
Hari ini, hari dimana banyak orang pergi mencari naga Hungarian itu mereka berjalan ke berbagai arah yang mereka yakani disanalah terdapat naga yang dicari-cari, begitu pula dengan Eric, dia pergi ke arah selatan menuju lembah Wiwell yang terkenal curam.
semua bekal telah dipersiapkan dan Amberlah yang membantunya, mulai dari dendeng sapi yang bisa bertahan sampai sebulan lebih dan bebarapa buah roti bantal yang besar beserta manisan buah yang dikeringkan.
"Amber aku akan pergi sekarang, kompas yang kau berikan padaku ini akan sangat berguna, jangan lupa jaga kesehatanmu selama aku tidak ada disini!"
Eric mengelus kepala Amber dengan lembut, matanya sedikit basah, namun perjalanan ini harus ia lalui
"kau juga harus hati-hati Eric, akan ada banyak kesulitan diluar sana dan sedangkan aku tidak bisa bersamamu!"
Amber menatap Eric dengan isyarat mata, seakan takut kehilangan
"sudahlah, sudah waktunya aku pergi sampai bertemu dilain hari"
Eric memeluk Amber lalu tak lupa memberikan senyum termanis yang diikuti lesung pipi miliknya.
"jaga dirimu baik-baik Eric"
Amber melambaikan tangannya dengan perlahan, Eric menunggangi kudanya seraya membalas lambaian tangan Amber
"hhiiyyaaa..."
__ADS_1
kuda itu melesat cepat, Amber berdiri mematung melihat bayangan Eric yang semakin menjauh, dan membuat penglihatannya kabur dan benar-benar menghilang, amber membalikkan badannya berjalan lunglai menuju kediamannya.
"wwuusshhhh... klatok klatok.. klatok.."
kuda dari arah berlawanan melesat cepat dihadapannya, sontak membuat Amber terkejut.
"aih, siapa itu? kenapa aku tidak pernah melihat dia sebelumnya? dan kenapa dia memakai topeng di bagian kiri matanya?"
Amber berjalan dan masih memikirkan siapa yang barusan lewat, membuat dia sesikit tercengang karena baru melihat sosok laki-laki semurannya,
"ah sudahlah, lagi pula aku tidak mengenalnya lebih baik aku pulang terlebih dahulu"
meski batinnya sedang berkecamuk namun dia tetap berisah menepis pikiran itu, lalu ia berjalan cepat untuk meninggalkan tempat itu.
"ibuu... ibuu.. ibu diamana?"
Amber memanggil ibunya, namun tak terdengar suara orang menyahut teriakannya
"kemana lagi ibu? biarlah, tenggorokanku terasa kering sekali, karena aku kebanyakan menangis hari ini"
dia berjalan keruang dapur untuk minum, namun kelihatannya ibu Amber lupa memasak air, sehingga tidak ada air minum
__ADS_1
"yaampuun kenapa ibu benar-benar lupa dengan pekerjaan rumah? sampai air minum pun habis"
Amber mengambil teko untuk memasak air dan melihat secangkir minuman yang menyerupai smotie bluebery
"eeh, ini apa? keliahatannya enak seperti bluebery yang ditumbuk lalu disiram dengan susu segar, apa ibu yang membuatnya untukku? tapi baunya tidak seperti bluebery, ah aku tidak perduli, yang penting ini bisa mengobati sedikit rasa hausku"
Lalu Amber meneguk Air itu samapai habis, menurutnya rasa minuman itu sedikit aneh, ada rasa pedas dan pahit namun tidak begitu buruk, setelah selesai memasak air Amberpun
berjalan keruang belajarnya untuk membaca buku guna menambah ilmu pengetahuannya
"Ambeeerr.. Ambeerr..."
suara nyonya cloe terdengar nyaring, Amber bergegas menuju sumber suara itu berasal dengan tergesa gesa
"iya bu ada apa? kenapa memanggil Amber begitu keras?"
raut muka nyonya cloe sudah tidah bersahabat, dia terlihat kesal lalu menunjuk kearah cangkir yang sudah kosong itu
"apa kamu yang meminum air dicangkir itu?"
nyonya cloe bertanya kepada Amber tentang air dia minum
__ADS_1
"aduuhh, matilah aku.. ibu kelihatan sangat marah sekali, bagai mana aku menjelaskannya?"
Amber berkata dalam hatinya dan merasa takut.