Masa Sekolah Yang Indah

Masa Sekolah Yang Indah
Rasa Penasaran Rekan Kerja Staunlaus


__ADS_3

Berarti memang benar jika gadis itu adalah pacar Staunlaus karena aku mengetahui meski Staunlaus ramah dan terlihat mudah didekati begitu melayani pelangggan-pelanggan terutama pelanggan wanita, Staunlaus terlihat ramah dan mudah diajak bicara meski terpaksa tetapi dengan gadis ini dia sangat natural.


Batinnya sembari keluar dari gudang yang berada di dalam karena toko kelontong tersebut cukup besar dengan gudang di dalam toko tersebut sehingga dia tidak terlalu kesusahan mengangkat maupun memindahkan barang. Dia juga mendengar suara dan nada yang cukup membuatnya mengagetkan dirinya.


”Aku sampai atau tidaknya di rumah bukan urusanmu, mengapa kamu menanyakannya?” tanya gadis tersebut penasaran dengan pertanyaan pemuda tersebut yang meneleponnya hanya menanyakan pertanyaan tidak masuk akal.


”Tidak apa-apa, aku hanya khawatir saja kalau kamu diculik orang,” ucap Staunlaus sembari nada senang membuat wajahnya makin tampan karena moodnya lebih baik sejak dia bercakap-cakapan dengan gadis pujaannya.


”Sepertinya aku diculik sama kamu bukan sama orang lain tahu,” balas gadis tersebut dengan sengit meski dari nada bicaranya tergagap-gagap karena malu tetapi gadis tersebut tetap marah karena pemuda tersebut membuat pemuda makin gemas dengan suara menggemaskan gadis yang dia telepon.


”Haha… sepertinya kalau kamu diculik olehku pasti ibuku dan tante tidak mempermasalahkannya,” ucap Staunlaus dengan percaya diri di balik teleponnya dengan percaya diri membuat pelanggan yang baru saja masuk melihat pegawai yang masih berdaun muda membuatnya semangat untuk membeli dan ingin dilayani oleh Staunlaus dan Staunlaus yang melihatnya jika ada pelanggan langsung saja meminta izin untuk mematikan panggilannya karena dirinya akan fokus berkerja.


”Siapa yang mengizinkannya?!” ucap gadis tersebut yang sepertinya hendak berbicara lagi tetapi disela oleh Staunlaus ketimbang dirinya dipotong gajinya oleh pemiliki toko kalau pemilik toko mengetahui jika dirinya tidak fokus melayani pembeli dalam menghitung dan memasukkan ke dalam komputer.


”Sudah ya, aku tutup dahulu nanti aku hubungi kamu lagi, jangan kangen sama aku ya,” ucap Staunlaus yang sebenarnya tidak ingin mematikan panggilannya tetapi berbeda dengan gadis yang ditelepon oleh Staunlaus malah langsung mengakhiri begitu saja dikarenakan kemungkinan gadis itu sudah malu dan juga mungkin diejek oleh teman barunya dikarenakan sebelum ditutup panggilannya, Staunlaus mendengar suara ejekan gadis yang menggoda gadis yang dia hubungi nomor teleponnya.


Setelah memutuskan panggilannya, Staunlaus kembali bekerja dengan serius membuat kaka seniornya melihat wajah tersebut dengan sikap acuh tidak acuhnya.


Dia dengan mudah membalikan wajahnya ke arah wajah professional kepada pelanggan meski belum sampai di kasir. 

__ADS_1


Dia membatin sembari melihat kondisi toko supaya dia bisa melaporkan ke pemilik karena itu memang tugasnya untuk memantau keadaan supaya kondisi tetap aman dan terkendali.


”Selamat sore dan selamat berbelanja,” sambut Staunlaus sembari menunggu pembeli membeli semua kebutuhannya dan dibawa ke kasir untuk dia hitung semua pembelanjaan pembeli tersebut.


“Gila, mengapa kasirnya ganteng sangatmana pula bagian emas gudangnya juga gak kalah ganteng? Dan juga mengapa dia masih bau kencur?” batinnya seorang pembeli wanita yang memandang dua pemuda tampan yang terlihat wajah cukup tua tetapi menjadi yakin karena pengamatan wanita tersebut tajam terhadap cowok tampan.


“Apa dia sudah memiliki pacar? Kalau tidak cukup beruntung untung aku ajak kencan dan memperpamerkan ke semua temanku jika aku masih bisa mengajak pemuda yang berbau kencur yang memiliki jiwa yang naif,” batin pembeli tersebut sembari memikirkan bagaimana menarik perhatian kedua pemuda yang menurutnya tampan.


“Pemikiran mbak satu ini pasti berpikiran untuk menjadikanku pacarnya? Dia kira apa aku tidak mengetahui rencananya? Astaga masak aku disuruh menjadi pacarnya?” batin Staunlaus membuat raut mukanya sedikit berubah setelah mengetahui apa rencana dari pembeli satu itu.


