
Arthur Imogen Charlotte nama yang di berikan oleh penasihat negara 17 tahun silam, kini dia tumbuh menjadi laki-laki yang periang, yang akan menjadi penerus ayahnya kelak, bola mata berwarna coklat kekuningan menjadi identitas tersendiri baginya, rambut berwarna coklat kemarahan yang sedikit ikal itu membuatnya berbeda dari ayah dan ibunya.
namun dilihat dari sorot matanya ada banyak kesedihan yang ia pendam, namun ketika berkumpul dengan ayah dan ibunya, rasa bahagia yang terpancar dari raut wajahnya kembali terlihat.
"ayah, hari ini aku ingin berkuda diluar apakah ayah mengijinkan ku? sudah lama rasanya aku tak menunggangi kuda!"
Arthur menutup buku pelajarannya dan bergegas merapikan bajunya lalu berdiri menghampiri tempat duduk ayahnya,
"pergilah, bukankah kau bosan berada didalam ruangan terus menerus setiap hari?"
sambil tersenyum dia mengiyakan keinginan putranya, alangkah senangnya Arthur mendengar izin yang di setujui oleh ayahnya.
__ADS_1
"aku tidak akan pulang terlambat ayah, sebelum gelap dan waktunya makan malam aku akan tiba di istana"
jelas seperti remaja di seumurannya, dia hanya ingin melupaka sejenak rasa bosan dan lelah di dalam istana, sang raja pun ikut tersenyum melihat tingkah Arthur,
"sesederhana itukah bahagiamu nak? kau hanya memginginkan kebebasan tanpa kekangan dihidupmu? padahal jika kau menginginkan dunia akan aku berikan untukmu!"
raja charlotte bergumam dalam hati, mengingat kejadian di malam hari kemarin ketika Arthur melontarkan sebuah keinginan kepada ibunya, tak sengaja ia mendengar percakapan kedua orang yang disayanginya. namun Arthur takut berbicara seperti itu pada raja charlotte, sebagai seorang raja, dia begitu baik dan pengertian, dia mendidik putra mahkota dengan kedisiplinan tanpa kekerasan, mengajarinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, walaupun tanggung jawab menjadi raja bukanlah hal yang gampang dilakukan.
disisi lain istana Arthur tengah menyiapkan kuda yang masih ada didalam kandangnya
Arthur meminta tolong agar dibawakan kudanya, dia sudah tidak sabar ingin menghirup udara segar di area pacuan kuda, hamparan rumput hijau sudah melambai lambai di kelopak matanya
__ADS_1
"akhirnyaa aku bisa bernapas dengan lega, aku bisa melupakan sejenak kesedihan hidupku"
dia menghela napas dengan panjang lalu menghembuskannya dengan cara perlahan
"hhhiiiiyyyaaaa"
kuda itu meluncur dengan cepat, melewati hamparan karpet nan hijau angin berhembus menenangkan, dan pacuan kuda menjadi saksi betapa bahagianya putra mahkota hari ini,
"anak siapa tadi itu? kelihatannya wajahnya tak asing dan kenapa dia memakai penutup sebelah mata?"
pawang kuda yang tak lain adalah ayah Eric itu terlihat kebingungan, maklum saja Arthur memakai menutup mata kanannya dengan berhiaskan bulu burung merak yang cantik supaya tak dapat di kenali oleh rubah rubah yang sedang berkeliaran di sekitarnya,
__ADS_1
penasihat negara selalu memantau pertumbuhan putra mahkota, dia selalu memberi usulan kepada sang raja agar tidak terlalu memanjakan Arthur, dia takut bahwa kelak ketika Arthur sudah dewasa dia akan lupa tentang tanggung jawabnya,
penasihat negara selalu memngingatkan kepada raja Charlotte agar berhati hati, karena dia percaya bahwa ada seseorang yang telah meramalkan jikalau putra mahkota tumbuh dengan liar dan tak bisa dikendalikan maka dia bisa menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi negara, dan suatu hari akan ada pemberontakkan besar besaran di istana yang tak lain pelakunya adalah orang dalam dan berada di sekitar raja.