
Keesokan harinya
Hari ini Desi kembali bersekolah setelah satu minggu izin karena ia harus merawat ibunya.
Namun, hari ini berbeda dengan hari - hari selama 1 bulan yang lalu dimana ia pergi ke sekolah dengan perasaan cemas karena meninggalkan ibunya yang sedang sakit tapi hari ini iya pergi ke sekolah tanpa beban sama sekali.
Ketika jam istirahat ia tiba - tiba pengen ke kantin padahal biasanya ia selalu menghabiskan banyak waktu di dalam perpustakaan.
Setibanya ia di kantin, ia langsung memesan makanan. Sambil menunggu pesanannya datang ia duduk dan seketika muncul bayangan seseorang yang sudah lama tidak berjumpa maupun berkomunikasi dengannya.
Ia langsung teringat ketika ia dulu sarapan bersama dengan orang tersebut. Seketika hatinya berdebar - debar mengingat momen tersebut terutama saat Andhika tersenyum padanya. "Astaga apa yang terjadi padaku ? kenapa perasaanku jadi begini ?" batinnya sambil memegang d*d*nya.
Tiba - tiba Mita datang begitu saja dan mengagetkan Desi.
"Woi tumben lo di kantin Des biasanya kan kamu di perpus ? Terus kamu ngelamunin apa tadi ?" tanya Mita kepada Desi.
__ADS_1
"Lagi ngelamunin kak Andhika.....Upssss"
(seraya menutup mulutnya karena sudah keceplosan berbicara).
"Nah ketahuan kan, ternyata ada yang lagi kangen nih ceritanya" ujar Mita dengan nada yang sedikit menggoda.
"Gak kok hanya kepikiran saja" elak Desi
"Nah, kepikiran itu tanda peduli, kepedulian itu tanda sayang dan menyayangi itu tanda cinta" ucap Mita dengan nada yang lebay dan dramatis.
Hening..... seketika Desi terdiam mendengar penuturan Mita. Ia jadi melamun dan memikirkan ucapan Mita tadi. (Apa aku benar - benar sudah jatuh cinta pada kak Andhika ? tidak - tidak, mungkin ini hanya perasaanku yang terlalu rindu saja karena sudah 3 bulan lebih kami tidak berjumpa lagian pada waktu itu aku juga tidak memiliki perasaan yang seperti ini saat bersama kak Andhika) batinnya.
"Ehh kok malah diam, jangan bilang kalau kamu benar - benar jatuh cinta pada kak Andhika" ucapnya.
"Gak kok, kamu ini ya asal bicara saja" ujar Desi seraya mencoba menetralkan perasaannya.
__ADS_1
"Ya siapa tau kan. Ohh iya seminggu yang lalu kamu kemana aja kok izin terus ? waktu aku samperin ke rumah kamu juga gak ada" tanya Mita dengan penasaran.
"Maaf ya Mit aku belum sempat cerita, sebenarnya seminggu yang lalu ibuku masuk rumah sakit dan beliau mengalami gagal ginjal" ujarnya dengan nada yang sedih.
"Terus gimana keadaan ibumu sekarang ?" tanya Mita dengan nada yang turut ikut prihatin.
"Ibu sudah boleh pulang ke rumah tapi masih harus banyak - banyak istirahat" jawabnya.
"Syukurlah kalau begitu, maaf ya aku karena aku tidak tau kalau ibumu masuk rumah sakit".
"Gak papa kok Mit lagian aku juga memang yang tidak ngasih kabar padamu karena waktu itu aku khawatir, syok, takut, bingung, semuanyalah perasaanku campur aduk tapi alhamdulillah akhirnya semua itu sudah bisa terlewati dengan baik" jelas Desi.
Tak lama kemudian pesanan Desi datang begitu juga dengan Mita karena sebelumnya Mita juga udah sempat pesan makanan. Lalu, mereka pun makan sama - sama.
Selesai makan, tiba - tiba mereka mendengar bunyi bel pertanda jam istirahat sudah selesai. Akhirnya, mereka meninggalkan kantin seraya memasuki kelasnya masing - masing karena di kelas XI ini mereka sudah tidak satu kelas lagi berbeda dengan waktu di kelas X dulu.
__ADS_1