Disaat bersamaan, ada seorang pembeli yang sepertinya mahasiswi lain yang kebetulan lewat sehingga mampir ke toko kelontong tersebut untuk membeli barang di setiap kali dia dapat.


Sementara seniornya sedang mengisi stok barang-barang yang kosong dan dia isi sesuai dengan nama barang yang kosong dan tidak lupa jika dia juga menotonya. Sehingga membuat kedua pembeli wanita langsung merasa masuk ke surga karena disambut dengan pemuda yang tampan dan sepertinya tidak seperti anak SMA karena wajah tampan mereka yang terlihat serius dan bahkan dikira jika mereka berdua menyamar menjadi orang biasa.


“Apa sebenarnya mereka berdua adalah anak pewaris yang mencoba merasakan kehidupan orang biasa? Kalau iya, itu sangat bagus karena aku bisa mendakati keduanya,” batin mahasiswi tersebut yang berharap dan juga berkayal mengenai kedua pemuda tersebut.


Pegawai satunya setelah membereskan semuanya dan mengisi barang yang kosong melihat tingkah laku kedua pembeli wanita yang menempel-menempel kepadanya.


“Apa yang dipikirin oleh cewek ini? Mengapa mereka menempel kepadaku?” batinnya dan langsung saja ke ruangan kasir dan membantu Staunlaus karena kasir terlihat kekurangan orang dan juga dirinya tidak mau berhela-hela setelah menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


“Hey, Staunlaus, kau mengurus yang cewek satu ini yang terlihat seperti anak mahasiswi,” bisik senior tersebut sembari menyiapkan alat untuk men-scan barcode agar tidak eror ketika dia menggunakan untuk scan barang-barang karena terkadang bisa terjadi hal yang tidak diinginkan.


“Baiklah, senior, aku akan mengurus satu cewek ini,” balas Staunlaus sembari berbisik kepada kakak seniornya yang sudah membaginya tugas agar pekerjaannya ringan karena dia ingin cepat kembali pulang dan mengejarkan pr les-lesannya.


Mereka berdua melayani beberapa pembeli wanita karena hari ini cukup ramai karena mereka berdua yang berjaga membuat mereka pulang cukup larut malam dan juga menunggu kedatangan pemiliki toko untuk mereka laporkan pemasukannya. Pada saat mereka menunggu kedatangan pemilik toko, mereka berdua berganti pakaian dari pakaian kerja kembali ke seragam sekolah karena pemilik toko tidak mau mereka berdua membawa pulang seragam kerja meski tidak sengaja atau sengaja.


“Kamu duluan saja, Staunlaus,” ucapnya sembari mempersilahkan Staunlaus untuk berganti lebih awal ketimbangnya karena dirinya masih kembali mengecek stok barang di gudang agar dia bisa catat dalam waktu beberapa menit sembari menunggu Staunlaus berganti pakaian.


“Baiklah kak, Kakak jaga toko saja, aku mengganti pakaian tidak akan lama,” ucap Staunlaus menyetujui perkataan kakak seniornya dan langsung membawa seragamnya yang sudah dia masukkan ke dalam tas dan masuk ke dalam kamar mandi khusus pegawai yang ada di dalam gudang barang.


Sepeninggal Staunlaus untuk berganti pakaian yang tas, barang berharga miliknya beserta telepon genggam sengaja Staunlaus tinggal agar tidak merepotkannya pada saat dirinya berganti dan untuk telepon genggamnya, dia letakkan di meja kasir di samping kakak senionya karena dirinya sudah bilang untuk menitipkan telepon genggamnya agar kakak senionya menjaganya.


Sementara Staunlaus yang sudah tidak ada di hadapannya, membuat dirinya penasaran akan wallpaper yang dipasang di layar kunci milik Staunlaus, dirinya menyalakan layar telepon genggam tersebut yang menampilkan layar kunci dan betapa terkejutnya jika dirinya melihat gadis yang tidak asing yang menjadi wallpaper layar kunci milik Staunlaus.


“Mengapa harus dia? Apa mereka benar-benar pacaran? Kalau iya, apakah aku harus menyerah ketika aku baru saja menyukai gadis tersebut?” batin orang tersebut yang di pikirannya sudah banyak sekali pertanyaan mengenai kedekatan dan hubungan antara Staunlaus dengan gadis yang menurutnya tidak asing dan dia cukup tahu dengan gadis tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siapa ya rekan kerjanya Staunlaus? Siapa gadis yang berada di layar kunci Staunlaus? Penasaran? Sorry Auhtor hobi menggantung.

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung Author dengan cara like setiap episode, beri bintang 5, vote, gif, share, subscribe dan comment-nya ya. Author tunggu dukungan kalian karena sangat penting dalam kenaikan level Author. Jangan lupa dengan kesehatan mina-san dan semoga selalu sehat dalam melakukan aktivitas mina-san apa pun. Sangkyuu.


__ADS_2