Masih Adakah Kesempatan ???

Masih Adakah Kesempatan ???
Ayah, I Love You


__ADS_3

Flashback on


"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya" ujar Bayu suaminya Mira.


"Iya mas, hati - hati di jalan ya dan jangan ngebut - ngebut" pesan Mira sambil mencium tangan suaminya.


"Iya sayang" jawab Bayu seraya menaiki motornya. Lalu melajukan motornya menuju tempat kerja.


Di tengah perjalanan, Bayu merasakan dadanya agak sesak lalu ia berhenti sejenak. Setelah beberapa menit, ia kembali melanjutkan perjalanannya. Tidak lama kemudian rasa sesak itu muncul lagi dan lebih sakit dari yang pertama sehingga ia pun tidak dapat menahan rasa sakit itu lagi dan tiba - tiba pandangannya kabur.


Di tempat lain, Mira sedang menyuapi putrinya bernama Desi. Desi adalah buah hati dari Bayu dan Mira yang lahir 5 tahun yang lalu. Keduanya sangat menyayangi Desi walaupun anaknya terlahir dengan keadaan fisik yang kurang sempurna yakni indra penglihatan anaknya tidak berfungsi dengan baik. Tanpa ada sebab tiba - tiba foto pernikahannya jatuh, rasa khawatir seketika muncul di dalam hatinya. "Semoga tidak terjadi apa - apa denganmu mas" batinnya.


Setengah jam kemudian


Tiba - tiba Hp Mira berdering pertanda ada panggilan yang masuk. Lalu, ia segera menjawabnya.


"Halo, selamat pagi !!!" ujar seseorang.


"Halo, selamat pagi juga !!!" jawab Mira. "Ini dengan siapa ya ?" tanyanya.


"Apa ini benar dengan bu Mira ?" tanya orang tersebut.

__ADS_1


"Iya benar ini saya sendiri" jawabnya.


"Maaf sebelumnya bu, saya dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan bahwa suami ibu yang bernama pak Bayu mengalami kecelakaan setengah jam yang lalu dan saat ini beliau sedang ditangani di rumah sakit Adam Malik" papar orang tersebut.


Jedaaaarrrr......Bagai disambar petir mendengar kabar tersebut, tiba - tiba Mira merasa lemas dan tidak berdaya. "Ya Tuhan, tolong selamatkan suamiku" batinnya. Kemudian ia segera bersiap - siap berangkat ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, ia segera menanyakan ruangan suaminya dirawat.


Beberapa menit kemudian, ia pun mengetahui dan segera memasuki ruang perawatan suaminya.


"Mas, apa yang terjadi ? kenapa bisa begini ?" tanya Mira dengan nada yang khawatir sambil memeluk suaminya.


"Tidak ada apa - apa sayang" jawabnya.


"Baik mas" jawabnya seraya pergi mencari kertas dan pulpen tersebut.


Setelah Mira mendapatkannya lalu ia berikan kepada suaminya.


Kemudian Bayu menulis surat untuk anaknya sambil meneteskan air matanya.


"Tolong kamu simpan baik - baik surat ini ya sayang, kelak kamu harus memberikan ini kepada anak kita" ujarnya dengan suara yang pelan.

__ADS_1


"Iya mas" jawab Mira dengan mata yang berkaca - kaca.


"Nanti kalau aku sudah tiada, tolong donorkan mataku kepada anak kita ya sayang supaya dia bisa melihatmu dan melihat dunia ini" ucapnya dengan dada yang terasa sesak.


"Hussssttt.....jangan bicara seperti itu mas, kamu harus kuat dan bertahan demi aku dan anak kita" ujarnya sambil menangis.


Namun, tak lama kemudian takdir berkata lain mereka harus benar - benar berpisah untuk selamanya. Sebenarnya Bayu sudah tau kalau ia mempunyai masalah di bagian jantungnya. Namun, ia tidak mau memberitahukan hal tersebut karena ia takut akan membebani istri dan anaknya.


Flashback end


Tiba - tiba Mira teringat sesuatu yang sudah lama ia simpan dengan baik - baik.


"Sebentar ya sayang ibu ada sesuatu yang mau ibu berikan kepadamu" ujar Mira kepada Desi. "Ini ada surat dari almarhum ayahmu" kata Mira sembari memberikan surat tersebut kepada Desi.


Untuk Desi, putriku.


Maafkan ayah yang tidak berguna ini ya nak, semenjak kamu lahir ke dunia ini dan sampai sekarang ayah belum pernah memberikanmu hal yang berharga. Ayah memang orang yang tidak berguna tapi ayah mohon jangan membenci ayah ya nak walaupun ayah merasa sudah gagal merawat dan membesarkanmu dengan baik. Sebagai permintaan maaf ayah, Ayah akan mendonorkan mata ayah kepadamu sebagai kenang - kenangan dan hal yang paling berharga yang pernah bisa ayah kasih kepadamu supaya kamu bisa seperti anak - anak normal lainnya dan kamu bisa melihat indahnya dunia ini. Jaga ibumu baik - baik ya nak, ayah akan selalu mendoakanmu supaya nanti kamu jadi orang yang sukses dan berguna bagi orang lain. Sekali lagi jangan membenci ayah ya, Ayah mencintaimu nak.


Bagai air yang mengalir deras begitu juga lah dengan air mata Desi saat ini. Ia terus menangis dan tidak bisa berhenti setelah membaca surat dari ayahnya.


"Aku tidak pernah membenci ayah, kasih sayang yang sudah ayah berikan kepadaku itu jauh lebih berharga daripada uang ayah.

__ADS_1


Terima kasih atas hadiah yang sudah ayah berikan, aku berjanji tidak akan menyia - nyiakan apa yang telah ayah berikan. Semoga ayah tenang dan bahagia di alam sana. Aku juga menyayangimu ayah, I Love You" batinnya sambil terisak - isak.


__ADS_2