Mata Naga

Mata Naga
episode 8


__ADS_3

para rakyat terlihat berbondong bondong menuju balai eksekusi, telah ramai di siang hari itu orang orang yang mwnyaksikan tahanan yang akan dihukum


"Eriicc, anakku kenapa bisa jadi seperti ini? apa yg sudah kamu lakukan?" orang tua Eric tak tahan milihat anaknya yg masih muda itu menjadi tahanan penjara yg kejam, semua orang juga bertanya tanya apa sebabnya sampai sampai seorang anak pelayan dihukum begitu berat?


"buugg..buugg... bug" suara bedug sudah di pukul itu tandanya hukuman akan segera dilaksanakan, jendral dan penasehat negara pun juga sudah datang semua rakyat juga sudah berkumpul, sang algojo juga sudah memecutkan cambuknya berkali-kali sehingga menciptakan suara yang sesikit ngilu di dalam gendang telinga


"dengan ini, hukuman akan segera dilaksanakan! pemuda ini menjadi contoh bagi siapapun, yang berani menguping pembicaraan penasihat negara akan di beri hukuman yg serupa"


suara jendral itu menggelegar, semua rakyat saling berbisik menganggap bahwa hukuman itu terlalu kejam.


"ctarrr........ ctarrr" suara cambuk itu memecah keributan disiang hari ini,


Eric memejamkan matanya, tangannya dan kakinya terikat, badannya juga sudah tak berdaya dia berpikir kalau pun algojo itu mwncabukinya, dia tak akan merasakan sakit karena seluruh tubuhnya sudah mati rasa


"Ethan, aku berjanji kepadamu! aku akan tetap hidup dan suatu saat nanti aku akan membalas penyihir jahat itu!" Eric merapalkan sumpah itu dari hati yang paling dalam,

__ADS_1


"ccttaaarrr...!!!"


suara cambukan pertama itu membuat semua orang terkejut dan merasakan takut, namun Eric yg sedang berlutut itu hanya tersenyum, mengisyaratkan kalau dia masih baik-baik saja.


algojo mengangkat lagi cambuknya bersiap untuk mencambuk Eric lagi, namun seseorang datang menghentikannya.


"tungguuuu...."


seseorang yang berbadan gagah itu menghentikan pelaksanaan eksekusi, semua orang terlihat tampak ketakutan dan menundukkan kepala, tak terkecuali jendral dan penasihat negara, iya dia adalah sang raja yang amat sangat di hormati di negri ini, cara berjalannya saja sangat berwibawa mat birunya melambangkan sebuah kebijaksanaan dan kedamaian, lesung pipi yang dimilikinya membuat semua orang terkagum kagum melihatnya.


"apa yang sudah dilakukan anak muda itu sampai-sampai kau menghukumnya dengan cara seperti ini?"


"ampun paduka, maaf kan kelancangan hamba yang sudah berani mengambil keputusan sendiri sebelum bertanya kepada paduka"


suara parau penasihat negara itu terdengar bergetar , sungguh jelas bahwa dia sedang menyembunyikan rasa takutnya. namun dengan sangat hati-hati paduka raja bertanya kepada jendral tanpa memperdulikan perkataan penasihat negara

__ADS_1


"jendral? apa yg sebenarnya terjadi?"


jendral itu membungkuk dan menjelaskan duduk permasalahannya,


" ampun paduka, hamba menghukumnya karena dia sudah berani menguping pembicaraan hamba dengan penasihat negara, jadi hamba memilih mwnghukumnya supaya tidak ada lagi orang yang akan melakukan hal yang sama"


begitulah jendral menceritakan masalah yang telah terjadi,


"apa yang sebenarnya kau bicarakan dengan penasihat negara sampai sampai kau berani menghukum pelayan muda ini?"


muka raja Carlotte memerah, alih-alih memberi penjelasan jendral malah membuat sang raja semakin marah,


"berapa kali cambukan yang dijatuhkan kepada pelayan itu?"


raja charlotte melanjutkan kalimatnya, dengan terbata bata dan suara bergetar jendral menjawab

__ADS_1


"50 kali wahai paduka"


"kurangi menjadi sepuluh kali, sisanya biarkan jendral dan penasihat negara yang menanggungnya, karena mereka berdua telah lancang, lalu cepat bawa pelayan itu pulang suruh dokter istana untuk mengobatinya!" setelah berkata seperti itu raja pun meninggalkan balai eksekusi, dan kembali ke istananya, raja ini memang sangat disayang oleh rakyatnya namun ada banyak orang yang menginginkan kematian raja yang bijak ini.


__ADS_2