
"Blaarrrr..... bllaaRrrrr"
Suara petir bersahutan dengan gemuruh yang menyusul, suara kpanikan pun juga terdengar dari dalam istana yang tengah menanti bayi yang nantinya akan menjadi pewaris tahta
"pokoknya aku tidak mau tau, kau harus membunhh bayi itu" wanita berbaju hijau itu berteriak dari dalam bilik gudang
terlihat lelaki tua memakai tudung hitam dg tongkat di tangannya seperti ketakutan
" iya, nyonya saya pasti akan berusaha untuk membunuh bayi itu" jawabnya dengan suara yang agak serak dan gemetar.
__ADS_1
di samping itu, istri panglima perang dari kerajaan juga mengalami kontraksi dan sepertinya bayi yang ada di dalam kandungannya berintak ingin segera keluar, titik titik peluh bercucuran di atas dahinya nafasnya yang tersengal- sengal dan sangat memburu itu membuat panglima perang kerajaan menjadi sangat khawatir akan keadaan istrinya, dan perasaannya pun juga sedang dilema antara rasa takut akan kehilangan dan senang karena akan mempunyai buah hati
di sisi lain istana juga ada seorang pelayan telah melahirkan bayi kembar yang mempunyai jenis kelamin laki- laki, suara tangisnya pecah di tengah- tengah suara gemuruh dan hujan deras, tak lama rerdengar suara derap langkah seolah-olah sedang terburu-buru, iya itu adalah suaminya.. dia berjalan dengan cepat menuju istrinya yang sedang berbaring di ranjang dengan keadaan lemas, mencium kening pelayan itu serta memeluk erat tubuhnya
dengan agak cemas dan khawatir dia menceritakan kejadian yang baru saja dia lihat di dalam gudang
" istriku, aku barusan mendengar percakapan nyonya Alice dan Frank" ucapnya dengan penuh ketakutan dan tangannya gemetar
"mendengar pembicaraan nyonya Alice dan Frank? mereka membahas apa sampai- sampai kau terlihat begitu takut?" suaranya ikut gemetar lirih hampir tak terdengar, suami si pelayan yang bekerja di istana sebagai pawang kuda ini pun memberi tahu apa yg dia dengar tadi sewaktu membereskan jerami di gudang, tentang rencana nyonya Alice istri kedua Raja Charlotte, dia berencana membunuh bayi yang di lahirkan oleh permaisuri dengan meminta bantuan penyihir istana yaitu Frank lelaki tua berjubah hitam dengan bertudung kain di kepalanya, tak pernah orang melihat wajah asli Frank
__ADS_1
"Ooooowweee, oowwwee... weee" suara tangis bayi di dalam istana itu memecah keheningan di malam hujan deras ini, semua orang yang telah menunggunya serentak mendongakkan kepalanya ke atas seraya memuji tuhan yang agung,
"Permaisuri, selamat yaa bayinya laki-laki dia tampan seperti Ayahnya"
permaisuri menyunggingkan senyumannya yang sangat menawan
Raja Charlotte pun segera masuk dan ingin cepat-cepat melihat putranya tersebut tapi perawat tersebut masih harus membersihkan darah dari tubuh bayinya,
"Tunggu sebentar raja, saya harus membersihkannya" ucap perawat itu
__ADS_1
dia mengambil air serta menyiapkan handuk untuk membersihkannya, namun setelah dia kembali dia merasa ada sesuatu yang sedikit mengganjal,
" sepertinya tadi darahnya banyak sekali yang menempel di tubuh bayi ini? kenpa sekarang jadi bersih?" gumamnya dalam hati