MATA MATI ARA

MATA MATI ARA
Episode 22


__ADS_3

Peringatan : Cerita ini bisa membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Kebijakan pembaca diperlukan.


Dokter Arka dan timnya dibuat sibuk dan kalang kabut selama beberapa hari. Berawal dari Yandri yang membawa surat perintah untuk dilakukannya pemeriksaan sepotong daging yang terbungkus plastik ziplock. Hal pertama yang dilakukan dokter Arka dan tim adalah memeriksa DNA dari daging tersebut. Sampai akhirnya, beberapa hari kemudian diketahui bahwa DNA sepotong daging tersebut memiliki kesamaan dengan DNA manusia.


***


Yandri menatap catatannya dan menulis di mana saja lokasi penemuan daging manusia yang sudah berbentuk masakan dan dikemas dalam nasi kotak. Cerita awalnya bermula dari pihak rumah sakit yang melaporkan jika banyak korban yang mengalami gejala sama setelah memakan nasi kotak pemberian seseorang. Laboratorium rumah sakit menemukan ada beberapa partikel terkandung, yang lazim terdapat pada tubuh manusia. Itulah kenapa, pemeriksaan lebih lanjut diperintahkan untuk dilakukan oleh tim forensik. Hasilnya, potongan daging yang terdapat pada nasi kotak tersebut memang berasal dari manusia.


Yandri juga memeriksa beberapa cctv di ruas jalan raya untuk melihat jika ada sesuatu yang mencurigakan. Hasilnya nihil. Orang yang sudah menyebar nasi kotak misterius tidak terlihat dimanapun sekalipun di lokasi para korban biasa berada. Satu-satunya yang ia miliki adalah kesaksian para korban. Mereka mengatakan satu hal yang sama. Pemberi nasi kotak itu adalah seseorang yang menggunakan mobil mewah. Walaupun dengan jenis berbeda disetiap lokasi. Tidak ada yang memperhatikan plat nomor mobil-mobil tersebut. Hal ini membuat Yandri tidak tau harus memulai penyelidikan dari mana.


***


Ara duduk menghadap pintu masuk saat ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan dari Cyril.


"Halo," ucap Ara


"Halo Ara, aku mau nanya. Disitu ada dokter Arka?" tanya Cyril.


Ara reflek menggeleng, saat menyadari bahwa Cyril tidak bisa melihatnya, gadis itu buru-buru menjawab. "Ngga ada, aku dari tadi belum lihat beliau."


Terdengar hembusan nafas diseberang sana, diam sejenak sebelum akhirnya, "Kamu udah tau kasus yang baru?"


Ara yang mendengar itu membolakan matanya. "Belum, aku cuma tau kalau dokter Arka dan timnya sedang sibuk karena sesuatu," Ara berkata pelan.


Cyril berjanji akan menceritakan kasus tersebut lebih detail lain kali. Setelah basa basi beberapa saat, panggilan pun diputuskan.


***


Yandri bertemu dengan seseorang tempatnya bertukar pikiran akhir-akhir ini. Wanita itu adalah seorang yang ahli dalam ilmu kejiwaan. Perkenalan mereka bermula dari sebuah kasus yang ia tangani dan melibatkan seorang gadis psikopat sebagai pelaku.


"Jangan kebanyakan mikir, nanti gila," seseorang menyapanya dari belakang dan langsung mengambil tempat duduk di depan Yandri.


Yandri tersenyum simpul. "Ada orang gila yang bikin aku gila. Orang gila yang mengorbankan manusia dan menyulapnya menjadi makanan."


"Hahaha." Wanita itu merapikan blazer yang dikenakannya. "Setidaknya sudah ada titik terang sejak aku bertemu gadis itu. Kamu bisa meningkatkan penyelidikan."

__ADS_1


Keduanya diam sejenak dengan pikiran mereka masing-masing sebelum akhirnya Yandri lebih dulu bersuara. "Bagaimana kabar gadis itu?"


Wanita yang bernama Lita mengangguk. "Cukup baik, walaupun ada saja ulah yang dia perbuat. Aku sesungguhnya heran, gadis itu ternyata memiliki pengetahuan yang luas."


Yandri mencondongkan tubuhnya dan berbicara dengan suara yang rendah. "Apakah menurutmu kita bisa 'menggunakan' pengetahuan gadis itu?"


Lita diam dan menyandarnya tubuhnya kekursi. Ia berpikir beberapa saat sebelum membuka suara. "Aku tidak berani mengambil resiko. Gadis itu bisa saja menemukan celah jika kita melibatkannya dalam kasus ini. Resikonya terlalu besar."


Raut keputusasaan tergambar jelas di wajah Yandri.


"Bagaimana jika meminta bantuan Ara?" tawar Lita. "Mungkin kita bisa mendapatkan sesuatu."


Yandri berdehem sebelum menjawab. "Aku sudah berkali-kali memikirkan hal itu. Tapi entahlah, aku tidak tega saat melihatnya histeris."


"Kita tidak punya pilihan lain," sambung Lita. "Cobalah, barangkali ada titik terang yang kau temukan."


Yandri hanya terdiam mendengar perkataan Lita. Setengah jam berikutnya mereka habiskan dengan membicarakan hal lain yang masih bersangkutan dengan kasus ini.


