Masih Mencintai Mantan

Masih Mencintai Mantan
Cerai saja, Roger


__ADS_3

Pernikahan Lisa dan Roger berada diujung tanduk, setiap hari selalu ada pertengkaran, bukan tentang Nala tapi tentang banyak hal. Semakin hari suasana rumah seperti neraka, anak tidak terurus dengan baik, Roger sedang berusaha keras untuk menjalani rumah tangga dengan baik dan meminta Lisa untuk bersabar lagi, tapi Lisa sudah tidak ingin bersabar, dia semakin brutal menjadi isteri.


"Lisaaaa, aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk kamu dan anak kita!" Bentak Roger.


"Kamu cuma sandiwara, kamu tidak tulus!!" Lisa membalas bentakan Roger.


"Sayang tenangkan diri, ingat komitmen kita dulu, ingat apa yang salingkita tinggalkan" Nada Roger mulai merendah.


"Huuuhuuuuu, maaf maaf, aku tersulut emosi"


"Tidak apa-apa!"


Roger memeluk erat Lisa, dirinya dalam keadaan lemah, entah kenapa semuanya terasa berat, pristiwa demi pristiwa seoalah menjadi hukuman baginya. Masalah yang harus dihadapi buka hanya tentang belum bisa melupakan Nala, tapi tentang rumah tangganya juga. Lisa sering menuntut banyak hal untuk dirinya sendiri, sejauh ini Roger selalu menuruti apa yang diinginkan, sebagai bukti kalau dirinya tulus padanya. Namun, sering sekali Lisa tidak dapat melakukan hal tersebut.


Mereka sering mendiskusikan hal ini, menemui kesepakatan atau titik terang, tapi terulang lagi, terus begitu dalam satu tahun pernikahannya. Keduanya saling berusaha mempertahankan meskipun sering kali ingin menyerah, seperti halnya kali ini, namun Lisa memutuskan untuk bercerai saja, daripada bersama tapi saling menyakiti. Roger pun pada akhirnya menyanggupi, sebelumnya sempat menolak, tapi kalau itu demi kebahagiaan Lisa maka tidak apa-apa, Roger merasa gagal untuk membahagiakannya.


Roger menatap puteri kecilnya yang tengah tertidur pulas, begitu juga dengan Lisa, terlihat wajah lelahnya. Setelah melahirkan Lisa berhenti bekerja, memilih merawat puteri kecilnya. Terlihat juga beberapa jerawat di wajahnya, Roger merasa bersalah dan bingung harus melakukan apa. Tiba-tiba LIsa bangun dan menyadari Roger tengah memandangi mereka, dia pun menghampiri untuk menyuruhnya segera istirahat. Roger mengiyakan tanpa banyak bicara, dia segera berbaring untuk tidur.


***


"Sayang, maaf ya aku belum bisa seperti yang kamu mau" Ucap Roger.


"Aku juga minta maaf, nmari kita besarkan anak kita bersama walaupun tidak bisa mempertahankan rumah tangga"

__ADS_1


"Kalau itu yang buat kamu bahagia, lakukan saja, Lisa"


"Buat kamu juga kok"


Lisa yang mengajukan gugatan cerai, keduanya memilih tanpa didampingi kuasa hukum, dan sepakat mengikuti proses yang harus dilalui di pengadilan. Mereka masih serumah hingga akhir dari keputusan hakim, mengingat waktu pernikahan sebentar lagi maka berusaha untuk menjadi saling terbaik. Tidak ada lagi pertengkaran, kebiasaan-kebiasaan dulu saat saling jatuh cinta dilakukan lagi, seperti menyuapi, memeluk, jalan-jalan, dan lainnnya. Orang yang melihat kebersamaan mereka tidak akan pernah percaya kalau rumah tangganya berada diujung tanduk, sebelum Lisa mengajukan gugatan pun tidak pernah orang disekitarnya tahu keadaan sesungguhnya. Orang tahunya karir Roger makin meningkat, memiliki isteri cantik yang berawal dari cinta lokasi, memiliki puteri yang cantik, tempat tinggal serta kendaraan yang bagus, mapan finansial dan selalu harmonis.


Roger dikenal sangat menyayangi dan memanjakan Lisa, sedangkan Lisa dikenal sangat menghargai suaminya, selalu mendampinginya setiap saat. Betapa sempurnanya pernikahan mereka dimata orang-orang, Roger yang sedang mengingatnya pun tertawa bercampur sedih, betapa hebatnya mereka dalam berakting untuk menampilkan kebahagiaan?. Lisa sedang bersiap pergi, Roger pun bersiap mengantar, masih tidak percaya kalau ternyata kisah cintanya berakhir seperti ini, tapi dia berusaha menerima kenyataan tersebut.


