Mata Naga

Mata Naga
episode 17


__ADS_3

Emelly Alodie Charlotte bayi perempuan yang lahir dua tahun setelah putra mahkota, kini dia tumbuh menjadi gadis cantik yang rupawan, rambut pirang keemasan itu menjadi hiasan mahkota terindah diatas kepalanya, bibirnya yang tipis yang ia miliki itu diwariskan oleh ibunya


tuan putri yang terkenal dengan kecerdasan analisis kedokteran, ahli menganalisa jenis racun dan dipercaya memiliki kemampuan menjadi Alkemis di usia yang belia ini seringkali menjadi ancaman tersendiri di dalam maupun diluar negri, selama 7 tahun ini tuan putri dikirim ke negri Tirai Bambu untuk mengasah kemampunnya


namun, kebriabadian yang mencolok miliknya sungguh berbanding terbalik dengan sang kakak, jikalau Arthur memiliki sifat yang periang dan ramah beda halnya dengan Emelly, tuan putri ini sangat dingin tidak ada seoarang pun yang bisa membuatnya tersenyum kecuali Atrhur


kini alasan mengapa dia kembali kekarajaan ini hanyalah karena keadaan permaisuri, keadaan yang begitu membuat dia cemas dan khawatir meski tak begitu dekat dengan permaisuri tapi dia tetaplah anaknya


"kau sudah bangun? syukurlah, sini kubantu oleskan obat dipunggungmu supaya tidak begitu sakit"


didalam ruangan yang luas itu, Amber terbaring merasakan sakitnya, bau wangi didalam ruangan ini begitu enak dan membuat siapapun yang berada disini akan merasa nyaman, sperti di ladang bunga


"maaf telah merepotkan tuan putri, tak seharusnya hamba berada di tempat tidur milik tuan putri"


Amber berusaha bangun dari posoisi tidurnya, namun ditahan secara paksa oleh Emelly

__ADS_1


"kau ini sungguh keras kepala ya! tunggu lukamu sembuh baru bisa membalas hutang budi kepadaku"


perkataan yang dingin membuat Amber menjadi canggung, tapi perlakuan dari tuan putri ini sungguh lembut, dia mengoleskan salep itu secara perlahan


"tuan putri, ketika hamba sembuh nanti bisaka hamba melayani tuan putri?"


Amber bertanya dengan lugu


"mana boleh gadis cantik seperti dirimu melayaniku? aku sudah kebanyakan pelayan!"


"tapi aku membutuhkan asisten untuk menyelidiki tentang kasus permaisuri dan kau yang akan menjadi asisten pribadiku"


putri Emelly melanjutkan perkataannya


"baiklaah tuan putri, hamba sangat bersedia"

__ADS_1


Amber terlihat begitu senang, dia sangat gembira jika bisa meninggalkan rumahnya


"aku telah memeriksa tubuhmu suwaktu kamu sakit kemarin, aku mencium bau pengundang mahluk mitologi di dalam aroma tubuhmu, kau harus berhati hati"


Amber terkejut, gadis muda yang berada didepannya ini memang sangat jenius, rumor itu memang benar


"bisa kau ceritakan kenapa kau bisa di hukum sampai seperti ini oleh ayahmu?"


tuan putri Emelly mulai serius dengan perkataannya, dia memandangi wajah Amber yang masih menyimpan rasa takut


"aku tidak sengaja meminum air yang diberikan oleh penasihat kerajaan kepada ayahku, lalu ayahku marah dan menghukumku"


Amber menceritakan kejadian sepele yang berakibat fatal itu kepada Emelly, sedangkan Emelly hanya menggrenyitkan dahi dan mulai menganalisis kejadian itu


"ketika kau ingin buang air kecil nanti beritahu aku, kau belum sempat buang air kecil sama sekali kan setelah kau meminum air itu? aku akan memeriksanya lewat urine mu"

__ADS_1


sebenarnya ia sudah lama menaruh curiga terhadap penasihat kerajaan, diam diam Arthur selalu mengirimkan surat kepada Emelly, dia menggali ilmu lebih dalam dan semakin dalam di negri orang guna untuk membuka kedok penasihat kerajaan, dimana selalu ada misteri yang tersimpan didalam tudung kepalanya.


__ADS_2