
Sesampainya di rumah sakit, Rani langsung bertanya pada bagian pelayanan informasi untuk menanyakan ruangan putranya dirawat.
"Permisi sus, pasien atas nama Surya Permana dirawat di ruangan berapa ?" tanya Rani dengan tidak sabar.
"Sebentar ya bu saya cek dulu (sambil menunggu Rian dan Rani diliputi rasa cemas begitu juga dengan Desi). Maaf bu, sekarang pasien sedang ditangani di ruangan operasi. Mungkin sekitar setengah jam lagi baru selesai" papar sang suster.
"Oke, terima kasih sus" ujar Rani dan Rian secara bersamaan.
"Gimana ini pah, mama takut terjadi apa - apa dengan putra kita" ujarnya dengan nada yang khawatir.
"Husstt gak boleh ngomong gitu ma, kita doakan saja supaya operasinya berjalan dengan lancar" jelas Rian untuk menenangkan istrinya.
Kemudian, mereka bergegas menuju ruangan operasi. Sembari menunggu operasinya selesai, Rani terus mondar - mandir dengan perasaan yang cemas begitu juga dengan Rian yang sedang berdiri dengan perasaan yang sama. Namun, seketika ia teringat dengan seseorang yang sudah membantu membawa putranya ke rumah sakit ini.
"Sebentar ya ma, mama tenangin diri dulu" (seraya menyuruh istrinya duduk lalu mendekati Desi yang sedang duduk tidak jauh dari mereka).
"Maaf ya nak, saya sampai lupa menanyakan namamu" ujar Rian kepada Desi.
"Ohh iya om tidak apa - apa, saya paham kok om dan tante pasti lagi khawatir dan banyak pikiran" imbuhnya.
__ADS_1
"Perkenalkan nama saya Desi om" jawabnya dengan sopan (kemudian mencium tangan beliau).
"Ohh iya, saya Rian ayahnya Surya orang yang kamu tolong dan yang duduk disana adalah istri om namanya Rani" jelasnya dan langsung diangguki oleh Desi.
"Om ucapkan terima kasih banyak karena sudah membantu anak om" lanjutnya lagi.
"Sama - sama om itu sudah menjadi kewajibanku membantu sesama yang sedang membutuhkan bantuan" jawab Desi.
"Maaf nak, ini ada sedikit uang sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah menolong anak om" ujar Rian seraya memberikan uang dengan nominal 2 juta rupiah.
"Ehhh tidak usah om, saya ikhlas kok membantu anak om" tolaknya dengan halus.
"Sekali lagi tidak usah om saya benar-benar ikhlas membantu anak om" jawabnya.
"Baiklah kalau begitu, hmm kalau boleh tau kamu tinggal dimana nak ? mana tau ada waktu kapan - kapan om bisa mampir ke rumahmu" tanya Rian.
"Saya tinggal di jalan perintis kemerdekaan om. Saya tinggal berdua sama ibu" jawabnya.
Seketika ia teringat kepada ibunya. (Astaga, aku lupa. Padahal tadi aku keluar untuk mencari uang buat biaya pengobatan ibu) batinnya.
__ADS_1
"Saya permisi dulu om" pamitnya dengan tiba - tiba.
Saat ini Desi sedang berada di bagian administrasi.
"Permisi sus, kapan kira - kira ibu saya bisa dioperasi ?" tanyanya.
"Kalau adek sudah melakukan pembayaran pasti akan langsung kita tangani" jawab suster tersebut.
"Maaf sus, ini biaya untuk operasi ibu saya" imbuhnya dengan menyodorkan uang sebesar 1 juta rupiah yang diberikan oleh bosnya sebagai gajinya bekerja selama satu bulan.
"Maaf dek, tidak bisa. Pembayaran diawal minimal 50% dari total biaya keseluruhan supaya pasien dapat kita tindaklanjuti" papar sang suster.
"Saya mohon sus, saya janji akan segera melunasinya" pintanya dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
"Maaf dek tidak bisa ini sudah sesuai prosedur yang berlaku" jawabnya lagi.
"Tolong saya sus sekali ini saja, saya janji 3 hari lagi saya akan lunasi semua kekurangannya" ujarnya sambil menangis.
"Maaf dek tidak bisa" jawab suster itu kembali.
__ADS_1
"Baiklah sus" jawabnya. Kemudian ia pergi meninggalkan rumah sakit menuju tempat kerjanya. Ia akan mencoba meminjam uang kepada bosnya walaupun sebenarnya ia tidak yakin bosnya nanti akan memberikannya disebabkan nominalnya yang sangat banyak.