
Ara melihat ponselnya, ada banyak panggilan dari dr. Arka yang sengaja ia abaikan. Bukannya tidak tau, pria itu sudah beberapa kali meminta Ara untuk bekerja di rumah sakit tempat ia bekerja, setelah ia berhenti bekerja di rumah sakit sebagai tim Prof Helmi. Prof Helmi sendiri sudah meminta untuk dipindah tugaskan ke kota lain. Dr Arka meminta Ara untuk membantunya di departemen otopsi sebagai petugas administrasi yang bertugas untuk mengatur dokumen serta surat menyurat, sama seperti yang dulu ia lakukan saat bekerja bersama Prof Helmi. Namun Ara tau, itu hanyalah kamuflase. Tugas yang sebenarnya adalah untuk membantu dr. Arka jika menemui kebuntuan dalan suatu kasus. Gadis itu belum merasa siap untuk membuka diri kembali ke dunia luar. Hampir setahun setelah kejadian yang menjadi titik balik hidupnya terjadi. Nyawanya yang terancam habis di tangan seorang psikopat hingga kematian teman dekatnya, membuat Ara belum siap untuk kembali hidup normal seperti semula. Saat ini ia cukup nyaman bersembunyi dalam benteng yang dibangunnya sendiri.
********************
Sesosok mayat perempuan ditemukan di underpass jalan tol luar kota. Saat ditemukan oleh para pemulung, jenasah itu terbungkus karpet dan dikerubungi oleh belatung dan serangga. Pihak kepolisian membawa mayat tersebut beserta beberapa hewan menjijikan yang masih menempel untuk diotopsi. Dari identitas yang terdapat pada jenasah. Polisi mengetahui bahwa jenasah itu bernama Ayu berusia 36 tahun dan ia ditikam hingga tewas. Polisi memulai penyelidikan dari orang-orang di sekitar korban, terutama suami korban itu sendiri. Namun, suami korban memiliki alibi. Pria itu mengatakan bahwa 2 minggu sebelum korban ditemukan, ia sedang pergi ke kota lain untuk mencari pekerjaan, dan kembali setelah polisi mengabarkan bahwa istrinya terbunuh. Hal itu diperkuat dengan beberapa bukti foto dengan watermark waktu dan tanggal. Begitu pula dengan yang lain. Semua memiliki alibi yang kuat.
******************
Dr Arka meneliti belatung yang terdapat pada jenasah wanita itu dan mengenali hewan menjijikan tersebut sebagai belatung Blowfly. Belatung ini akan bermetamorfosis menjadi lalat. Bukan belatung sembarangan, siklus hidup Blowfly sangat mudah ditebak. Pria itu mengambil sampel pupa Blowfly dan menempatkannya di kotak perkembangbiakan pada suhu 25⁰C. Saat pupa menetas, ia akan mengetahui kapan hewan ini ditelurkan. Acuan ini digunakan untuk mengetahui kapan waktu kematian jenasah.
Blowfly dewasa memiliki indera penciuman yang tajam. Mereka bisa melacak mayat yang baru berusia beberapa menit. Betinanya mencari tempat yang basah dan gelap untuk bertelur. Biasanya, dibagian tubuh yang terbuka atau bekas luka yang masih baru. Telur-telur itu menetas dalam waktu kurang dari satu hari. Dua hari kemudian belatung akan mulai memakan tubuh jenasah. Setelah 6 hari, belatung akan merayap menjauhi jenasah dan menjadi pupa. Didalam pupa yang keras, belatung butuh 6 hari untuk menjadi Blowfly dewasa, dan siklus hidup ini dimulai lagi dari awal. Jadi perkiraan waktu kematian korban sekitar 8 sampai 10 hari sebelum ditemukan.
__ADS_1
******************
Laporan dari dr Arka membuat kepala tim penyelidik, Yandri bertambah pusing. Setelah waktu kematian korban ditentukan, ia membuka kembali catatan kecil miliknya. Semua orang yang diselidiki memiliki alibi yang kuat. Penyelidikan menemui jalan buntu. Yandri diam termenung saat sebuah nama melintas di kepalanya. Ara.
*****************
Ponsel Ara kembali bergetar, ada panggilan dari sebuah nomor tidak dikenal. Setelah diam beberapa saat, gadis itu memutuskan untuk menjawab panggilan itu. Ternyata Yandri menelepon Ara untuk meminta bantuan. Awalnya Ara menolak dengan tegas. Namun, Yandri pun tidak menyerah membujuk gadis itu hingga akhirnya Ara mengatakan akan mempertimbangkan permintaan Yandri untuk datang ke tempat otopsi dr.Arka.
********************
Di hadapan Ara sudah ada beberapa foto orang-orang di sekitar korban. Mereka adalah orang-orang yang berinteraksi dengan Ayu terakhir sebelum kematiannya. Tangan Ara gemetar menunjuk satu foto. Bukan jalan keluar yang didapat Yandri, melainkan teka teki baru.
__ADS_1
******************
Yandri memegang foto Rino. Suami Ayu. Penglihatan Aya menunjukkan bahwa pria itulah yang telah menikam Ayu hingga tewas. Namun alibi pria itu sangat sempurna. Ia dapat membuktikan bahwa pada rentang waktu kematian Ayu, ia sedang berada jauh di luar kota. Hal itu terlihat dari beberapa foto yang digunakannya sebagai alibi kepada pihak kepolisian. Foto yang menyertakan watermark tanggal dan waktu.
Berjam-jam dihabiskan Yandri untuk berpikir. Hingga ia mengambil ponselnya, menyalakan watermark pada aplikasi kamera dan mulai memotret acak. Ada harapan disana saat ia mulai memasuki pengaturan ponsel dan menuju ke pengaturan waktu. Pengaturan waktu di atur secara otomatis. Fitur otomatis ia matikan, dan memilih fitur manual. Hasilnya, ia dapat mengganti tanggal dengan tanggal yang ia mau.
******************
Pengadilan memutuskan bahwa Rino bersalah atas pembunuhan istrinya. Ia terbukti memanipulasi tanggal yang digunakan sebagai watermark dalam foto-foto yang dijadikan alibinya. Motifnya karena sakit hati. Ayu berulang kali mengejeknya karena ia seorang pengangguran. Hingga sampai pada hari itu, kesabarannya sudah habis, ia menikam istrinya hingga tewas dan membuangnya di bawah underpass jalan tol.
Yandri berterimakasih pada dr Arka dan Ara. Dr Arka berperan penting dalam menentukan waktu kematian korban, dan Ara yang membuatnya memfokuskan penyelidikan kepada satu orang. Dari situlah Yandri dapat memecahkan misteri kematian Ayu, dan menyeret Rino ke meja hijau yang membuat pelaku pembunuhan itu mendekam di penjara selama 15 tahun.
__ADS_1