Masih Adakah Kesempatan ???

Masih Adakah Kesempatan ???
Cari Pinjaman


__ADS_3

Di ruangan dokter, Desi duduk dengan perasaan yang cemas dan gelisah untuk menunggu penjelasan dari sang dokter.


"Sebelumnya apa kamu pernah membawa ibumu ke rumah sakit ?" tanya sang dokter.


"Tidak dok, Memangnya kenapa dok ?" ujar Desi.


"Hmm, begini dek. Ibumu mempunyai masalah serius di bagian ginjalnya dan sekarang ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi lagi. Jadi, jalan satu - satunya kita harus melakukan tindak operasi" papar sang dokter.


Deg.... Seketika Desi langsung lemas mendengar penjelasan dokter.


"Apa ibu saya masih bisa disembuhkan dok ?" tanyanya dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


"Kita hanya bisa berusaha memberikan perawatan terbaik untuk ibumu semuanya bergantung pada kuasa Tuhan, tapi secepatnya kita harus menemukan orang yang mau mendonorkan ginjal untuk ibumu agar operasinya bisa segera kita lakukan".


kata sang dokter.


"Kira - kira biayanya berapa ya dok ?" tanyanya lagi.


"Sekitar 75 juta, tapi coba nanti pastikan lagi di bagian administrasi" kata sang dokter.


"Baik dok akan saya usahakan" jawab Desi. "Astaga biayanya sangat mahal, dari mana aku bisa dapat uang sebanyak itu" batinnya.

__ADS_1


•••••


Saat ini, ia sedang berjalan dengan langkah kaki yang tidak punya arah dan tujuan. Ia terus berpikir keras gimana cara dapatin uang sebanyak itu.


"Apa aku minta bantuan saja sama keluarga kak Andhika ya ?" (sambil berpikir dan merenung). Ahh, tidak - tidak (seraya menggelengkan kepalanya). "Aku tidak mau merepotkan dan membebani mereka lagi" batinnya.


Tiba - tiba ia terkejut karena mendengar bunyi klakson dari sebuah mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi. Mobil tersebut terus melaju dan kecelakaan pun tidak dapat dihindari. Akhirnya mobil tersebut menabrak sebuah pohon.


Desi yang melihat kejadian tersebut kemudian menghampiri sang pengemudi. Naasnya sang pengemudi ternyata sudah dipenuhi dengan lumuran darah dan seketika pengemudi tersebut langsung tidak sadarkan diri. Akhirnya, Desi bergegas mengeluarkan sang pengemudi dari mobil tersebut dan membawanya ke rumah sakit untuk segera ditolong.


Sesampainya di rumah sakit, ia pun meminta bantuan kepada salah satu seorang suster. Kemudian, suster tersebut memanggil salah seorang dokter.


"Apa kamu adalah keluarga dari korban ?" tanya sang dokter kepada Desi.


"Hmm, bisa kamu hubungi salah satu anggota keluarganya ? supaya korban dapat kita tangani langsung" tanya dokter kembali.


Seketika ia teringat kepada ayahnya yang tidak tertolong dari kecelakaan dulu.


"Begini saja dok, saya bersedia menandatangani surat persetujuan mewakili keluarga korban supaya korban bisa segera ditangani" jelasnya.


"Baiklah kalau begitu, suster segera siapkan segera ruangan operasi" perintah sang dokter.

__ADS_1


•••••


Saat ini, ia sedang bergerak menuju ke arah rumah korban. Ia mendapatkan alamat tersebut dari dompet yang ada di dalam saku korban. Korban kecelakaan tersebut bernama Surya Permana.


Sesampainya ia di depan gerbang rumah, ia bertanya kepada satpam yang berjaga di tempat tersebut.


"Permisi pak, apa ini benar kediaman Surya Permana ?" tanya Desi.


"Benar dek, ngomong - ngomong adek ini siapa ya dan ada keperluan apa mencari tuan muda Surya ?" jawab satpam tersebut.


"Saya Desi pak tadi saya menolong tuan bapak yang mengalami kecelakaan sekitar 1 jam yang lalu" papar Desi.


"Astaga apa yang terjadi dengan tuan muda" batin pak satpam.


"Baik dek, saya akan sampaikan dulu kepada nyonya dan tuan besar" kata satpam tersebut (seraya berlari ke dalam rumah).


"Tuan, nyonya, di depan ada seseorang yang mengatakan bahwa tuan muda Surya mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit" kata satpam tersebut dengan nafas yang memburu.


"APA ???" jawab Rian dan Rani secara bersamaan seraya terkejut mendengar berita yang baru saya mereka dengar.


"Sekarang keadaannya gimana ? tanya Rian kepada satpam dengan nada yang khawatir.

__ADS_1


"Saya kurang tau tuan, orang yang mengatakannya tadi masih di depan gerbang" ujarnya.


"Ayo pa kita ke rumah sakit sekarang" ajak Rani dengan nada yang panik kepada Rian dan langsung diangguki oleh sang suami.


__ADS_2