
Keesokan harinya di kediaman Sanjaya
Pagi - pagi sekali mereka bertiga sudah siap - siap karena jadwal keberangkatan mereka adalah pukul 06.30 WIB. Sebelum ke bandara mereka terlebih dahulu menjemput Desi dan ibunya. Tepat pada pukul 05.05 WIB mereka pergi sama - sama menuju Kuala Namu Internasional Airport. Mereka diantar ke bandara oleh sopir pribadi pak Bagas. Dimana pak Bagas duduk di bagian depan sebelah sopir, dibagian tengah ada Clara dan mommy nya, dan dibagian belakang ada Desi bersama ibunya.
Dalam perjalanan kali ini mereka menggunakan pesawat kebanggaan Indonesia yakni pesawat G*r*d* dimana jarak yang akan ditempuh menuju Osaka Itami Airport membutuhkan waktu sekitar 9 jam. Sebelum berangkat, Clara menelpon kakaknya untuk mengabari jadwal keberangkatan mereka.
Di dalam pesawat, Desi dan ibunya tak pernah berhenti memanjatkan doa (Ya Allah lindungilah kami dan hindarkan kami dari mara bahaya) dan ini adalah kali pertama buat keduanya menaiki pesawat. Lain halnya dengan keluarga Sanjaya yang sudah sering naik pesawat baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Ada perasaan gugup dan bahagia dalam hati Desi karena sebentar lagi ia akan bertemu kembali dengan Andhika.
Sekitar pukul 5 sore waktu Jepang, Andhika segera bersiap - siap untuk menjemput mereka di bandara. Ia sudah memperkirakan jam kedatangan mereka yakni sekitar jam setengah 6 sore karena waktu di Jepang lebih cepat 2 jam dari waktu Indonesia. Sesampainya di bandara, ia pun duduk sambil menunggu kedatangan mereka.
Tiba saat yang dinanti - nanti akhirnya mereka berjumpa juga setelah 15 menit Andhika menunggu. Clara langsung berlari untuk memeluk kakaknya.
"Ehhh sudah - sudah masih banyak orang lain, kamu kira hanya kamu yang kangen sama kakakmu" ujar ibunya berlaga akting sebal.
Kemudian, Andhika gantian berpelukan dengan daddy dan mommy nya melepas rindu karena sudah setahun tidak jumpa.
__ADS_1
Namun, pelukan itu langsung lepas setelah mendengarkan ucapan dari Clara.
"Pokoknya kakak harus bawa aku jalan - jalan keliling kota ini jangan ada destinasi yang sampai terlewatkan kalau bisa satu negara ini sekalian" ucapnya dengan heboh.
"Iya adikku yang bawel" seraya mencubit pipi adiknya.
"Sebaiknya kita langsung ke rumah karena kalian semua pasti capek selama di perjalanan" ujar Andhika.
"Lohh tunggu dulu son kan kamu sendiri yang minta diajakin Desi kesini kok sekarang malah dianggurin" ujar Daddy nya dengan nada yang sedikit jahil.
"Gak usah malu - malu" ujar daddy nya lagi. Kemudian mereka saling berpandangan satu sama lain namun belum ada kata - kata yang keluar atau pergerakan sedikit pun.
"Kalau gitu sini kunci mobilmu biar kami duluan kesana sambil menunggu kalian".
Kemudian, Andhika memberikan kunci mobilnya kepada daddy nya ia juga tak lupa mencium tangan ibunya Desi.
__ADS_1
Saat ini hanya tinggal mereka berdua lantas Andhika membuka suaranya.
"Apa kamu gak kangen sama kakak" ujarnya.
"Hmm.....kangen kak" ucapnya malu - malu.
"Kalau kangen kok masih diam terus ?"
"Sini peluk kakak" ujarnya seraya merentangkan kedua tangannya.
Karena tidak ada juga pergerakan dari Desi akhirnya Andhika sendiri yang duluan memeluk Desi. Seketika jantung mereka saling berlomba - lomba berdetak dengan cepat. "Astaga kenapa seperti ini lagi" batin Desi. Namun tidak berapa lama Desi melepaskan pelukan mereka karena ia takut Andhika mendengar detak jantungnya.
"Kenapa ?" tanya Andhika.
"Gak ada papa kak, sebaiknya kita langsung ke mobil juga takut mereka terlalu lama menunggu" ujar Desi dan langsung diangguki oleh Andhika.
__ADS_1