MATA MATI ARA

MATA MATI ARA
Episode 7


__ADS_3

Plaak!!!!


Suara tamparan itu terdengar nyaring. Seorang wanita jatuh terduduk sambil memegangi pipinya yang memerah. Airmata perlahan menganak sungai di pipinya yang mulai keriput


"Dasar jalang!!!! wanita pembawa sial!!!! karena menikahi kamu hidupku selalu sial!!!!" teriak pria yang barusan menamparnya yang tak lain adalah Harun


"Selain pembawa sial kamu juga bodoh!!!!! aku sudah bilang kalau aku tidak suka kamu menemui anakmu yang brengsek itu!!!! sial!!! ibu dan anak pembawa sial!!!!


PLAAASSHH!!!


Seorang pria sedang asyik bermain judi di sebuah klub malam. Di kiri kanannya duduk gadis gadis muda berpakaian seronok. Harun bahkan lupa sudah berapa lama ia berada disini. Yang ada di pikirannya hanyalah alkohol dan juga bagaimana agar ia menang. Kepergiannya dari klub malam itu di warnai oleh keributan. Harun diusir paksa karena tidak terima setalah lagi lagi ia kalah dalam peruntungan di meja judi.


DHUUAAKKK!!!


Harun menendang Desi yang tertidur di depan televisi. Melihat perempuan ini membuat amarahnya tersulut. Pria itu butuh pelampiasan. Setelah Desi terbangun, Harun meminta diambilkan makan, tapi lagi lagi wanita itu memberinya nasi dan tempe goreng. Emosinya kembali meninggi. Sepanjang sisa malam dihabiskannya untuk memaki Desi dan menyiksanya.


*****


Malam hampir larut saat Reka mengunjungi rumah desi. Sudah beberapa hari ia tidak mengunjungi ibunya tersebut. Pekerjaannya sebagai supir mobil bak yang mengirim sayuran membuatnya tidak bisa dengan leluasa menemui Desi.


Desi sedang di dapur ketika Reka masuk. Sedangkan Harun masih tidur seharian karena mabuk berat. Dengan spontan Reka memanggil ibunya


"Ibu" tanya Reka menghampiri ibunya dan mencium tangan wanita itu


Wanita itu tersenyum saat melihat Reka.


"Makan nak" tawarnya


"Nanti bu, masih kenyang" jawab Reka


Saat itulah Harun bangun dan melihat mereka di dapur


"Anak brengsek!! sedang apa di rumahku?!?!" bentak Harun


Reka menunduk dan mulai berpamitan


"Maaf mengganggu pak, saya pulang dulu"


Desi hanya bisa menangis melihat perlakuan kasar Harun pada putranya. Melihat Desi menangis membuat Harun naik pitam. Di tariknya wanita yang akan mengantar kepergian anaknya itu dan kemudian menjambaknya


"Mau kemana kamu jalang!!!!???? bawakan aku makanan!!! kalau masih tempe, ku bunuh kau!!! ancamnya pada Desi yang terduduk di lantai lalu memukul kepala wanita itu, cukup keras hingga wanita itu pun pingsan.


Reka yang mendengar keributan itu, terpancing amarahnya. Ibu yang disayanginya di perlakukan kasar oleh pria itu. Saat Harun akan menuju kamar mandi, Reka menendangnya hingga pria itu terjatuh. Harun yang kaget pun kembali marah.

__ADS_1


"Anak setan!!!! ibu dan anak sama sama brengsek!! ku bunuh kalian!!!" Harun mengambil sebilah pisau dan mengarahkannya pada Reka. Reka sebisa mungkin menghindar dan merampas pisau dari tangan Harun. Harun memukul kepala dan menendang perut Reka cukup keras hingga pemuda itu terjatuh. Pisau terlempar ke arah kamar mandi. Secepat kilat Harun mengambilnya dan berjalan menuju ke arah Reka dengan pisau terhunus. Malang bagi Harun, karena terburu buru, ia tersandung tubuh Desi yang masih pingsan, pria itu terjatuh menimpa pisau di tangannya sendiri. Naasnya, pisau itu tepat memgenai jantungnya. Badannya yang berat membuat pisau itu tertancap dalam


PLAASSHH!!!


Reka dan Desi membungkus mayat Harun dengan terpal. Keduanya menaruh mayat itu di mobil bak Reka dan menutupnya dengan beberapa lapis terpal penutup sayuran. Reka berencana membuang mayat Harun ke daerah sepi. Sedangkan Desi, ia menyuruh anaknya itu untuk pergi jauh. Reka memeluk ibunya yang menangis, mengatakan bahwa pemuda itu akan baik baik saja. tidak ada yang membunuh Harun, itu hanyalah kecelakaan. Desi melepas kepergian Reka dengan firasat bahwa itu adalah pertemuan terakhir mereka


*****


Ara menceritakan apa yang di lihatnya kepada Prof Helmi. Hal itu membuat prof Helmi lebih fokus dalam otopsi kedua ini. Hasil laporan otopsi ini sudah siap untuk di serahkan kepada pihak kepolisian.


