
PLAASSHH!!!
Kedua suami istri itu baru saja pulang dari liburan. Mereka berjalan jalan keliling Eropa dengan kedua anak mereka. Pak Anas dan istrinya Dinda dikenal sebagai orang yang kaya raya. Tapi entah kenapa, para tetangga tidak begitu menyukai mereka. Bukan sekali dua kali mereka mendatangi kediaman pak Anas untuk meminta sumbangan, tapi berakhir dengan diusirnya mereka dari rumah megah itu
Tidak banyak yang tau tentang kehidupan pribadi mereka berdua. Beberapa tahun lalu, keduanya pernah jatuh miskin, bersamaan dengan sakitnya anak sulung mereka.
*****
Pak Anas dan istrinya kembali mendatangi rumah pak Jajang. Mereka sudah menemukan cara untuk mencari tumbal anak kecil sebanyak banyaknya. Pulang dari rumah pak Jajang tempo hari, pak Anas meminjam uang yang cukup besar kepada rentenir. Pria itu membeli sebidang tanah dan membuatnya menjadi kolam renang. Kolam renang itu pun sudah jadi namun belum dibuka untuk umum
Mereka memberitahukan hal itu kepada pak Jajang. Dukun tua itu memberikan mereka kotak kayu seukuran kotak perhiasan untuk di tanam di dalam area kolam renang tersebut
"Selain itu banyak pantangan yang harus kalian lakukan" kata pak Jajang
"Selama menjalani ritual ini, kalian hanya diperbolehkan memakan nasi dan tempe saja. Kemudian, sediakan satu kamar di area kolam renang itu. Taruhlah sesajen lengkap beserta dupanya, setiap malam jumat minggu ketiga tepat tengah malam. Apabila kalian melanggar, tumbal itu akan berbalik memakan keluarga kalian"
Kedua pasang suami istri tersebut terdiam. Namun bisikan setan di hati mereka lebih kuat. Demi kekayaan duniawi, mereka tidak merasa keberatan menjual jiwa mereka kepada setan.
*****
Dari awal dibuka, kolam renang itu banyak memakan korban. Dari yang tenggelam, sampai yang mati mendadak setelah pulang dari berenang. Kekayaan pak Anas bertambah dengan sangat cepat. Mereka bisa membeli apa saja yang mereka mau. Hidup keluarga itu sangat mewah. Rumah dimana mana, mobil yang jumlahnya belasan. Bahkan mereka sanggup mengirimkan anak anak mereka untuk sekolah di luar negeri. Tanpa mereka sadari, akhir yang tragis sedang menanti mereka berdua.
*****
"Neng Ara kenapa?!" sahut bu Ika melihat Ara berjongkok dan memegang kepalanya. Wajah gadis itu sangat pucat. Hampir saja ia berteriak. Ibu yang di sebelahnya membantunya berdiri. Ara bangkit dan dipapah keluar dari tempat memandikan jenasah. Sekilas Ara melihat jenasah Azil yang terbujur kaku. Anak kecil malang itu korban tumbal dari orang yang biadab. Hati Ara terasa sakit.
Cyril sedang mengobrol dengan beberapa orang pemuda saat melihat Ara di papah keluar, Dengan segera ia menghampiri
"Kamu kenapa?!" tanya pria itu cemas
"Ini tadi di dalem neng Ara mau pingsan" sahut ibu yang masih memapah Ara
"Kayanya neng Ara sakit"
Cyril merangkul tubuh Ara dan membawanya ke kamar setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih kepada ibu tadi.
Ara masih terdiam sesaat setelah duduk di karpet kamarnya. Cyril menuju dapur dan mengambilkan Ara minum.
"Ara, kamu kenapa?" tanya Cyril lembut
Gadis itu tiba tiba menutup wajahnya dan menangis tersedu sedu. Cyril meraih Ara dan memeluknya. Tangisan Ara sangat menyayat hati. Setelah beberapa saat gadis itu pun berhenti menangis
"Dia korban" kata Ara pelan
Cyril tidak mengerti maksud perkataan Ara
"Maksud kamu siapa?"
