
Hari ini adalah hari keberangkatan mereka ke kota Malang. Sebelumnya Desi tidak berani meminta izin kepada ibunya bukan karena ia takut dimarahi tapi karena ia takut meninggalkan ibunya sendirian. Namun, karena ini adalah kemauan Mita jadi Mita juga bersedia meminta izin kepada ibunya Desi.
Flashback on
"Assalamu'alaikum !!!" sapa mereka sama - sama.
"Wa'alaikumussalam, ehh ada nak Mita juga. Silahkan masuk. Mau dibuatkan apa nih biar ibu ambilkan ?"
"Gak usah repot - repot bu saya hanya sebentar kok" ujarnya.
"Lohh kok buru - buru nak Mita ?"
"Iya bu saya kesini karena ada sesuatu yang mau diomongin sama ibu"
"Mau ngomong apa nak Mita ?"
"Begini bu, 2 hari yang lalu aku dan Desi makan siang bareng bersama kak Surya jadi kak Surya mengajak kami jalan - jalan ke kota Malang bu, apa ibu mengizinkan Desi untuk ikut kesana ?"
"Oalah ibu kirain tadi mau bicarain apa, kalau itu mah tergantung Desi tapi ibu gak bisa kasih uang buat kesana"
"Tenang bu kalau masalah itu udah aman karena kak Surya yang biayai" ucapnya sambil tersenyum karena sudah mendapat izin.
"Ibu gak papa ditinggal sendirian ?" ucap Desi dengan perasaan yang cemas.
"Gak apa - apa sayang, pergi saja. Oh iya berapa hari kalian di Malang ?" tanya ibunya.
"Hanya 2 hari bu" jawab mereka dengan kompak.
Flashback end
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju Kuala Namu Internasional Airport. Mereka di antar oleh sopir pribadi pak Rian ayahnya Surya. Sesampainya di bandara mereka langsung melakukan check-in lalu menuju gate sesuai dengan yang tertera di tiket mereka sambil menunggu boarding pass. Mereka akan terbang dengan pesawat G*r*d* pada pukul 06.30 WIB.
Di dalam pesawat, Mita merasakan hal yang sama seperti yang dialami Desi dulu ketika menaiki pesawat untuk pertama kalinya yaitu perasaan cemas dan bahagia. Begitu juga dengan Desi, ia masih tetap merasa cemas walaupun tidak secemas waktu pertama kali naik pesawat.
Setelah menempuh perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam akhirnya mereka sampai di bandara Abdurrahman Saleh. Lalu, mereka bersiap - siap untuk berangkat menuju hotel S*i*s B*l*n* yang sudah dipesan sebelumnya. Surya memesan 2 kamar yaitu 1 kamar untuknya dan 1 kamar lagi untuk Desi dan Mita.
"Akhirnya sampe juga" ujar Mita dengan nafas yang lega setelah sampai di kamar hotel.
__ADS_1
Siang harinya sekitar jam 13.10 WITA mereka bersiap - siap melakukan perjalanan untuk menjelajahi kota Malang.
Tujuan mereka kali ini adalah Flora Wisata San Terra. Perjalanan menuju kesana hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit.
Sesampainya di tempat tersebut, Mita dibuat terkagum - kagum.
"Ma Sya Allah, indahnya" gumam Mita. "Serasa lagi di luar negeri" ujarnya kepada Desi.
"Kayaknya lebih bagus pemandangan ini deh Mit daripada waktu aku di Jepang".
(Nah kan apa aku bilang, Indonesia itu punya objek wisata yang luar biasa) batin author 😂.
Selesai menikmati pemandangan di Flora Wisata San Terra, selanjutnya mereka menuju ke museum angkut yang terletak di kota Batu.
Setelah puas berjalan - jalan di tempat tersebut ternyata saat ini jam sudah menunjukkan pukul 19.15 WITA.
"Lohh kok cepat kali kak ?" ujar Mita.
"Iya supaya kita bisa melihat gunung Bromo waktu sunrise, nanti kalian harus cepat - cepat tidur supaya badan fit waktu kita ke Bromo" jelasnya.
"Oke, siap kak" jawab mereka serentak.
Sesampainya di hotel, mereka pun masuk ke kamar masing - masing dan langsung tidur.
•••••
Keesokan harinya
Sekitar jam setengah 1 mereka berangkat ke Bromo naik mobil Jeep yang sudah mereka sewa.
Di dalam mobil, Desi dan Mita asyik mengobrol.
"Des, kamu dengar sesuatu gak ?"
__ADS_1
"Suara apa Mit ?"
"Coba dengarkan baik - baik"
"Suara apa Mit, kamu jangan nakut - nakuti aku dong" ujarnya sampai bulu kuduknya berdiri.
"Iya ada loh Des masa kamu gak dengar. Itu loh semacam ada suara yang berperang di dalam sini" ujar Mita seraya menunjuk perutnya.
"Astaga kirain suara apa, itu artinya kamu masuk angin zeyenkk".
"Aku kira lagi ada perang dunia ke-3" ucapnya tanpa merasa bersalah.
"Kamu ada bawa F*e*c*r* gak ? Minta dong ?"
"Ada nih" ujar Desi seraya memberikan benda yang diminta Mita.
"Baju kamu berapa lapis sih Des, kok kamu gak masuk angin ?"
"Tiga lapis Mit, kamu emang berapa ?"
"Astaga cuma 3, padahal aku yang pakai 5 lapis aja tapi tetap aja kedinginan".
Sesampainya mereka di gunung Bromo, cuaca semakin dingin. "Kamu harus kuat Mita, kamu sendirikan yang pengen jalan - jalan" batin Mita seraya menyemangati dirinya sendiri.
Tiba saat - saat yang mereka tunggu yaitu waktu sunrise.
"Ma sya Allah, luar biasa ciptaan-Mu" gumam Desi.
"Gimana puas gak jalan - jalan kesini ?" tanya Surya tiba - tiba.
"Puas banget kak, kapan - kapan ajak kita ke tempat yang lain lagi ya" ujar Mita sambil tersenyum
"Heee kamu ini, dasar. Bilang terima kasih kek" ucap Desi seraya mencubit tangan Mita.
Sementara sore harinya mereka berada di pantai Balekambang untuk menghabiskan waktu liburannya.
__ADS_1