
Tak terasa sudah 3 tahun berlalu, saat ini Desi sedang menjalani kuliahnya di fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara. Ia mendapatkan beasiswa KIP-K di kampus tersebut. Sementara Andhika sudah menyelesaikan kuliahnya. Ia akan segera pulang dan melamar Desi untuk menjadi istrinya.
Sebelumnya, Desi juga sudah mengakui perasaannya kepada Andhika.
Kepulangannya kali ini tidak ia beritahu karena ia berencana ingin memberikan kejutan kepada keluarganya dan juga Desi.
Saat ini, Andhika sedang berada di Osaka Itami Airport. Ya hari ini ia akan pulang ke Indonesia.
Sesampainya di bandara Kuala Namu ia pun memesan taksi karena tidak ada sopir yang menjemput supaya kejutannya berhasil.
Selama di perjalanan menuju rumah ia pun senyum - senyum sendiri memikirkan ekspresi mereka nantinya.
Saat ini mobil yang ia tumpangi sudah berhenti tepat di depan pagar rumah. Kemudian, ia menurunkan kaca mobil dan segera menyuruh satpam yang berjaga di tempat tersebut untuk membukakan pagar.
"Pak tolong bukain pagarnya" ujar Andhika.
Seketika pak satpam terkejut melihat kedatangan Andhika. Pasalnya baru pertama kali ini ia melihat Andhika naik taksi online dan tidak dijemput dari bandara.
"Pak....." panggil Andhika lagi.
"Ehh...iya den. Maafkan bapak ya" lalu ia segera membukakan pagar.
Setelah membayar ongkosnya, ia pun segera turun dari mobil. Kemudian ia memencet bel rumah.
Ting...nong....ting....nong
Di dalam rumah, sepasang suami istri sedang santai - santai sambil menonton TV. Kirana yang mendengar bunyi bel rumah seketika memanggil asisten rumah tangga mereka untuk membukakan pintu.
"Bi....bibi tolong bukain pintu" panggilnya.
"Bibi...." ulangnya lagi. Namun, orang yang ia panggil tidak muncul juga.
__ADS_1
"Kemana sihh bibi ini" kesalnya.
"Mungkin lagi sibuk di dapur ma" sahut suaminya tanpa menoleh sedikitpun karena keasyikan nonton.
"Tidak mungkin pah, kalau bibi di dapur pasti ia dengar"
"Ohh iya, aku lupa ma tadi bibi ke luar untuk berbelanja" ujarnya seraya menepuk jidatnya.
"Aduh kenapa gak dari tadi sih pah ngomongnya ?"
"Namanya juga lupa ma hehehe" ujarnya tanpa merasa berdosa.
"Ini juga siapa sih yang memencet bel rumah, gak sabaran kali dari tadi mencet terus" gerutunya.
Kemudian, ia berjalan mendekati pintu dan segera membukanya.
ceklek....
Seketika ia terkejut melihat orang yang sedang berdiri di depannya. Andhika saat ini sedang membuka kacamatanya kemudian tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya.
"Pahhh, sini dulu pah"
Bagas yang mendengar suara istrinya memanggil ia pun segera mendekatinya.
"Ada apa m....? ucapannya terpotong kala melihat orang yang berdiri di depannya. Namun, reaksi yang ia tunjukkan berbeda dengan istrinya. Ia segera memeluk putranya.
"Apa kabar son ? kok tidak ngabari daddy kalau hari ini kamu pulang dari Jepang".
"Iya dad, Andhika sengaja gak beritahu biar jadi kejutan".
Seketika terdengar suara tepuk tangan.
__ADS_1
"Bagus, bagus sekali sayang. Rencanamu ternyata berhasil, mommy bisa - bisa masuk rumah sakit karena ulahmu. Dasar anak durhaka" ujarnya seraya menjewer telinga Andhika.
"Ampun mom, Andhika salah apa ?"
"Ohh kamu masih berani nanya kamu ini salah apa ?" ujarnya tanpa melepaskan tangannya dari telinga Andhika.
"Sudahlah ma, yang penting Andhika sudah pulang. Apa kamu gak senang ?"
"Mama gak senang pah, lebih baik anak durhaka ini tidak usah pulang" ujarnya cuek padahal dalam hatinya ia sangat senang akan kedatangan anaknya.
"Mom, maafkan Andhika ya lain kali pasti Andhika kabari kalau ingin pulang".
Mommynya masih terdiam dan belum menjawab.
"Mom....please !"
"Oke mommy maafkan tapi dengan satu syarat"
"Lohh kok pakai syarat segala mom" protesnya.
"Mau atau tidak ?"
"Iya, mau mom" jawabnya seraya menganggukkan kepalanya.
"Kamu tidak boleh lagi balik ke Jepang, kamu harus selamanya tinggal disini"
"Oke, siap mom" ujarnya dengan cepat karena ia memang sudah berencana akan tinggal di Indonesia untuk selamanya.
"Berarti mommy sudah memaafkanku kan ?"
"Hmhmm" jawab mommy nya sambil menganggukkan kepala.
__ADS_1
Kemudian ia dan mommynya saling berpelukan melepas rindu.
"Sudah - sudah masih ada orang lain disini" ujarnya dengan rasa cemburu.