Masih Adakah Kesempatan ???

Masih Adakah Kesempatan ???
Pulang


__ADS_3

Tak terasa sudah 4 hari mereka berlibur di Jepang, besok sudah saatnya mereka balik ke Indonesia. Hari ini mereka akan mengunjungi pusat oleh - oleh khas Jepang untuk dibawa pulang ke Indonesia sebagai bingkisan tangan.


Kini mereka berada di Shinkyogoku Shopping Arcade. Clara, Desi, dan daddy nya jalan bersama. Saat ini Clara sedang sibuk milih - milih souvenir sementara Andhika bersama mommy dan ibunya Desi.


"Lohh kok bu Mira diam aja gak ada ngambil apapun ?" tanya Kirana.


"Ehh gak papa bu, saya diajak kesini juga udah senang" ucapnya dengan nada yang lembut.


"Udah bu gak usah sungkan ambil aja apa yang ibu mau" ujarnya lagi.


"Iya bu"


Sementara itu Andhika diam - diam pergi sebentar ke sebuah toko untuk membelikan sesuatu buat Desi.


Setelah beberapa saat, Andhika kembali bergabung bersama mommy dan ibunya Desi. Setelah dirasa cukup untuk urusan oleh - oleh akhirnya mereka kembali ke rumah untuk packing barang - barang yang akan dibawa kembali pulang ke Indonesia.


•••••


Keesokan harinya


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 06.10 waktu Jepang. Mereka bersiap - siap menuju bandara karena jadwal keberangkatan mereka adalah pukul 07.45.


Sesampainya di bandara, mereka saling peluk - pelukan sebelum berpisah kembali.


"Hati - hati ya dad mom, nanti kabari kalau udah sampai" ujar Andhika.


"Terima kasih ya kak, akhirnya aku puas jalan - jalan di kota ini" ujar Clara dengan perasaan yang bahagia.

__ADS_1


"Hmm...hmm" ujarnya. Belajar yang betul - betul supaya tahun depan bisa liburan lagi".


"Oke kak, siap"


"Hati - hati juga ya bu" Ucapnya kepada bu Mira.


"Iya nak, ibu juga berterima kasih atas semuanya" ujarnya dan langsung diangguki oleh Andhika.


Kini Andhika berpaling menatap Desi, lalu ia pun mendekatinya.


"Hati - hati ya dan jangan lupa kabari kalau udah sampai" ucapnya sambil tersenyum.


"Iya kak" jawabnya (gimana nanti cara ngabarinnya ya) gumam Desi.


Akhirnya mereka berpisah karena jadwal keberangkatannya sudah semakin dekat. Kemudian, mereka pun berjalan perlahan seraya meninggalkan Andhika menuju pesawat yang akan membawa mereka ke Indonesia.


Sopir pak Bagas sudah menunggu mereka setengah jam yang lalu. Beberapa saat kemudian, ia pun melihat orang - orang yang mau dijemputnya lalu ia segera bergegas untuk mengangkat barang - barang mereka. Mereka terlebih dahulu mengantar Desi dan ibunya.


Sesampainya di rumah Desi, ia pun segera membereskan barang - barang bawaannya.


"Lohh apa ini ?" Desi terkejut melihat benda tersebut ada di dalam tasnya. Pasalnya ia tidak pernah membeli maupun meletakkan benda tersebut di dalam tasnya. Namun, ketika ia melihat sebuah tulisan di dalam kotak tersebut ia pun penasaran dan membacanya. Seketika muncul senyuman tipis dari bibirnya. Ternyata Andhika yang membelikan hp tersebut untuknya.


Kakak sengaja membelikan ini untukmu supaya kita bisa komunikasi dan ngasih kabar setiap harinya. Di dalam hp ini udah kakak simpan nomor kakak. Jadi kalau kamu sudah membaca tulisan ini jangan lupa segera telpon kakak ya.


Kemudian ia segera mencari kontak Andhika di hp nya, namun sudah ia cari - cari tapi nama Andhika tidak juga ketemu melainkan hanya ada satu kontak yang tertera. Dengan penuh ragu - ragu ia pun segera menghubungi nomor tersebut.


Andhika mendengar nada dering hp nya berbunyi pertanda ada panggilan yang masuk. Setelah ia lihat ternyata muncul di layar dengan tulisan My Life. Ia pun tersenyum dan mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum !!!" sapa dari sana.


"Wa'alaikumussalam !!!" jawab Andhika.


"Apa ini benar dengan kak Andhika ?" tanyanya ragu - ragu.


"Kalau mendengar suaranya kira - kira ini siapa ?" ujar Andhika.


"Kalau dari suaranya sih ini kak Andhika".


"Ternyata kamu kenal suara kakak juga walaupun melalui hp. Ehh tunggu - tunggu, ngomong - ngomong kamu tau nomor kakak darimana ?" ujarnya dengan sedikit menggoda.


"Kan kakak bilang udah nyimpan nomor kakak di hp ini, awalnya udah aku cari - cari nama kakak cuma gak ada, hanya kontak ini yang ada jadi ini yang aku hubungi" papar Desi.


"Kok bisa gak ada ? Lalu kontak yang kamu hubungi ini pake nama apa ?" tanya Andhika pura - pura tidak tau dan nada yang sedikit jahil.


Seketika Desi malu menjawabnya.


"Nama kontaknya My Love" jawab Desi.


"Apa - apa ? Kata terakhirnya apa ? Kakak gak dengar soalnya sedikit kurang jelas mungkin karena jaringannya lagi gak bagus" jawab Andhika sedikit iseng.


"Love kak Andhika" ujarnya malu - malu.


"Love you too" ujar Andhika. Seketika muka Desi memerah mendengar ucapan Andhika.


Lalu, ia pun memutuskan sambungan secara sepihak karena ia tidak tau menjawab apa jika mendapat pertanyaan lagi dari Andhika, sedangkan Andhika sekarang sedang tertawa terbahak - bahak memikirkan ekspresi Desi.

__ADS_1


__ADS_2