Pengadilan mencabut status Reka sebagai tersangka, Almarhum di bebaskan dari segala tuduhan dan dibersihkan namanya. Tapi sayang, semua sudah terlambat. Reka sudah terlebih dahulu menghabisi nyawanya sendiri karena tertekan. Desi menyesali keadaanya saat ini. Kehilangan Reka merupakan hal yang berat baginya. Wanita itu memang sempat mengira bahwa Reka memang pembunuh Harun. Karena saat kejadian itu berlangsung, ia sedang pingsan. Wanita itu luar biasa menyesal karena disaat terakhir pun ia sempat meragukan putranya sendiri. Hakim menetapkan kasus ini sebagai kecelakaan dan menutupnya.


*****


Cyril sedang menulis laporan di laptopnya ketika ia merasa ada seseorang yang mengendap endap di lorong depan kamar. Ia membuka pintu dan tidak menemukan siapa siapa. Orang tuanya sedang keluar kota. Tante Tasya pergi menginap di rumah temannya. Sedangkan tante Erry baru tiba sejam yang lalu dan sekarang tentu sudah di kamarnya


Berulang kali Cyril merasa ada seseorang di rumah ini yang memperhatikannya. Perasaannya mulai tidak enak semenjak mendengar kata kata Ara tempo hari


"Wanita itu terlihat seperti wanita dalam foto ini" ucapan Ara terngiang kembali


"Wanita mana yang di maksud Ara?? tidak ada wanita lain disini" pikirnya kalut


Pria muda itu mengambil ponselnya dan mulai mengetik pesan


"Hai Ara, lagi apa?" ketiknya


Gadis itu sedang membuka chat


"Hai, maaf ini dengan siapa?" Ara membalas


"Ini Cyril" jawab pria itu


"Hi Cyril, apa kabar?" tanya Ara


"Baik Ara, kamu ada waktu besok? bisa kita ketemu? saya mau ngajak kamu makan malam, itung itung sebagai ucapan terimakasih" tulis Cyril


"Boleh" balas Ara


"Kamu pulang kerja jam berapa? nanti aku jemput" lanjut Cyril


"jam 5"


"Oke kalau gitu besok aku jemput, sampai ketemu besok Ara" kata Cyril lagi

__ADS_1


"Oke cyril" tutup Ara


*****


Sepuluh menit sebelum Ara pulang, Cyril sudah menunggunya di parkiran. Pria itu mengirimkan pesan pada Ara. tidak berapa lama Ara pun keluar


"Hai" senyum Cyril


"Eh, iya, halo" jawab Ara sedikit kikuk


"Ayo masuk" perintah Cyril


"Kamu mau makan apa?" tanya Cyril sambil menyalakan mobilnya.


Mobil itu keluar dari parkiran pelan pelan


" Apa aja boleh, kan kamu yang ngajak aku" kata Ara pelan


Cyril nampak berpikir sejenak.


"Kamu suka nasi goreng?" tanya pria itu lagi


"Suka" sahut Ara sambil menoleh dan tersenyum


Hati Cyril diliputi kehangatan melihat senyum gadis di sebelahnya ini.


Mereka menuju penjual nasi goreng di depan komplek yang cukup elit di sekitar jalan Soekarno Hatta Bandung. Keduanya duduk menunggu pesanan mereka jadi


"Jadi, kamu memang punya kemampuan melihat masa lalu orang ya Ra?" tanya Cyril


Ara mengangguk,


"Iya" katanya "Tapi hanya untuk orang orang yang sudah meninggal, atau akan meninggal"


Cyril mengeryitkan dahinya


"Maksudnya gimana?"


Ara tersenyum dan menjelaskan


" Nenek aku dulu bilang kalau aku punya mata mati. mata yang bisa melihat saat kematian seseorang" jelas Ara


"Berarti cuma jenasah aja yang bisa kamu liat? maksud aku masa lalunya." balas cyril

__ADS_1


"Ngga, orang yang masih hidup pun bisa. Tapi sebatas saat orang itu akan meninggal. Tapi kadang kadang aja sih, ga setiap orang. Makanya aku suka males ke tempat ramai, salah salah nanti aku bisa menyentuh mereka dan ngelihat yang ngga ngga"


Cyril tersenyum melihat gadis itu. Makanan pesanan mereka pun sudah tiba. Rasa canggung diantara mereka cair. Sambil sesekali bersenda gurau, kedua manusia itu menyongsong malam dengan nasi goreng kambing di hadapan masing masing


__ADS_2