MATA MATI ARA

MATA MATI ARA
Episode 12


__ADS_3

Drrttt.. dddrrrr... Drrrttt


Ponsel dalam genggaman Cyril bergetar berulang kali membuat perhatiannya terpecah. Dengan segera pemuda itu mengangkat panggilan telpon seraya berbalik ke arah mobilnya. Ia memutuskan akan bertanya nanti pada sosok seseorang di hadapannya tadi. Lawan bicaranya pun membalikkan badan untuk kemudian melanjutkan pekerjaannya merapikan tanaman.


"Bentar Gie, ini aku udah mau jalan" serunya setelah menekan tanda hijau di ponselnya


"Oke" jawaban singkat dari seberang membuatnya mematikan sambungan dan segera memasuki mobil. Menit berikutnya, mobil Cyril perlahan meninggalkan halaman.


***********


Departemen otopsi sedang mempersiapkan berkas baru. Pihak kepolisian meminta untuk diadakannya otopsi jenasah seorang bocah laki laki. Awalnya kematian bocah ini disebabkan sesak nafas. Hingga setelah beberapa hari dimakamkan, pihak dari ibu kandung mengajukan laporan dan meminta proses otopsi.


Prof Helmi memasuki ruangan disaat Ara, Abidzar, Daffa dan Yoga sedang berkumpul. Peralatan otopsi sudah siap di tas mereka. Otopsi akan dilakukan di pemakaman, agar setelah prosesi selesai, jenasah bisa langsung dimakamkan kembali. Mengotopsi jenasah yang sudah beberapa hari terkubur bukanlah pekerjaan yang mudah. Proses pembusukan sudah terjadi, terutama dibagian perut. Setelah 24 jam manusia meninggal, perut akan memproduksi cairan enzim dan lendir untuk proses pembusukan. Dan itu terjadi pertama kali di perut.


***********


Ara duduk di bawah pohon kamboja. Netranya menatap kain penutup di tengah makam. Prof Helmi dan yang lainnya sedang melakukan proses otopsi. Ara mengingat sekilas berkas jenasah yang sekarang sedang di otopsi. Bocah laki laki berusia 2 tahun, meninggal setelah sebelumnya mengalami kesulitan bernapas. Pihak puskesmas yang memeriksa menuliskan sesak nafas sebagai penyebab kematian. Selain itu tidak ada hal yang aneh, sehingga dianggap kematian bocah tersebut wajar.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya ibu kandung korban mengajukan penyelidikan untuk kematian anaknya. Pada saat kejadian, ibu korban sedang bekerja, saat wanita itu tiba dirumah, sang putra sudah dikafani dan siap untuk dimakamkan. Ia hanya bisa melihat wajah anaknya sekilas.


Pengakuan dari ibu korban, saat itu korban sedang dititipkan kepada nenek korban alias ibu kandung dari sang ibu. Karena hal tersebutlah sang ibu merasa tidak ada yang janggal sama sekali dari kematian si anak. Sampai pada akhirnya, nalurinya sebagai seorang ibu merasa terganggu. Ada yang salah dengan kematian anaknya semata wayang, itu yang mendasari ibu korban meminta pihak kepolisian mengusut kematian anaknya.


*********


Prof Helmi berkali kali mengerutkan kening. Pria tua itu merasakan ada sesuatu yang janggal dari jenasah bocah di hadapannya. Beliau menemukan ada retakan danpatahan di tulang rusuk si bocah. Kondisi jenasah yang sudah mulai membusuk menyulitkan pria itu untuk mengambil kesimpulan, apakah retakan ini berasal dari trauma benturan benda keras. Atau terjadi saat bocah ini di beri pertolongan pertama CPR ( Cardiopulmonary Resuscitation ) atau Resusitasi Jantung dan Paru yang berfungsi mengembalikan fungsi nafas dan jantung serta aliran darah.


