
Cyril berjalan menapaki anak tangga menuju ke kamarnya di lantai 2. Semakin hari rumah ini terasa semakin sepi. Sejak kematian neneknya, para pekerja di rumah ini satu persatu dipecat dengan berbagai alasan. Bukannya tidak tahu, semua karena tante Tasya, janda mati kakak dari ayahnya. Tantenya itu terasa sangat dominan akhir akhir ini. Secara perlahan beliau mengambil alih semua urusan rumah yang sebelumnya ditangani oleh nenek.
Orang tua Cyril jarang sekali pulang ke rumah dikarenakan tuntutan pekerjaan mereka. Cyril pun sebenarnya adalah seorang mahasiswa yang berkuliah di salah satu universitas di luar negeri. Karena kematian neneknya, pemuda itu memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mengajukan cuti.
Adik ayahnya bernama Erry. Beliau satu satunya anak perempuan di keluarga ini. Pekerjaannya menuntut tante Erry jarang berada dirumah, sama seperti orang tua Cyril. Dikenal sebagai workaholic, membuat tante Erry tetap melajang diumurnya yang sudah melebihi 40 tahun. Entah apa sebabnya, Cyril tidak pernah tau. Seingatnya dulu, tantenya itu pernah membawa seorang laki laki untuk dikenalkan kepada nenek. Tapi, dengan tegas nenek menolak hubungan keduanya. Sejak saat itu selama beberapa tahun kemudian, tante Erry seolah olah menenggelamkan diri kedalam pekerjaannya, hingga tidak terasa, usianya sudah lagi tidak muda.
********
Tok tok tok!!
Lamunan Cyril buyar. Pemuda itu beranjak dari sofa dan membuka pintu. Tampak tante Tasya berdiri di hadapannya
"Kamu udah makan?" Tanya wanita itu
"Nanti aja tante, tadi Cyril nyari makan ke dapur, tapi ngga ada apa apa. Tante memecat ART lagi?" Cyril bertanya balik
__ADS_1
"Iya, tinggal mbok jejen yang tersisa" tante Tasya berkata lirih
Cyril mengerutkan kening dan bertanya tanya, apa maksud tante Tasya memberhentikan semua asisten rumah tangga. Tapi, karena melihat raut muka tante Tasya yang keruh, pemuda itu mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh.
***********
Penyelidikan polisi atas kematian Seruni pun belum menunjukkan hasil. Pihak kepolisian berulang kali menemui jalan buntu dalam kasus ini. Cyril yang awalnya tanpa mengenal lelah selalu bertanya tentang kemajuan kasus ini pun mulai putus asa.
Pemuda itu tidak mengerti apa motif pelaku membunuh neneknya. Neneknya bukanlah seorang wanita yang kaya raya. Sudah jelas, bukan karena harta motif pembunuhan itu terjadi. Satu satunya kunci adalah Ara. Tapi pengakuan Ara yang tidak menemukan sosok pelaku di foto keluarga dan pekerja di rumah neneknya membuat Cyril kembali merasa bingung.
***********
Diujung sofa, Erry menunduk dan mengusap air matanya perlahan. Sakit. Ya, sakit. Itulah yang wanita itu rasakan saat melihat pria yang dicintai sepenuh hati menerima makian dari ibu kandungnya. Sekeras apapun dia berusaha meluluhkan hati ibunya, semakin keras pula Seruni mempertahankan keinginannya.
Pria yang dibentak Seruni pun hanya bisa menunduk. Umpatan, makian yang merendahkan harga dirinya, berulang kali ia terima dari wanita yang berumur sama seperti ibunya. Pasrah dan iklas melepaskan, mungkin ini akhir dari hubungannya dengan Erry, wanita yang sangat dicintainya.
__ADS_1
************
"Aku ga akan menyerah.." Erry terisak di depan pria yang menatap lekat wajahnya.
"Walaupun aku harus menunggu seumur hidup.. Aku tetap akan menunggu kamu. Aku akan menunggu hari dimana mama bisa mengerti aku dan merestui kita.." ucapnya di sela sela tangis.
Sang pria mendekatkan tubuhnya ke arah Erry dan memeluk wanita itu erat. Perasaannya kacau melihat Erry menangis. Tapi ia pun sadar, untuk saat ini tidak ada yang bisa ia lakukan. Hingga akhirnya terbersit niat dari dalam pikirannya. Niat yang akhirnya terwujud, karena pada akhirnya Seruni harus kehilangan nyawa.
***********
Cyril baru saja menyalakan mesin mobilnya saat netranya menangkap satu sosok pria yang sedang berkutat di taman depan. Karena penasaran, pria itu melangkah mendekati sosok tersebut.
"Bapak pekerja baru ya disini? Saya kayanya baru liat bapak" ucap Cyril dari balik punggung sosok itu
Mendengar pertanyaan Cyril, sosok tersebut membalikkan badan dan tersenyum. Melihat wajah sosok tersebut, Cyril kaget setengah mati.
__ADS_1
"Loh, kamu kan...?" Pertanyaan pemuda itu tertahan.