***


Usai ke pengadilan untuk mendaftarkan gugatan cerai, mereka memilih untuk makan siang disalah satu kafe karena Lisa tidak sempat masak. Mereka banyak diam kemudian fokus menikmati hidangan yang dipesan, ada sepasang mata yang mengamati, Lisa yang menyadari segera membisikkan sesuatu pada Roger, Roger pun segera memastikan, tatapan pun saling temu.


"Kalian yang ada di pengadilan tadi?"


"Coba pikirkan lagi sebelum bercerai, kalau masalahnya bukan hal yang fatal, perbaikilah"


"Maksud ibu?"


"Jangan biarkan puteri kecil tidak mendapat figur yang sempurna dari Ayah dan Ibunya"


"Ibu, ini urusan kami dan pilihan kami" Lisa mulai ketus.


"Lanjutkan, bu" Sanggah Roger sembari menegur Lisa.

__ADS_1


"Kalaupun kalian berkomitmen membesarkan anak bersama, tetap figur kalian tidak akan sepenuhnya ada padanya. Lihatlah wajah mungilnya, senyumnya, dia masih membutuhkan sosok ayah dan ibunya lebih banyak."


Sang Ibu yang tak dikenal itu pergi berlalu, Lisa dan Roger terdiam dengan tatapan iba pada puterinya, sembari berpikir keras apa yang diucapkan ibu tersebut. Lisa mencoba merenungi apa saja kesalahan Roger, tidak ada alasan yang fatal hanya ketidak puasan saja, apa yang ada pada diri Roger diluar ekspektasi. Roger tidak pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga, tidak perenah selingkuh, bahkan tetap ingin hidup bersamanya meski dia masih mencintai mantan kekasihnya.


Roger berpikir keras apa yang masih kurang untuk Lisa? sejauh ini dia berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuannya, tidak peduli tentang rasa yang masih ada untuk Nala, baginya setelah menikah kewajiban utamanya membahagiakan Lisa. Dia terpikir untuk mencoba memperbaikinya sekali lagi, rumah tangganya masih bisa diselamatkan.


***


Sesampai di rumah, Lisa meminta agar puteri kecilnya diasuh sebentar oleh Roger, dia berlari ke kamar dengan air mata yang siap tumpah.  Roger menenangkan puterinya, setelah dirasa sudah tenang diletakkan ke ranjang bayi, dia bergegas menghampiri Lisa yang sedang menenggelamkan wajahnya dalam bantal, dengan diiringi isak tangis. Roger mendekat dengan mengelus kepalanya, Lisa beranjak dan memeluknya.


"Mami masih sayang sama papi"


"Papi juga"


"Papi bingung harus gimana, kalau cerai bikin mami bahagia ya silahkan. Selama ini papi berusaha nuruti yang dimau mami, tapi kayaknya belum cukup kan?"


"Selama ini papi sudah berjuang mempertahankan, tiap mami ingin cerai, papi cegah dan mengalah, menuruti apa yang dimau asal tidak cerai" Sambung Roger.


"Mami takut kehilangan papi, makanya selalu ingin mau bukti kalau papi itu buat mami"


"Papi juga, gak mau kehilangan Mami dan Nara"


Kenyataan yang menyakitkan, mereka yang saling mencintai pada akhirnya tidak mampu mempertahankan apa yang telah dibangun dengan susah payah. Mereka tidak saling menginginkan perpisahaan, tapi memilih untuk tetap melanjutkan proses, proses mediasi akan digunakan sebaik-baiknya. Semoga menemukan titik temu, menemukan solusi untuk menghindari perpisahan, sepertinya mereka membutuhkan pihak lain dari eksternal keluarga sebagai penengah, tentu saja yang netral. Prahara rumah tangga yang tengah dicari ujungnya, semakin lama semakin rumit seperti benang kusut.

__ADS_1


Roger menekankan kembali ketidak inginannya berpisah, tapi kalau memang saat mediasi tidak menemukan titik temu, dia bersedia untuk melepaskan Lisa, kalau itu untuk kebahagiaannya. Lisa merasa tidak enak hati atas gugatan cerai yang sudah didaftarkan, harusnya lebih bersabar lagi, tapi rasanya sudah sangat lelah, banyak hal yang bukan maunya terjadi, harapan tentang kebahagiaan bersama orang yang dicintai sirna.


__ADS_2