
Flashback on
"Ada sesuatu yang mau kakak omongin denganmu Des ?"
"Apa kak kelihatannya serius ?" ucap Desi seraya menatap wajah Andhika.
"Sebenarnya kakak tidak tau entah sejak kapan perasaan ini mulai muncul tapi saat ini kakak ingin menyampaikan kalau kakak mencintaimu. Setiap kali berada didekatmu pasti aku selalu nyaman dan jantungku selalu berdetak dengan kencang.
Deg..... seketika Desi terdiam namun perasaannya juga tidak bisa dibohongi. Saat ini jantungnya juga berdetak dengan kencang kala Andhika mengutarakan perasaannya.
"Bagaimana denganmu ? Apa kamu juga mencintaiku ?" tanyanya dengan ragu - ragu karena ia takut tidak sesuai dengan yang ia harapkan.
(Astaga aku harus jawab apa, aku tidak tau perasaan apa yang aku rasakan saat ini) batinnya.
"Aa...a....ku tidak tau kak" jawab Desi dengan perasaan yang gugup.
"Kenapa ? apa dihatimu sudah ada orang lain ?" tanya Andhika dengan perasaan yang semakin cemas.
"Tidak kak" jawabnya sambil menundukkan kepala karena tidak berani menatap wajah Andhika.
"Apa yang kamu rasakan ketika berada didekatku" tanya Andhika lagi dengan perasaan yang semakin tak menentu.
"Aku selalu nyaman ketika bersama kakak"
Seketika perasaan Andhika menghangat mendengar jawaban dari Desi.
"Apa selama satu tahun ini kamu tidak pernah merindukanku ?"
__ADS_1
"Aku selalu merindukan kakak sampai - sampai beberapa kali bayangan kakak selalu muncul dipikirkanku" ujarnya spontan.
Akhirnya, Andhika bisa bernafas dengan lega dan ia pun tidak bisa menyembunyikan senyuman dari bibirnya (itu artinya kamu juga mencintaiku) batinnya.
Flashback end
Seketika Andhika tersadar dari lamunannya.
"Untung aku sudah mengutarakan perasaanku padanya, setidaknya bebanku sudah berkurang sedikit walaupun ia masih malu untuk mengakui perasaannya juga padaku, tapi ini sudah lebih baik artinya masih ada harapan dan cintaku tidak bertepuk sebelah tangan" gumamnya.
•••••
Seminggu kemudian
Hari ini Desi kembali masuk sekolah setelah libur semesternya selesai. Ia sekarang sudah kelas XII dan ia kembali satu kelas lagi dengan Mita.
"Hai juga Mit, sini duduk" ujar Desi seraya menepuk kursi di sebelahnya.
"Yeee akhirnya kita bisa sekelas lagi" ujarnya dengan girang.
"Iya"
"Ehh kemarin waktu libur semester kamu kemana ?" tanya Mita.
"Aku liburan ke negeri matahari terbit"
"Haa ? daerah mana itu ?"
__ADS_1
"Negara Jepang" jawab Desi.
"Ohh Jepang. Haa JEPANG ?" ujarnya sambil mulut ternganga.
"Hussssttt jangan kuat - kuat nanti yang lain terganggu"
"Ehhh sorry - sorry, aku terkejut" (sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal).
"Elo sih liburannya gak tanggung - tanggung bisa sampe kesana. Gimana ceritanya ? kok kamu gak ngajak - ngajak aku ?" ucapnya dengan pura - pura sebal.
"Sebenarnya aku tidak ada rencana mau liburan kemana - mana. Lo tau sendirikan gimana keadaanku. Tiba - tiba saja adiknya kak Andhika mengajakku kesana katanya disuruh kak Andhika" papar Desi.
"Aduhh enak banget jadi kamu, aku jadi iri nih".
Kemudian Mita berdehem, ehemm...ehem... lalu menunjukkan senyum manisnya.
"Kamu kenapa ?" tanya Desi pura - pura gak tau.
"Ini nih teman yang gak pengertian, udah dikasih kode pun tetap gak paham" batin Mita.
"Hello kamu kenapa sih ?" tanya Desi lagi.
"Udah ahh kamu gak asik" ujarnya sembari berdiri beranjak dari duduknya.
"Ehh tunggu - tunggu, aku ada sesuatu untukmu". Kemudian Desi mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. "Ini yang kamu maksud kan ?" ujar Desi seraya menaikkan kedua alisnya.
Seketika Mita tersenyum dan memeluk Desi. "Ternyata kamu memang temanku yang terbaik dan pengertian. Terima kasih banyak ya Des".
__ADS_1
Ternyata Desi memberikan Mita oleh - oleh dari Jepang yaitu sebuah kipas lipat, gantungan kunci, dan alat tulis.