***


Cyril sedang berdiri disebelah mobilnya saat ia melihat Ara keluar dari rumah sakit.


Ara yang tidak menyangka jika Cyril sudah berada di halaman parkir menghampiri dengan alis bertaut. "Mau nyari dokter Arka?" tanya gadis itu.


"Ngga dong, masa aku jemput dokter Arka," jawab Cyril tertawa keras.


"Nasi goreng?" tawar pemuda itu pada Ara.


Ara tersenyum mengangguk. Beberapa menit kemudian keduanya meninggalkan pelataran rumah sakit.


***


Tempat penjual nasi goreng kambing langganan Cyril dan Ara cukup sepi. Penyebabnya adalah hujan yang turun dengan tiba-tiba. Sambil menunggu, keduanya terlibat obrolan.


"Jadi gimana cerita sebenarnya kasus yang baru ini?" tanya Ara setelah mereka berbincang hal yang ringan selama beberapa saat.

__ADS_1


Cyril menjelaskan, "Jadi awalnya gini, aku dan Galih dapat berita jika sudah terjadi peristiwa keracunan massal. Kami menuju rumah sakit tempat para korban dirawat. Awalnya kami pikir mungkin para korban adalah orang-orang yang memesan katering untuk suatu acara. Ternyata ngga. Para korban hampir tidak mengenal satu sama lain. Tapi ada satu kesamaan. Mereka berkata jika mereka memakan nasi kotak pemberian seseorang yang ...,"


Ucapan Cyril terpotong oleh penjual yang mengantarkan pesanan mereka.


"...Mereka memakan nasi kotak pemberian seseorang yang mengendarai mobil bagus," lanjut Cyril.


Ara menatapnya intens dengan raut penasaran.


"Kami lalu mengira jika orang tersebut sedang melakukan kegiatan sosial rutin dengan membagikan nasi kotak. Dan karena hal ini baru pertama kali terjadi, kami mengambil kesimpulan jika ini merupakan ketidaksengajaan. Namun, hasil laboratorium sisa makanan para korban menunjukkan fakta baru. Ada suatu kandungan yang tidak biasa terdapat dalam makanan itu. Karena pihak rumah sakit menaruh curiga, dan untuk mencegah kejadian ini terulang, mereka melapor ke pihak berwajib. Dan setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, didapatkan hasil jika makanan yang terdapat dalam nasi kotak itu adalah daging manusia," jelas Cyril panjang lebar.


Ara membelalakkan matanya dan langsung melihat ke arah piring berisi nasi goreng dengan beberapa potongan daging. Cyril yang melihat Ara, juga melakukan hal yang sama. Keduanya merasakan sesuatu mengaduk perut mereka dari dalam dan membuat rasa lapar mereka menguap entah kemana.


***


Lita memperhatikan raut wajah seorang gadis yang sedang menikmati kopi dalam sebuah gelas kertas. Gadis yang diperhatikan membalas dengan memandangnya acuh dan tersenyum mengejek.


"Saya mengatakan hal yang benar bukan?" tanya gadis itu.


Lita menghembuskan nafas dan kemudian mengangguk. "Benar Bella. Perkataanmu benar," ucap Lita. "Entah jenis manusia berkelainan seperti apa pelaku itu. Memutilasi seorang manusia dan membuatnya menjadi masakan yang dinikmati orang lain."


Gadis yang bernama Bella itu tertawa lepas. Dia kembali mengalihkan perhatian pada gelas kopi ditangannya.


Lita sedang memikirkan sesuatu selama beberapa saat. Dengan penuh harap dalam hati, dia kembali membuka suara. "Saya yakin, dalam waktu dekat hal seperti ini akan berulang. Dan polisi akan dengan segera menangkap pelaku."


Ucapan Lita tadi berhasil membuat Bella menoleh. "Anda bercanda ya?" tanya gadis itu menyeringai.


"Anda pasti bercanda saat mengatakan hal itu. Selain itu saya heran pada anda. Saya pikir hanya orang yang benar-benar pintar yang bisa mendapatkan gelar profesor. Sepertinya anda pengecualian. Saya kecewa pada anda Profesor Lita."


"Kenapa memangnya?" ucap Lita pelan.


Bella tertawa keras sebelum meletakkan gelasnya. Dia memutar tubuhnya tepat menghadap Lita. "Pelaku tidak akan bergerak dalam waktu dekat untuk menyamarkan kasus ini,Lita." Sikap kurang ajar Bella muncul.


"Dia akan berhenti beberapa saat untuk melihat situasi. Apakah terkuak atau tidak. Jika terkuak, hal tersebut tentu akan disiarkan oleh semua media dan pelaku tau dia harus berhenti. Dan jika tidak, ia akan mencari tempat lain untuk kembali mendistribusikan nasi kotak lainnya.


Dia tidak akan membagikan nasi kotak di tempat yang sama untuk kedua kalinya walaupun perbuatannya tidak terkuak. Hahaha!" Bella tertawa terbahak.

__ADS_1


"Aah, maafkan saya. Saya tidak akan memanggilmu profesor lagi. Anda tidak cukup pintar untuk dipanggil dengan gelar itu."


Lita tersenyum dan berkata dalam hati. 'Tidak masalah, Bella. Setidaknya keinginanku sudah terpenuhi dengan mendengar penjelasan darimu....'


__ADS_2