MATA MATI ARA

MATA MATI ARA
Episode 14


__ADS_3

"Kamu yang melakukannya kan?!" Teriak Erry pada sosok di hadapannya.


Ibunya baru saja meninggal dan ia dikejutkan dengan fakta temuan pihak kepolisian bahwa Seruni dibunuh. Wanita itu tidak menyangka, kepulangannya dari luar kota disambut dengan berita duka.


"Kenapa kau melakukan itu?! Aku bahkan sudah melepas jauh jauh keinginanku untuk bersama denganmu!! Kenapa kau masih tidak mengerti juga!!! Lanjutnya disela sela tangis.


"Erry.." sosok dihadapannya maju perlahan ingin memeluk wanita itu.


"Diam!! Berhenti disitu!! Jangan pernah menyentuhku lagi!! Kali ini aku benar benar muak!!


Erry memutar badannya dan berlari masuk kedalam rumah. Bergegas dia memasuki kamarnya, membanting pintu cukup keras. Para asisten rumah tangga yang melihatnya saling melempar pandangan penuh tanya.


Didalam kamar, Erry mengeluarkan ponsel. Ia membuka galeri foto dan mencari sesuatu. Berkali kali diusapnya layar ponsel keatas sampai ia menemukan foto yang ia maksud. Foto yang membuat hubungan ia dengan ibunya memburuk. Foto yang menunjukkan aibnya dan membuat Seruni luar biasa murka. Foto yang membuat dirinya tenggelam dalam pekerjaan agar bisa melupakan bagian terburuk dari hidupnya. Ya, dari foto inilah semua masalah berawal.


*********


"Manusia laknat!! Menjijikkan!! Apa yang sudah kalian lakukan?! Waraskah kalian?! Ibu tidak pernah menyangka, kalian akan melakukan hal sehina ini!!! Seruni berteriak pada Erry dan seseorang disebelahnya.


"Sampai kapanpun, aku tidak akan merestui hubungan kalian!! Bunuh saja aku!! Daripada aku harus melihat kalian bersama!!

__ADS_1


Erry tertunduk, bahunya terguncang, air mata tidak bisa berhenti mengalir. Seseorang disebelahnya menggenggam tangannya erat. Hal tersebut malah semakin membuat Seruni murka.


"Tasya! Kembalilah pada kodratmu sebagai seorang wanita normal seutuhnya!! Aku tidak bisa membiarkanmu berhubungan dengan Erry!! Tidak akan pernah kurestui kalian!!! Seruni kembali berteriak.


**********


Hancur. Ya, hati Seruni hancur. Saat menemukan foto yang dipasang menjadi wallpaper di ponsel Erry. Wanita lanjut usia itu tidak sengaja melihatnya. Saat ia berada di kamar Erry, ada panggilan telepon dari seseorang, membuat ponsel Erry di atas nakas menyala. Saat itulah mata tuanya terbelalak kaget.


Tasya dan Erry. Berpose dengan mesranya. Tapi ada sesuatu yang aneh. Tasya terlihat sangat maskulin dan sangat menyerupai laki laki. Transgender. Ya, Seruni menyangka Tasya menjadi seorang transgender dan jatuh cinta kepada Erry. Dunia akhirat ia tidak akan rela jika putri satu satunya hidup bersama seorang transgender.


**********


Mengetahui hal itu perlakuan Seruni terhadap Tasya menjadi bertambah kasar. Tak segan wanita tua itu membentak, memaki dan mengumpat. Terlebih saat Tasya mengutarakan maksudnya untuk mempersunting Erry. Seruni menolak dengan sangat keras.


Semakin hari, perlakuan Seruni terhadap Tasya semakin kejam. Ia juga menekan Erry, menjatuhkan mental sang putri, sehingga lama kelamaan Erry pun menyerah dan mulai melupakan hubungannya dengan Tasya. Sejak saat itu ia menenggelamkan diri dalam pekerjaannya dan jarang pulang kerumah.


Tasya terus menerima perlakuan yang tidak menyenangkan. Para asisten rumah tangga mengetahui apa yang terjadi karena mereka sering mendengar Seruni berteriak mengenai hal ini. Namun, mereka tetap diam karena sebenarnya Tasya seorang sosok yang baik. Walaupun Tasya tau mereka menggunjingkannya dibelakang punggungnya.


**********

__ADS_1


Tasya tetap mengurus Seruni seperti biasa. Seperti pagi ini, ia membawakan sarapan ke kamar Seruni.


"Aku bilang, aku ingin makan bubur ayam!! Bentaknya keras


"Maaf bu, bubur ayamnya masih dimasak. Ibu makan ini dulu aja ya" sahut Tasya seraya maju menyodorkan nampan berisi roti bakar dan teh


PRAAAAAK!!


Nampan dan isinya jatuh berhamburan di lantai. Tasya termenung menatap makanan yang berantakan di lantai. Tubuhnya jongkok membersihkan pecahan pecahan piring dan gelas.


"Manusia bodoh!! Aku bilang, aku ingin bubur ayam!!!" teriak Seruni mendekati Tasya dan memukul kepalanya berulang ulang dengan bantal.


"Baik! Akan aku ambilkan apa yang ibu mau!" Dengan tangan terkepal, Tasya bergegas keluar kamar menuju ke dapur. Disana ia menyiapkan apa ya ibu mertuanya minta. Hatinya sakit, akan segala hinaan dan cercaan yang selama ini ia terima. Dari awal menikah dengan Afwan pun, kehidupannya tidak bisa dikatakan mudah. Menjadi pembantu di rumah mertua, walaupun ada banyak ART disini. Tetap saja dia yang harus melayani ibu mertuanya. Gelar mandul pun telah tersemat padanya. Hal tersebut membuat ibu mertuanya alias Seruni, dengan leluasa menghina dan merendahkannya.


*********


Akumulasi sakit hati dan dendam bertahun tahun sudah tidak bisa Tasya tahan. Pikirannya sudah dipenuhi dendam. Ia memutuskan mencampur sianida di dalam hidangan Seruni. Semua sudah ia rencanakan, sehingga kematian Seruni terlihat seperti bunuh diri.


Note :: hayooo pada nyangka ngga akhirnya jadi kaya gini 😁😁

__ADS_1


__ADS_2