
Cyril menemui Yandri. Petugas senior kepolisian yang menangani kasus neneknya. Pemuda itu mengungkapkan kecurigaannya kepada tante Tasya.
Yandri mencatat semua keterangan yang ia dengar dari Cyril di sebuah buku note. Saat membalik buku catatan, pandangannya terhenti di sebuah halaman. Halaman yang mencatat hasil pemeriksaan dna serpihan kulit di bawah kuku jenasah Seruni. Saat itu semua yang bersangkutan diminta untuk mendatangi rumah sakit untuk mengambil sampel untuk uji dna. Tampak di catatannya, Tasya adalah orang yang terakhir datang. Keningnya berkerut.
"Bagaimana hal seperti ini bisa luput dari penyelidikan" batinnya berkata.
Penyelidikan dimulai dengan menyempitkan para pelaku dan motif apa yang dimiliki. Para polisi beberapa hari disibukkan dengan keterangan dari para Asisten Rumah Tangga yang telah Tasya pecat. Bukan hal yang mudah, karena mereka banyak yang sudah kembali ke kampungnya masing masing.
**********
Dua minggu penuh para petugas kepolisian mencari saksi yang bersedia memberikan kesaksian, ditambah pula dengan pencarian bukti serta motif pelaku. Pengarahan mulai mendapatkan titik terang setelah Erry kembali memberikan pernyataan. Semua bukti mengarah kepada satu orang. Tasya.
**********
"Ara!! Cepat ke ruangan Prof. Ada kasus baru!!" kali ini Abidzar yang berlari memasuki ruangan. Pria itu langsung menuju ke ruang otopsi untuk menyiapkan peralatan.
Prof Helmi memasuki ruangan diikuti oleh Ara. Beliau segera mengambil berkas yang disodorkan Yoga. Setelah membaca sekilas, pria itu melepaskan kacamata dan mengacak acak rambutnya kasar. Semua mata memandang keheranan. Tidak biasanya Prof Helmi bertingkah aneh.
Berkas itu atas nama Tasya Nirmala. Meninggal karena bunuh diri.
__ADS_1
*********
Proses otopsi kali ini berlangsung lama. Dari pengakuan para saksi, tertulis bahwa Tasya adalah seorang Transgender. Tapi Prof Helmi sama sekali tidak menemukan tanda tanda bahwa Tasya pernah mengalami operasi pergantian kelamin. Terlihat bahwa uretra jenasah terletak di bawah. Sekilas memang nampak seperti alat kelamin perempuan. Otak pria tua itu berpikir keras. Dengan fakta fakta yang ditemukan, Prof Helmi menyatakan bahwa Tasya bukanlah seorang trangender, ia seorang pengidap Hipospadia berat. Dan secara medis dinyatakan sebagai laki laki.
**********
Kasus Seruni telah ditutup. Tasya dinyatakan sebagai pelaku utama dalam kasus ini. Sayangnya Tasya juga sudah terlebih dahulu menghabisi dirinya sendiri sebelum sempat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Penyebab kematian Tasya dikarenakan oleh racun sianida. Polisi juga menemukan gelas bekas ia minum yang hanya dipenuhi sidik jarinya.
*********
Cyril memutuskan untuk kembali keluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya. Hari ini ia akan berangkat. Ara mengantarkannya sampai ke bandara.
"Karena kamu, kasus nenek yang pada awalnya ditetapkan sebagai kasus bunuh diri, mendapatkan titik terang"
Ara tersenyum mendengar perkataan Cyril
"Sama sama ya, walaupun saat itu juga aku sebenernya ngga sengaja" cengir Ara
"Cyril!!" Seseorang memanggil pemuda itu dari belakang. Cyril menoleh dan mendapatkan sosok tante Erry melambaikan tangan.
__ADS_1
Wanita itu menghampiri Cyril dan memberikan sebuah bungkusan.
"Ini buat kamu" seru Erry
"Apa ini tante, kok pake repot repot segala. Kaya aku ga bakal balik lagi ke Indonesia aja" kelakar Cyril
"Itu isinya sweater. Tante denger disana lagi dingin. Loh, ini siapa?" Erry melihat ke arah Ara yang tersenyum.
"Ooh.. kenalin tante, ini Ara, temen Cyril" jawabnya
Erry menyodorkan tangannya yang langsung disambut Ara
"Saya tantenya Cy..."
PLASSSSHHHHH
"Manusia biadab!!!! Karena kamu, saya kehilangan ibu saya!! Sekarang rasakan, apa yang ibu saya rasakan disaat terakhirnya" Erry berkata lantang pada sosok di hadapannya yang sedang menggeliat menahan kesakitan.
Matanya menatap puas, menyaksikan detik demi detik sosok dihadapannya merenggang nyawa. Sianida. Ya, ia memakai sianida untuk menghabisi sosok dihadapannya, sama seperti sosok itu melenyapkan nyawa ibunya. Hitungan menit, gerakan liar sosok tersebut melemah, sampai akhirnya berhenti untuk selamanya.
__ADS_1
"Selamat menikmati perjalanan ke neraka. Tasya.." bisik Erry meninggalkan sosok tersebut.