
Sesampainya di sekolah, mereka berdua langsung menuju ke kantin untuk sarapan bersama.
Andhika langsung memesan 2 nasi gurih sebagai sarapan mereka pagi hari ini. Sambil menunggu pesanannya datang mereka berdua berbincang - bincang.
"Kenapa kamu tidak sarapan di rumah Des" ? tanya Andhika.
"Tidak ada apa - apa kok kak" jawab Desi dengan penuh ragu.
Andhika yang melihat ekspresi ragu dari Desi kembali bertanya, "Apa kamu ada masalah ? coba cerita padaku" kata Andhika.
"Aa.....aku dapat hukuman dari ibu kak, Aa.....aku tidak diperbolehkan untuk makan selama 3 hari" jawab Desi terbata - bata.
"Astaga kenapa ibumu tega berbuat seperti itu kepadamu, Apa kamu melakukan kesalahan" ? tanya Andhika dengan rasa penasaran.
Desi pun akhirnya menceritakan kejadian yang terjadi kemarin.
__ADS_1
"Aku tidak sengaja merusak baju ibu hadiah dari ayah sebagai kado ulang tahun ibu saat itu kak" jawab Desi sambil menangis. "Aku juga sudah minta maaf kepada ibu tapi ibu malah marah - marah dan mengatakan aku ini anak pembawa sial" jelas Desi.
"Apa aku ini benar - benar anak pembawa sial kak" ? tanya Desi.
Hussssttt.....kamu tidak boleh ngomong begitu (sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir Desi).
"Semua anak merupakan anugerah dan titipan dari Tuhan yang diberikan kepada setiap orangtua untuk dijaga dan disayangi" papar Andhika.
"Tapi kenapa ibuku selalu membenciku dan mengatakan aku ini adalah anak pembawa sial kak" ? tanya Desi lagi.
"Iya kak, aku berharap semoga ibu kembali seperti dulu lagi menyayangiku dengan tulus sebelum ayah pergi meninggalkan kami selama - lamanya" harap Desi.
"Kamu yang sabar ya Des, Kakak janji setelah tamat dari sini kakak akan melanjutkan kuliah dan belajar dengan giat supaya kakak cepat sukses dan bisa menjagamu serta membahagiakanmu suatu saat nanti" jelas Andhika.
"Aku juga akan melamar dan menikahimu nanti Des, Aku akan menggantikan setiap air mata kesedihan yang kamu rasakan dengan senyum kebahagiaan" batin Andhika.
__ADS_1
Kata - kata Andhika seketika terbesit di hati Desi. "Membahagiakanku ??? Maksud kak Andhika apa ? Apa kak Andhika punya perasaan kepadaku selain sebagai sahabat" ? batin Desi. "Tapi itu tidak mungkin mana mau kak Andhika denganku yang miskin ini lagian kak Andhika juga tidak pernah mengatakan perasaannya padaku selama ini. Astaga apa yang aku pikirkan" ? batin Desi dan membuang jauh - jauh pikirannya tadi.
"Baiklah, karena kamu tidak diperbolehkan makan di rumah jadi selama 3 hari kedepan aku akan mentraktirmu untuk sarapan dan makan siang di kantin, Oke" kata Andhika.
"Tidak usah kak, nanti merepotkan" jawab Desi.
"Tidak ada penolakan, ini bukan ajakan tapi perintah" jelas Andhika
"Terima kasih kak, aku janji suatu saat nanti aku akan membalas semua kebaikan kakak" kata Desi.
"Tidak usah (cukup kamu jadi pendamping hidupku di masa depan saja)" batin Andhika lalu tersenyum.
Beberapa saat kemudian, bel pun berbunyi. Akhirnya, mereka berdua masuk ke dalam kelasnya masing - masing.
Saat ini Desi sedang belajar ilmu ajaib apalagi kalau bukan mata pelajaran Kimia. Tinggal campur - campur jadi deh minuman segar (imajinasi author 🤣🤣🤣). Apalagi saat praktikum di laboratorium banyak larutan yang kelihatannya bisa di minum seperti larutan Tembaga (II) Sulfat seketika langsung terbayang P*p*i B**e, ada juga larutan Nikel (II) hidroksida langsung terbayang M**j*n rasa melon yang paling diminati saat Ramadhan.
__ADS_1
Tapi banyak yang beranggapan bahwa ilmu Kimia itu hanya untuk membuat bom. Padahal banyak kelebihan yang bisa dilakukan setelah mempelajari ilmu kimia dan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari seperti dapat membuat sabun, sunlight, parfum, dan lain - lain (aduhh imajinasi author jadi melenceng kemana - mana 🤣🤣🤣).