teman sekelasnya yang tidak mengetahui namanya. 


“Aku tidak mau berbelit denganmu, jika tidak penting maka aku tutup teleponnya,” ucap Selena yang sedikit kesal karena penelepon bertanya yang tidak penting membuat penelepon langsung saja dengan nada panik memberi tahu namanya agar dirinya tidak menutup panggilan tersebut.

__ADS_1


“Jangan ditutup, ini aku, Benjamin, ketua kelas sementara, aku hendak menanyakan kamu,” ucap Benjamin yang menelepon Selena karena dirinya membutuhkan jawaban Selena yang saat itu tidak aktif di chat grup kelas maupun sudah dichat secara pribadi oleh dirinya.


“Ahh… Benjamin ya, ada apa ya sampai meneleponku?” tanya Selena yang akhirnya mengerti jika ketua kelas semantaranya meneleponnya.


”Kamu apakah ikut untuk urunan buat besok?” tanya Benjamin yang menanyakan mengenai tugas OSPEK besok karena kakak OSIS yang meminta untuk siapa saja yang akan urunan sehingga sekolah bisa menyiapkannya tanpa para siswa kerepotan untuk mencari benih yang besok ditanam di kebun sekolah.


Sementara Selena yang mendengar pertanyaan dari Benjamin otomatis langsung mengerutkan keningnya karena tidak memahami perkataan dari Benjamin, ketua kelas sementaranya.


”Urunan apa ya, Benjamin, aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan,” ucap Selena dengan sedikit malu karena dirinya tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh ketua kelas sementaranya membuat Benjamin yang mendengar perkataan teman sekelasnya langsung saja menepuk jidatnya tanpa didengar oleh Selen dan menjelaskannya dengan sabar.


”Untung dia tipeku, jika tidak aku tidak menjelaskannya dengan sabar,” batin Benjamin yang sebenarnya sudah diam-diam menyukai Selena karena Selena merupakan tipe cewek yang disukainya.


Selena yang mengingatnya jika mamanya memliki bibit bunga mawar yang baru saja dibeli karena mamanya ingin berkebun segera memberi tahu Benjamin jika saat ini dirinya tidak mengikuti urunan karena sudah memiliki bibit dengan jumlah yang banyak dan masih dalam kondisi yang masih bagus.


”Benjamin, aku tidak ikut urunan dahuluya, karena aku sudah punya jadi untuk tugas ini tidak dahulu ya,” ucap Selen membuat Benjamin menjawab perkataan Selen setelah dia mengirimkan kelengkapan kelasnya mengenai urunan kepada salah satu kakak OSIS-nya yang sudah langsung dibaca dan dijawab oleh kakak OSIS yang sudah dihubungin. ”Baiklah, kalau begitu, terima kasih ya sudah ikut antisipasi kelas,” ucap Benjamin yang sebenarnya tidak ingin mematikan panggilan karena ingin mengenal sosok Selen lebih dalam.


”Ah… iya, sama-sama, terima kasih juga ya sudah mau repot menghubungiku, maafkan aku karena aku tadi di jalan sehingga aku tidak menyalakan data selulerku,” jelas Selena sambil mengucapkan terima kasih sekaligus permintaan maaf karena sudah membuat ketua kelasnya sedikit kerepotan atas ketidaaktifan dirinya di grup kelas.


”Aku mengerti, ya sudah jangan lupa besok kamu bawa bibitnya karena jika kamu tidak membawa besok akan ada hukumannya dari kakak OSIS,” ucap Benjamin yang mengingatkan Selena karena tidak ingin jika Selena dihukum karena lupa membawa bibit yang sudah diperintahkan oleh pihak sekolah untuk MOS hari kedua.

__ADS_1


”Terima kasih, aku mengerti, kalau tidak ada yang perlu dibahas, aku tutup dahulu ya, selamat malam Benjamin,” ucap Selena yang langsung saja memutuskan panggilan sepihak membuat Benjamin tidak jadi mengucapkan sesuatu dikarenakan panggilannya sudah terputus.


Dengan rasa penasaran Selena lalu menyalakan data selelurnya dan sambil menunggu pesan masuk, Selena segera keluar dari kamarnya karena dirinya ingin meminta izin untuk mengambil bibit yang dimiliki oleh mamanya.


”Mama…mama…” panggil Selena membuat mamanya yang sedikit mendengar jika putrinya memanggil lantas bergegas ke tempat putrinya memanggil dirinya.


”Iya, sayang, ada apa Nana mencari Mama?” ucap mamanya yang berhasil menyusul Selena sebelum Selena berhasil menemukan mamanya.


”Ma, Nana boleh minta sedikit bibit punya Mama yang baru saja dibeli beberapa minggu lalu buat tugas OSPEK?” tanya Selena kepada mamanya membuat mamanya mengiyakan permintaan putri semata wayangnya.


”Kamu bisa urus sendiri, mau perlu berapa karena Mama masih menyiapkan makan malam kita berdua,” ucap mamanya yang masih memegang sutil di tangannya dan kembali ke dapur sementara Selen langsung mengangguk semangat sembari menyusul mamanya karena dirinya hendak pergi ke kebun belakang. ”Oke, Ma, Nana akan yang mengurus sendiri,” ucapnya membuat mamanya yang berada di depannya hanya bisa tersenyum mendengar jika putrinya sudah kembali bersemangat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa terus dukung Author dengan cara like setiap episode, beri bintang 5, vote, gif, share, subscribe dan comment-nya ya.


Author tunggu dukungan kalian karena sangat penting dalam kenaikan level Author.


Jangan lupa dengan kesehatan mina-san dan semoga selalu sehat dalam melakukan aktivitas mina-san apa pun. Sangkyuu

__ADS_1


__ADS_2