Ara menghapus air mata di pipinya
__ADS_1
"Azil, dia korban tumbal" jelas Ara
Cyril mengerutkan dahinya
"Kamu dapet penglihatan tadi?" pemuda itu penasaran
Ara mengangguk
"Ada sepasang suami istri yang menaruh sesuatu di kolam renang. Tadi pagi, Azil pergi berenang ke tempat itu"
Cyril masih memandangi Ara
"Kamu mau cerita ke ibunya Azil kalo anak itu jadi tumbal?" tanya Cyril
"Ngga!" sahut Ara tegas
"Kenapa?" lanjut Cyril
"Sudah cukup kesedihan bu Ika. Aku ga mau nambahin kesedihan dia dengan cerita seperti ini. Toh belum tentu juga dia percaya sama aku" jelas Ara
Cyril tersenyum
"Bagus.. keputusan kamu bijaksana. Tidak semua orang akan percaya dengan apa yang kamu katakan. Tapi aku percaya kamu" kata pemuda itu
Perasaan Ara menghangat mendengar ucapan Cyril barusan. Cyril bangkit berdiri
"Aku pulang dulu, udah malam"
"Makasi ya Cyril" sahut Ara
Cyril mengangguk
"Kamu istirahat ya"
Dibalas anggukan Ara. Pemuda itu meninggalkan kosan Ara yang masih ramai oleh tetangga.
*****
Hampir tengah malam saat Cyril turun dari mobilnya dan bermaksud membuka pintu pagar saat sebuah mobil berhenti di depan rumah. Tante Erry turun dari mobil diikuti seorang pria berperawakan tinggi
"Baru pulang Cyril?" tanya tante Erry
"Iya tante, abis dari tempat temen. Tante sendiri baru pulang" Cyril balas bertanya sambil melihat pria di sebelah Erry
"Hahahaha, iya nih, baru abis makan sama Kevin. Oh iya Cyril kenalin, ini Kevin pacar tante. Kevin, ini Cyril keponakan aku satu satunya" kata tante Erry
Kedua pria itu berjabat tangan. Kevin lelaki berperawakan tinggi dan berkulit putih. Rambutnya yang bergelombang tertata rapi. Wajahnya ramah dan murah senyum. Cyril langsung menyukai kekasih tantenya tersebut.
Cyril menawari Kevin untuk masuk kedalam rumah tapi ditolak Kevin karena sudah malam. Lelaki itu kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan mereka setelah melambaikan tangan
__ADS_1
"Pacar tante ganteng juga" goda Cyril sambil memasuki rumah
Tante Erry hanya tertawa.
"Doain lancar ya Cyril. Tante secepatnya akan mengadakan pertemuan keluarga buat ngenalin Kevin ke semua anggota keluarga" sahut tante Erry
"Iya tante, semoga lancar" kata Cyril
"Aamiin" jawab tante Erry
" Tapi untuk sekarang jangan bilang apa apa dulu ya, biar jadi kejutan"
"Siap tante" ucap Cyril sambil berlalu menuju kamarnya
*****
Pemakaman si kecil Azil dilaksanakan setelah ayahnya tiba. Pria malang itu meraung raung mendekap tubuh anaknya yang sudah kaku. Bu Ika kembali menangis histeris saat jenasah putranya akan ditutup dengan tanah. Beberapa orang ibu ibu membantu untuk menenangkannya. Kedua suami istri itu diliputi kesedihan yang teramat dalam
Ara membuka pintu ruangan dan menemukan Yoga sedang duduk di mejanya
"Pagi Ra, aku pinjem komputernya ya sebentar" kata pria itu
"Pagi pak Yoga, iya pak silakan" jawab Ara
Ara menaruh tasnya dan keluar mencari sarapan. Ia datang terlalu pagi. Di warung langganannya ia memesan kue sus, sosis solo dan juga segelas teh hangat. Ponsel di sakunya berbunyi. Ada telepon masuk.
"Pagi Ra, kamu kerja?" dari Cyril
"Pagi Cyril, iya nih kerja. Udah di rumah sakit. Beli sarapan" kata Ara
"Kamu ga apa apa" tanya pria itu
"Aku udah ga apa apa, makasi ya" jawab Ara
"Ra, pulang kerja aku boleh jemput kamu?" Cyril kembali bertanya
"Boleh aja, eh tapi emang pacar kamu ga marah, kamu kesini terus?" goda Ara
Cyril terdiam sesaat
"Belum punya pacar" jawab Cyril pendek
"Hahaha, ya udah kalo gitu, jemput aja" sambung Ara
"Jam 5?" tanya Cyril
"Yep" jawab Ara
"Sip, sampe ketemu nanti, bye" ucap Cyril lalu mematikan telepon
__ADS_1
Ara memasukan ponselnya ke dalam saku. Hatinya merasa hangat dan bahagia. Diambilnya teh pesanannya sambil tersenyum