
Waktu terus berjalan dengan cepat dan tanpa terasa sudah 10 bulan berlalu, sekarang Andhika lagi sibuk - sibuknya mempersiapkan keperluannya untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Dalam hatinya ada rasa senang dan juga ada rasa sedih. Senang karena dirinya semakin dekat dengan impiannya dan juga sedih karena sebentar lagi dia akan jauh dari Desi.
Andhika akan melanjutkan kuliahnya ke negeri matahari terbit dan bunga sakura bermekaran yakni negara Jepang tepatnya di Kyoto University karena sebenarnya Andhika sudah mendapatkan beasiswa untuk kuliah di kampus tersebut dan sekarang hanya menunggu jadwal perkuliahannya saja.
Di depan perpustakaan, Desi dan Andhika duduk sambil berbincang - bincang.
"Kak, ngomong - ngomong nanti mau lanjut kuliah kemana" ? tanya Desi dengan penasaran.
"Kenapa ? Apa kamu takut kalau berjauhan denganku" ? canda Andhika.
"Ehhhhehh tidak kak, hanya pengen tau saja" (sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal).
"Kalaupun kamu jawab iya juga tidak apa - apa kok (seraya tersenyum sambil menunjukkan senyum p*p**d**t), hmmhm aku mau melanjutkan kuliahku ke Jepang Des, gmna pendapatmu ? tanya Andhika dengan penasaran ingin melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Desi.
"Haaa ?? Jepang ?" (terkejut seraya mata melotot dan posisi mulut terbuka).
"Kenapa kamu terkejut Des" ? ujar Andhika.
"Ehhh tidak apa - apa, aku hanya tidak menyangka kakak bakalan punya rencana kuliah kesana aku pikir kakak bakalan kuliah disini" papar Desi
"Apa kamu keberatan aku kuliah kesana ? Kalau kamu keberatan aku nggak akan ngambil kuliah kesana" lanjut Andhika.
"Ehhh jangan kak (sambil menggeleng - gelengkan kepalanya tanda tidak setuju) aku nggak mau jadi penghalang dalam menggapai cita - cita kakak, justru aku harus mendukung kakak" jelas Desi walaupun sebenarnya di dalam hatinya ada rasa tidak merelakan karena mereka akan berpisah jauh.
"Iya Des, aku pengen secepatnya bisa sukses, kamu bantu doa ya supaya nanti kuliahku disana bisa lancar " (supaya bisa melamar dan menikahimu sesegera mungkin) batin Andhika.
"Iya kak (sambil menganggukkan kepalanya) aku pasti akan mendoakan kakak. Kalau nanti kakak sudah jadi kuliah disana jangan lupakan aku ya kak" ucapnya dengan nada sedih.
__ADS_1
"Pasti Des, aku tidak akan bisa melupakanmu. Kamu juga baik - baik disini ya jangan telat makan dan fokus belajarnya" pesan Andhika seraya memeluk Desi.
••••••
Sehari sebelum keberangkatan Andhika ke Jepang, dia mengajak Desi keliling kota Medan untuk menghabiskan waktu bersama.
Saat ini mereka sedang duduk di alun - alun kota sambil menikmati suasana sore di tempat tersebut.
"Kakak kenapa" ? tanya Desi yang menatap Andhika yang sedang melamun.
"Kak ?" panggil Desi kembali sambil menggoyangkan bahu Andhika karena tidak menyahut pertanyaan Desi.
"Ehhheh maaf dek, kakak tadi melamun".
"Apa yang kakak pikirkan" ? tanya Desi.
"Aku juga pasti akan merindukan kakak" ujar Desi.
•••••
Hari ini adalah tepatnya hari keberangkatan Andhika untuk pergi ke Jepang. Andhika diantar ke bandara oleh kedua orangtuanya, Clara, dan juga Desi.
"Kak, kalau pulang dari sana nanti jangan lupa bawa oleh - oleh ya" pesan Clara (dengan menunjukkan senyum manisnya).
"Kamu ini ya, dasar" kata Andhika (sambil mengacak - acak rambut adiknya). "Seharusnya kamu doakan kakak supaya kuliahnya lancar dan bisa secepatnya pulang" lanjut Andhika.
"Pasti dong kak" (sambil menganggukkan kepalanya) jawab Clara.
__ADS_1
"Kamu hati - hati disana ya son dan fokus belajarnya" pesan Bagas ayahnya Andhika.
"Iya dad" jawab Andhika lalu mencium tangan ayahnya.
"Kamu juga baik - baik disana ya sayang dan jangan lupa kabari kesini kalau sudah sampai" tutur Kirana (sambil memeluk anaknya).
"Pasti mom" ujarnya.
"Daddy dan mommy juga sehat - sehat disini ya" lanjut Andhika.
"Iya son, iya sayang" jawab daddy dan mommy nya secara bersamaan.
Kemudian Andhika berbalik menghadap Desi.
"Kamu tidak ingin mengucapkan apa - apa untukku" ? tanya Andhika.
(Hening) tidak ada jawaban dari Desi, justru Andhika sekarang sedang melihat Desi dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
"Jangan sedih kakak hanya pergi sebentar bukan pergi meninggalkanmu selama - lamanya" jelas Andhika sambil memeluk Desi. "Jangan buat kakak semakin sulit untuk meninggalkanmu disini" lanjutnya lagi.
"Siapa lagi nanti yang akan membantuku kalau ada masalah kak" ? kata Desi sambil menangis.
"Tenang ada daddy, mommy, dan juga Clara yang akan membantumu dan jangan lupa Tuhan selalu ada bersama kita" papar Andhika.
"Sudah - sudah jangan menangis lagi semuanya akan baik - baik saja" (seraya menghapus air mata Desi).
Kemudian Andhika pamit (sambil melambaikan tangan kepada semuanya dan begitu juga sebaliknya).
__ADS_1