Masih Adakah Kesempatan ???

Masih Adakah Kesempatan ???
Siapa ???


__ADS_3

Sesampainya di rumah makan tempatnya bekerja ia langsung menuju ruangan bosnya.


"Permisi pak, bolehkah saya masuk ?" tanya Desi.


"Lohh kamu Des" jawabnya dengan ekspresi yang terkejut. "Bukannya hari ini kamu tidak ada jadwal bekerja ?" lanjutnya lagi.


"Iya benar pak, saya datang kesini karena ada yang mau saya bicarakan dengan bapak" jelas Desi.


"Ohh, ya udah silahkan masuk" ujarnya.


Kemudian Desi masuk dan duduk tepat di depan pak Raka.


"Mau ngomong apa Des sepertinya serius sekali ? ujar pak Raka.


"Hmm A..nu pak, kemarin i...ibu saya masuk ke rumah sakit. Kata dokter ibu saya mengalami gagal ginjal jadi secepatnya harus dioperasi dan biayanya itu sangat mahal pak" jelasnya dengan nada yang terbata - bata sambil menangis.


"Berapa kira - kira uang yang kamu perlukan ?" tanya pak Raka kepada Desi.


"Biaya operasinya sekitar 75 juta pak saya hanya ada uang 1 juta yang bapak berikan kemarin sebagai gaji saya untuk bulan ini, jadi saya butuh uang sebanyak 74 juta lagi pak" ujarnya dengan nada bicara yang sangat pelan dan kecil.


"Astaga banyak sekali, bapak gak ada uang sebanyak itu Des ?" jawab pak Raka.


Hening.....Desi pun terdiam seketika.


"Tidak apa - apa pak saya paham kok" ujarnya.

__ADS_1


"Bapak hanya ada uang 10 juta, kamu mau ? tawar pak Raka.


Desi tidak menyangka bahwa pak Raka sangat baik kepadanya padahal ia belum genap satu bulan bekerja disini tapi pak Raka sudah berani meminjamkan uang kepadanya dengan nominal yang cukup besar.


"Terima kasih banyak pak, bapak betul - betul sangat baik. Saya janji akan melunasinya secepat mungkin nanti bapak bisa memotong uang gaji saya 75% setiap bulannya" imbuhnya.


"Sudah - sudah masalah itu nanti bisa kita bicarakan. Saat ini yang paling penting adalah ibumu bisa segera dioperasi" jelas pak Raka.


"Iya pak, sekali lagi terima kasih banyak ya pak" ujarnya.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya pak" lanjutnya lagi dan langsung diangguki oleh pak Raka.


Kemudian, ia pergi meninggalkan ruangan bosnya menuju rumah sakit kembali.


•••••


"Permisi sus, saya sudah bawa uang 10 juta untuk membayar biaya awal operasi ibu saya" ujarnya.


"Maaf dek, tadi sudah ada orang yang membayar semua biaya operasinya dan sekarang ibumu sedang ditangani oleh dokter" jelas sang suster.


"Haaa ???" (ia terkejut dan terbengong mendengar ucapan sang suster). "Siapa yang membayarnya sus ?" tanya Desi kembali.


"Saya kurang tau dek, bapak tadi tidak memberitahukan namanya" ujarnya.


Flashback on

__ADS_1


"Saya mohon sus, saya janji akan segera melunasinya" pintanya dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


"Maaf dek tidak bisa ini sudah sesuai prosedur yang berlaku" jawabnya lagi.


"Tolong saya sus sekali ini saja, saya janji 3 hari lagi saya akan lunasi semua kekurangannya" ujarnya sambil menangis.


"Maaf dek tidak bisa" jawab suster itu kembali.


Pak Rian yang melihat kejadian tersebut menjadi penasaran dan berniat menghampiri Desi. Namun, ketika ia hendak menuju kesana Desi sudah pergi meninggalkan tempat tersebut. Lalu pak Rian segera bertanya kepada suster yang bersangkutan.


"Maaf sus, tadi saya tidak sengaja melihat ada seorang anak perempuan yang menangis sambil memohon - mohon kepada suster. Kalau boleh tau anak yang barusan pergi ada masalah apa sus ?" tanya pak Rian kepada suster.


"Ohh adek yang tadi memohon - mohon supaya ibunya segera dioperasi pak tapi ia belum membayar uang administrasinya" jelas sang suster.


"Kalau boleh tau biaya operasinya berapa ya dok ?" tanya pak Rian kembali.


"Biayanya 75 juta pak" jawab suster tersebut.


"Kalau begitu biar saya saja yang membayar biaya operasinya. Tolong segera ditangani ibu dari anak tadi ya sus" ujarnya.


"Oke, baik pak" jawab suster tersebut sambil menganggukkan kepalanya.


Flashback end


"Bapak ??? batinnya seraya memikirkan siapa yang sudah membayar biaya operasi ibunya.

__ADS_1


"Baiklah sus, terima kasih ya" ujarnya lagi seraya menuju ruangan operasi.


__ADS_2