
Flashback°
Aretha mulai marah, mukanya sudah berubah warna seperti kepiting rebus saja. dia bertanya dalam hati apa yang sebenarnya dilakukan Riki dibelakangnya, mungkinkan kekasihnya itu sedang menyembunyikan sesuatu atau bahkan selingkuh dibelakang Aretha.
Selama ini gosip diluar tentang Riki yang doyan mengobral cinta kepada wanita-wanita di luar sana memang sudah biasa bagi Aretha tapi Aretha percaya bahwa kekasihnya itu bisa menjaga kesetiaanya.
derttt.... dertt... dertt....
HP Riki bergetar untuk ke dua kalinya, tanda panggilan masuk dari Aretha.
" Hallo.. Assalamualaiakum sayang" sapa Riki
" kamu dimana? sama siapa? " tanya Aretha Ketus.
" jawab salam dulu pesek, baru deh lanjut bertanya" jawab Riki
" Waalaikumsalam, kamu dimana jelek?? " Aretha terus bertanya dengan nada ketus.
" Aku... Aku lagi nganter temen nih, dia minta ditemenin beli baju, kenapa sayang?? kangen yah sama aku??? sore nanti kita nonton Sunset yah.. mau kan?? " ajak Riki
" Beli baju dimana?! temen kamu yang mana?! semalem kamu kemana aja?!"
" Semalem kan sama mamah, aku juga udah ngomong kan sama kamu, kalo yang ini maaf deh tadi belum sempet nelfon kamu kalau aku mau hangout sama temen kerja. "
" Yakin?? kamu lagi ga bohong sama aku kan jelek?! "
" Kamu kenapa sih sayang??? kapan aku pernah bohongin kamu?? "
" kalau kamu ga bohongin aku, berarti mamah kamu dong yang bohongin aku. "
" Loh... ko bawa - bawa mamah sih, kamu kenapa pesek? ga percaya sama aku lagi"
__ADS_1
" Tadi mamah nelfon nyariin kamu, kata mamah kamu dari kemarin ga pulang kerumah!!! dan semalem mamah dirumah aja tuh ga ada acara pergi kerumah saudara bareng kamu ! bisa-bisanya yah kamu bohongin aku, kamu bilang kita harus terbuka tidak ada yang perlu ditutup-tutupi kecuali jika mungkin kamu SELINGKUH dibelakang aku!!! iya kan?!!" Aretha mulai marah pakai banget.
"Sayang kamu dimana? aku kerumah kamu sekarang yah. tunggu dirumah aku bisa jelasin semuanya. " Riki mulai gelisah
"Ga Perlu, kamu pulang aja mamah udah nungguin tuh! "
" tapi sayang... sayang...
Tuuttttt.... tutt.... tut....
Telfon dimatikan oleh Aretha, dia tidak habis fikir ternyata benar Riki telah berbohong.
"Maria sorry, aku harus pulang, Aretha marah dia tau kalau aku sudah berbohong"
" Tapi Rik, Aku masih pengin sama kamu" maria memeluk Riki dengan erat.
" Maria dengar, dengarkan aku!! aku sudah pernah bilang sama kamu kalau aku sudah punya kekasih."
" Cukup maria, hal ini siapapun tidak ada yang boleh tau. Kamu sendiri yang menawarkan kepada ku kan?"
" Rik, aku cinta kamu " Teriak Maria
" Sorry, aku harus pulang maria, untuk beberapa hari ini jangan hubungi aku dulu okey? kamu bisa pulang pakai gojek."
" Tapi Rik... Riki.!!! " panggil Maria
Riki langsung cabut pergi meninggalkan maria, dia sudah gelisah karena telfonya dari tadi tak diangkat oleh Aretha, dia tahu siapa Aretha dan bagaimana sifatnya ketika Aretha sedang marah. apalagi jika Aretha sampai tau apa yang sebenarnya terjadi. Riki tidak bisa membayangkan semua keburukan itu terjadi. dia belum siap jika harus putus dengan Aretha. dia sadar bahwa apa yang dilakukanya sudah fatal apa lagi dia baru sadar kalau ternyata semalaman berhubungan badan dengan maria dia tidak memakai pengaman.
"Aghhhhhhh sial !!!!! sial !!! kenapa sih bisa gila begini aku!! aku harus ketemu Aretha." Riki memukul tubuhnya sendiri dan berlari menuju motornya.
Klekk.. Ngengggg.....
__ADS_1
sampai dirumah Aretha, Riki mencoba mengetuk pintu berharap Aretha mau menemuinya dan mendengar penjelasan palsu dari mulutnya, soal mamahnya yang khawatir karena semaleman ga pulang kerumah, Riki sudah mengirim pesan dia minta maaf untuk ini. Riki kirim pesan ke mamahnya bahwa dia ada acara bareng temen dan lupa memberi kabar ke mamahnya.
tokkk... tokkkk... tokk...
"Assalamualaikum... " Ucap Riki
"Assalamualaikum.... Aretha, buka pintunya " Riki terus mencoba mengetuk pintu dan memanggil Aretha.
" Waalaikumsalam.." Suara Aretha menjawab dari dalam rumah.
" Sayang.. lama sekali buka pintunya, aku udah nunggu dari tadi nih" Riki langsung memeluk Aretha.
"Ada perlu apa?! " jawab Aretha ketus
" Pesek.. Aku bisa jelasin semuanya, kamu jangan salah faham gitu dong, lagian aku kan ga ngapa-ngapain sama cewe lain sayang.. aku pergi sama temen cowok, kamu percaya kan sama aku? "
" Aku lagi males ketemu kamu Rik, kamu bisa pulang dulu kan? "
" Tapi sayang, aku kangen sama kamu" Riki terus membujuk
"Aku ga!"
"Aretha, kamu ga sayang lagi sama aku?? sebentar lagi kita mau tunangan loh, tapi kenapa malah seperti ini sih"
"Aku bener-bener lagi ga pengin ketemu kamu jelek!!!"
"Aku ga bakal pulang, aku mau nunggu kamu disini sampai kamu ga marah lagi, Oke"
"Terserah!! Aku yang akan pergi. aku mau ke toko buku," Aretha mengambil tasnya dan langsung pergi meninggalkan Riki.
Riki terus berusaha mengejar Aretha menjelaskan dan membujuk Aretha agar hubungan mereka kembali membaik lagi. namun Aretha benar-benar marah, banyak alasan yang membuat Aretha marah untuk ini, ternyata apa yang menjadi bahan omongan teman-temanya di kampus tentang cowoknya itu benar. Riki dari dulu memang Play boy Aretha saja yang selama ini terlalu menutup telinga dan mata dari semua itu, karena Aretha terlalu yakin bahwa apa yang dikatakan tentang Cowoknya itu salah. tapi ternyata apa yang dikatakan mereka satu persatu mulai nyata dan membuat Aretha semakin bingung dengan Hubunganya bersama Riki, Pria yang dia anggap terbaik menjadi suaminya kelak.
__ADS_1