
Tepat pada pukul 18.30 WITA pesawat mereka lepas landas dari bandara Abdurrahman Saleh menuju bandara Kuala Namu. Selama di dalam pesawat mereka tidak banyak melakukan percakapan karena energi mereka sudah terkuras habis akibat jalan - jalan selama 2 hari ini.
Sesampainya di bandara Kuala Namu, mobil yang menjemput mereka sudah menunggu dari setengah jam yang lalu.
Tepat pada pukul 22.00 WIB mobil yang mengantar Desi dan Mita berhenti di depan rumahnya. Ia dan Mita turun dari mobil karena malam ini Mita akan menginap di rumah Desi. Mereka tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Surya.
"Terima kasih banyak ya kak" ucap mereka berdua.
"Oke, sama - sama. Kalau gitu kakak pamit ya"
"Iya kak, hati - hati di jalan ya" ujar Desi.
"Hmm..." jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
Di tempat lain, seseorang terus mondar - mandir dari 2 jam yang lalu karena sedari tadi ia menghubungi orang tersebut tapi tidak juga tersambung. Hingga ia kesal dan akhirnya tertidur. Sebelumnya ia mendapatkan pesan dari seseorang jadi ia butuh penjelasan dari Desi mengenai pesan tersebut.
Keesokan harinya
Desi terkejut melihat banyaknya panggilan yang tak terjawab yakni sebanyak 38 kali. Kemudian, ia segera menghubungi nomor tersebut untuk menanyakan apa yang terjadi.
drrrtttt.....drrrttt
__ADS_1
Hp Andhika tiba - tiba berbunyi pertanda ada panggilan yang masuk. Ia sudah tau siapa yang menelepon jadi ia malas untuk mengangkatnya. Namun, karena ia butuh penjelasan mau tidak mau ia harus mengangkat panggilan tersebut.
"Halo, Assalamu'alaikum" ujar mereka berbarengan.
"Kok tumben kakak gak memberi salam ?" tanya Desi.
"Entahlah kepalaku lagi pusing" jawabnya.
"Kakak lagi sakit ya ?" ujarnya dengan cemas. Namun tidak ada jawaban dari Andhika.
"Oh iya ada perlu apa kak menelponku tadi malam sampai sebanyak itu ?"
"Ohh itu tidak ada apa - apa kok, kakak hanya ingin mengobrol saja" ucapnya dingin.
"Ohh iya maaf kak tadi malam aku lagi di pesawat makanya telpon kakak gak diangkat"
"Emangnya kamu darimana ?"
"Aku pergi liburan ke Malang kak"
"Sama siapa ?" tanyanya dengan penasaran.
__ADS_1
"Sama Mita dan kak Surya".
(Ohh jadi nama laki - laki itu Surya) batinnya.
"Surya siapa ? kok kamu gak pernah cerita. Ada hubungan apa kamu sama dia ?" tanyanya lagi.
Desi tersenyum mendengar pertanyaan dari Andhika, ia merasa seperti lagi mendapat pertanyaan dari pak polisi yang sedang menginterogasi seorang penjahat.
Desi pun kemudian menceritakan bagaimana awal mula ia bisa bertemu dengan Surya tanpa ia kurang - kurangi ataupun ia lebih - lebihkan. Andhika hanya ber oh ria mendengar penjelasan dari Desi.
"Ohh begitu" gumamnya.
"Aku harus secepatnya melamar dan menikahi Desi supaya tidak ada yang berani mendekatinya" batinnya.
Kemudian, mereka mengakhiri percakapan mereka karena Desi harus bersiap - siap untuk pergi ke sekolah.
Saat ini Desi dan Mita sedang bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah setelah sebelumnya Desi menyelesaikan pekerjaan rumah yang dibantu oleh Mita.
Beberapa menit kemudian, mereka pun pamit. "Bu, kami berangkat ke sekolah dulu ya" ujar Desi sambil mencium tangan ibunya begitu juga dengan Mita.
"Iya sayang, kalian hati - hati di jalan ya dan harus rajin belajarnya supaya cita - cita nya bisa tercapai" pesan ibunya Desi dan langsung diangguki oleh keduanya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ujar keduanya seraya meninggalkan rumah.
"Wa'alaikumussalam".