
Yandri meminta Ara untuk bertemu dengannya setelah jam makan siang di kantin rumah sakit. Pria itu tidak menyebutkan dengan gamblang, apa maksudnya mengajak bertemu. Karena sudah mengenal pria itu cukup baik, Ara pun menyanggupi pertemuan yang diminta.
***
"Prof Lita?" Ara terkejut ketika melihat sosok yang duduk di hadapan Yandri.
Wanita di hadapannya berdiri dan mengulurkan tangan. Setelahnya, dengan ramah ia mempersilakan Ara untuk duduk.
"Pak Yandri mungkin sudah cerita, jika pihak kepolisian sedang menghadapi kasus gawat belakangan ini. Kebetulan, ada seseorang yang sepertinya paham alur pelaku. Ia bersedia membantu kepolisian mengungkap kasus ini dengan satu syarat, yaitu bertemu denganmu, Ara.
Ara tanpa sadar membelalakan mata. " Bertemu dengan saya? Tapi kenapa? Apa saya mengenal orang itu?"
Yandri dan Prof Lita saling bertatapan sebelum akhirnya Prof Lita mengangguk. "Kamu mengenalnya Ara, orang tersebut adalah Bella."
__ADS_1
Jawaban Prof Lita membuat Ara menganga. Ia tidak habis pikir, kenapa gadis yang bertanggung jawab atas kematian sahabatnya itu malah ingin bertemu dengannya. Mengingat jika sebelumnya, target pembunuhan Bella adalah dirinya. Bertemu dengan Bella seolah membuka kembali luka yang selama ini berusaha ia sembuhkan.
"Menurutmu, bisakah kamu menolong kami, Ara? Bisakah kamu bertemu Bella?" tanya Prof Lita.
Ara diam selama beberapa saat sampai akhirnya gadis itu mengangguk pelan.
***
Mata Ara membelalak melihat sosok yang selama ini hadir dalam setiap mimpi buruknya. Sosok Bella yang telah menghabisi nyawa sahabat Ara, Kaluna.
***
Ara terkejut luar biasa saat mendengar penjelasan Bella jika pelaku kasus yang sedang menggemparkan ini adalah orang yang dekat dengan gadis itu. Bertiga dengan Prof Lita, mereka mendiskusikan langkah yang sudah pelaku ambil dan juga langkah selanjutnya yang mungkin pelaku lakukan. Saat sedang serius berdiskusi, seorang perawat masuk dan membawakan makan siang untuk mereka semua. Bella menggeleng dan meraih dus makan siang dari hadapan Prof Lita dan Ara. Ia meminta Prof Lita untuk membawa makanan itu ke laboratoriun untuk diperiksa. Kata gadis itu, setelah hasil laboratoriun keluar, mereka akan bisa dengan segera menemukan pelaku.
__ADS_1
***
Polisi sudah bersiap di rumah sakit jiwa ini ketika Ara datang dengan Prof Lita. Mereka memasuki rumah sakit dan menunggu saat seseorang yang dicurigai sebagai pelaku akan datang dan membagikan kembali makanan. Dahi Ara mengkerut saat bisa mengenali gadis yang turun dari mobil, Ayodya.
***
Tanpa keributan, pemuda yang membagikan makanan bisa dibekuk oleh pihak kepolisian. Sayangnya, jejak gadis yang datang bersama pria muda itu tidak terlihat di manapun. Bella memberitahukan jika gadis itu terlihat berjalan ke arah pojok taman dari tempatnya duduk. Tanpa pikir panjang, Ara segera bergegas ke sana.
"Bug!"
Sesuatu yang keras memukul punggung gadis itu. Dengan seketika, ia rebah di atas rerumputan. Matanya menutup walaupun ia belum sepenuhnya hilang kesadaran. Ara dengan jelas bisa merasakan jika Ayodya berjalan menghampirinya. Dengan perasaan cemas, ia menunggu. Sampai akhirmya seruan seseorang yang meminta Ayodya untuk tidak bergerak membuatnya menghembuskan nafas lega.
***
__ADS_1
Ara membaca berita yang menyatakan jika pelaku kasus yang menggemparkan media akhir-akhir ini sudah tertangkap. Ketiganya dijatuhi hukuman mati dan akan di kirim ke penjara di sebuah pulau yang jauh dari kota ini.