
Saat ini Desi sedang berada di depan ruangan operasi tempat ibunya ditangani. Ia terus memanjatkan doa supaya operasi ibunya diberikan kelancaran. "Ya Allah sembuhkan dan selamatkanlah ibu hamba serta lancarkanlah proses operasinya" doanya dalam hati. Seraya menunggu operasinya selesai, ia juga terus dilanda rasa khawatir dan pemikiran yang tidak - tidak tapi pikiran tersebut segera dia buang jauh - jauh
kemudian kembali berpikir dengan hal - hal yang positif.
•••••
Setelah 2 jam menunggu akhirnya operasinya selesai. Desi yang melihat sang dokter keluar dari ruangan tersebut langsung menghampirinya.
"Dok, gimana keadaan ibu saya" tanyanya dengan penasaran.
"Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar. Saat ini pasien masih dalam keadaan tidak sadar karena obat biusnya belum habis. Setelah sadar nanti akan kita pindahkan ke ruang perawatan" papar sang dokter.
"Alhamdulillah, terima kasih ya dok" ujarnya.
"Sama - sama" ucap sang dokter lalu pergi meninggalkan Desi.
Sementara di ruangan lain, operasi Surya juga berjalan dengan baik. Saat ini, ia sudah dipindahkan ke ruang perawatan.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang" imbuh ibunya.
"Ibu siapa ya ?" tanya Surya.
__ADS_1
Deg.....Rian dan Rani selaku orangtua Surya terkejut mendengar ucapan anaknya. Rasanya sakit sekali ketika orang yang kita sayang tiba - tiba melupakan kita begitu saja.
"Aku ibumu sayang dan ini ayahmu (sambil menunjuk suaminya). Apa kamu tidak mengingat kami ?" tutur ibunya dengan perasaan yang sedih.
Kemudian, ia mencoba mengingat - ingatnya kembali namun juga tidak berhasil.
"Aduhh kepalaku sakit sekali" ujar Surya yang tiba - tiba merasakan kepalanya sakit.
"Jangan terlalu dipaksakan nak" ucap ayahnya. "Sudahlah ma ayo kita bicarakan dulu dengan dokter" saran Rian kepada istrinya. Kemudian mereka keluar untuk menenangkan diri dan menanyakan hal tersebut kepada dokter yang menangani anak mereka.
Saat ini mereka sedang duduk tepat di depan dokter yang menangani Surya.
"Apa yang terjadi dengan anak kami dok ?" tanya Rani kepada dokter.
"Kira - kira butuh berapa lama dok supaya anak kami ingatannya bisa kembali ?" tanya Rian.
"Semuanya tergantung dari kemauan anak bapak dan ibu serta orang - orang yang berada di sekitarnya. Jadi, saya sarankan supaya bapak dan ibu sering - sering melakukan hal - hal yang bisa memicu dan merangsang ingatannya kembali.
Namun, jangan terlalu dipaksakan karena ini juga demi kebaikan dari anak bapak dan ibu" ujarnya kembali.
"Baiklah dok, terima kasih atas sarannya" ujar keduanya secara bersamaan.
__ADS_1
•••••
4 hari kemudian
Mira ibunya Desi sudah dinyatakan sembuh oleh dokter dan sudah diperbolehkan pulang. Saat ini keduanya sedang berada di rumah tepatnya di dalam kamar tidur.
"Sayang, sini sebentar duduk di samping ibu" perintah Mira kepada anaknya sambil menepuk - nepuk tempat disebelahnya.
"Iya Bu, ada apa ?" tanya Desi.
"Terima kasih ya sayang kamu sudah membiayai pengobatan ibu dan maafkan juga semua kesalahan ibu padamu selama ini" ujarnya sambil menangis.
"Ibu....jangan menangis dan jangan berterima kasih kepadaku karena itu sudah menjadi kewajibanku (seraya menghapus air mata ibunya). Sebenarnya bukan aku yang membiayai operasi ibu tapi ada seorang bapak - bapak yang rela membiayai semua pengobatan ibu" imbuhnya.
"Siapapun itu pasti sudah takdir dari Allah, mungkin kamu sudah melakukan hal yang sangat besar yang tidak kamu sadari" ujarnya lalu memeluk anaknya dengan erat.
"Iya bu, semoga nanti aku bisa berjumpa dengan orang yang sudah bersedia membiayai pengobatan ibu dan mengucapkan terima kasih secara langsung kepada orang tersebut" jawab Desi.
"Ayahmu pasti sangat bangga kepadamu sayang" ujarnya.
"I...bu, apa I...bu bisa menceritakan alasan kenapa ibu berubah menjadi membenciku ?" tanya Desi sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Seketika Mira merasa sangat bersalah atas sikapnya selama ini. Lalu, ia pun menceritakan penyebab kenapa sikapnya tiba - tiba bisa berubah.