Kondisi organ dalam juga sama, proses pembusukan sudah terjadi. Prof Helmi tidak bisa meneliti lebih lanjut keadaan jantung, paru paru, ginjal dan sistem pernapasan. Kurang lebih setengah jam beliau mencoba meneliti hingga akhirnya menyerah. Saatnya Ara bekerja.


***********


"Sayaaang.. cucu nenek pintar, banyak makannya ya" seru seorang wanita berumur kepada bocah kecil di pangkuannya. Sang bocah hanya tertawa melihat neneknya tersenyum.


Wanita itu beranjak setelah meletakan sang bocah diatas karpet. Diberikannya mainan kesukaannya agar bocah itu tenang. Sedangkan ia melangkahkan kakinya ke dapur untuk mencuci piring.


Saat sedang mencuci piring, tidak terdengar sama sekali suara bocah kecil tersebut. Karena penasaran, sang nenek meninggalkan kegiatannya dan berjalan menuju ruang tengah. Begitu terkejutnya ia saat mendapati si bocah sudah tergeletak dengan muka membiru. Nafasnya terlihat tersenggal. Karena panik, nenek itu keluar berteriak meminta pertolongan.

__ADS_1


Secepatnya bocah itu dibawa ke sebuah puskesmas terdekat. Beberapa petugas sedang berusaha memberikan tindakan untuk menormalkan pernapasan si bocah. Setelah kurang lebih 15 menit, sang bocah menghembuskan nafas terakhir.


**********


Ara menceritakan apa yg ia lihat kepada Prof Helmi dan yang lainnya. Setelah itu ia keluar dari lokasi proses otopsi dan kembali duduk di bawah pohon. Entah kenapa hatinya tidak tega, melihat bocah sekecil itu merenggang nyawa. Tidak ada keanehan yang Ara lihat, semua wajar. Menurutnya kematian si bocah sangatlah wajar.


Berbeda dengan Prof Helmi. Keterangan Aya membuatnya memfokuskan pemeriksaan pada sistem saluran pernapasan. Terutama di daerah tulang rusuk yang patah. Setelah diperhatikan baik baik, tulang rusuk itu patah dan mengarah ke arah paru paru. Menurut pengalamannya. Arah tulang rusuk yang retak itu sangat fatal, karena mengenai paru paru. Hal tersebut membuat paru paru tertusuk dan tidak bisa mengembang normal untuk bernafas. Ada kemungkinan hal itu terjadi saat dilakukannya tindakan CPR sebagai bagian dari pertolongan pertama. Yang jika tidak dilakukan dengan benar bisa menyebabkan hal yang kini terjadi pada bocah malang tersebut.


Penyebab kematian sang bocah sudah terangkum jelas dalam laporan otopsi oleh Prof Helmi. Beliau menyerahkannya kepada pihak kepolisian.


***********


Pihak kepolisian menawarkan apabila pihak korban ingin dilakukannya penyelidikan di puskesmas tempat korban merenggang nyawa. Ada kemungkinan mengarah ke malpraktek. Melakukan tindakan yang ternyata dengan tidak sengaja menjadi sebab kehilangan nyawa pasien.


Namun, ibu korban menolak. Rasa penasarannya sudah terobati. Tidak ada lagi yang ia tuntut, semua kebenaran sudah terungkap. Awalnya dia mengira kematian putranya berhubungan dengan penyiksaan atau bahkan rudapaksa. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, sang ibu mengiklaskan kepergian anaknya satu satunya dengan iklas dan iringan air mata.


Note :: Up terakhir untuk hari ini yaaaa, besok besok lagi 😁 kalau dipaksa kejar setoran, ntr malah ceritanya melenceng kemana mana. Harus ada jeda biar pemikiran yang menghasilkan tulisan ini tetap orisinil. Selamat menunggu ya mamak mamak penggemar Ara. Membaca membantu mewaraskan pikiran. Salam.

__ADS_1


__ADS_2