Masih Adakah Kesempatan ???

Masih Adakah Kesempatan ???
Masalah Baru


__ADS_3

2 bulan berlalu setelah kepergian Andhika ke Jepang, kini Desi sedang mengurus ibunya yang sedang sakit. Ia pun bertekad dalam hati untuk mencari pekerjaan supaya bisa membantu biaya ibunya untuk berobat. Ia tidak mau lagi meminta bantuan kepada keluarganya Andhika karena selama ini mereka sudah cukup membantu biaya hidup dirinya dan juga ibunya.


"Ibu harus berobat ke rumah sakit" kata Desi.


"Berobat pakai apa ? memangnya kamu punya uang" ? jawab ibunya dengan nada merendahkan.


"Aku akan bekerja dan mencari pinjaman bu, aku tidak tega melihat ibu terus - terusan menahan rasa sakit seperti ini" imbuh Desi.


"Halahhhhh bilang aja kamu senang ibu beginikan jadi tidak ada lagi yang bisa memarahi dan menyuruhmu ini dan itu" sarkah ibunya.


"Tidak seperti itu bu, aku lebih baik dimarahi dan disuruh ibu daripada aku harus melihat ibu seperti ini. Aku takut kehilangan ibu karena ibu satu - satunya yang aku punya di dunia ini" jawabnya sambil menangis.


"Aku akan melakukan apapun demi kesembuhan ibu" paparnya lagi.


"Hmhmm alasan" jawab ibunya (namun sebenarnya ada rasa tersentuh dihatinya mendengar ucapan putrinya yang begitu tulus ketika mengucapkan kata - kata tersebut).

__ADS_1


"Kalau begitu ibu istirahat dulu ya, mulai hari ini aku akan mencoba mencari pekerjaan yang bisa ku lakukan setelah pulang sekolah" ujarnya kemudian meninggalkan ibunya.


Setelah kepergian Desi, air mata ibunya pun mengalir dengan deras begitu saja. Ia merasa bersalah atas apa yg ia lakukan selama ini terhadap putrinya karena selama ini ia masih tidak terima atas kepergian suaminya dan menyalahkan kejadian tersebut kepada putrinya.


"Maafkan ibu sayang" batinnya.


"Maafkan aku juga mas, aku telah menyia - nyiakan putri kita selama ini dan aku juga telah gagal menjadi ibu yang baik disebabkan karena keegoisanku" lanjutnya lagi dengan nafas yang terasa sesak.


•••••


"Permisi pak, disini kira - kira ada lowongan pekerjaan" ? tanya Desi kepada salah seorang petugas yang bekerja di restoran tersebut.


"Waduhh maaf dek saya kurang tau soalnya saya juga baru kerja disini" ujarnya.


"Coba kamu tanya ke dalam siapa tau ada lowongan yang tersedia" saran bapak tersebut.

__ADS_1


"Baik pak, terima kasih" (sambil menganggukkan kepalanya) jawab Desi.


Kemudian, ia masuk ke dalam dan salah seorang petugas yang bekerja di tempat tersebut mengantarkannya bertemu dengan pak Raka sang pemilik rumah makan.


"Permisi pak, apakah disini sedang buka lowongan pekerjaan ? tanya Desi dengan sopan.


"Maaf dek disini sedang tidak ada lowongan pekerjaan cuma kalau hari Sabtu dan Minggu berhubung pelanggan selalu banyak yang datang jadi petugas kami agak kewalahan mungkin pada hari itu kamu bisa bekerja disini. Apakah kamu bersedia" ? tanya bapak sang pemilik rumah makan tersebut.


"Iya pak, saya bersedia" jawabnya dengan antusias. Kira - kira tugasnya nanti dibagian apa ya pak" ? tanya Desi.


"Kamu nanti bisa membantu dibagian bersih - bersih seperti mencuci piring" jelas pak Raka.


"Ohh tidak apa - apa pak, saya bisa kok" ujarnya.


"Baiklah kalau begitu, kamu saya terima bekerja disini. Semoga kamu betah dan dapat bekerja dengan baik dan maksimal" jelas bapak itu lagi.

__ADS_1


"Terima kasih banyak pak, saya akan bekerja dengan sebaik mungkin" jawabnya sambil membungkukkan badan.


__ADS_2