Mata Naga

Mata Naga
episode 6


__ADS_3

Di samping itu terlihat Eric sedang berlutut dihadapn Jendral dan penasihat negara, apa kalian tau siapa penasihat negara itu? konon dia adalah penyihir yang usianya telah mencapai ratusan tahun, dan dia sudah hidup dari zaman ke zaman, seiring bergantinya zaman dia pun selalu merubah provesinya, tidak ada yang tahu apa tujuannya dan apa yang dia cari selama ini, dg pergantian zaman itu pula namanya juga selalu berubah ubah, meskipun begitu ada satu hal yang tak pernah di rubah olehnya, yaitu kain yang selalu menutupi mukanya, dia selalu mengenakan tudung kepala dan tak pernah ada yang tau wajahnya bagaimana bentuknya dan seperti apa.


di satu zaman yang telah lampau dia juga terkenal namun dengan nama dan provesi yang berbeda jikalau sekarang dia terkenal dengan nama Frank dan berprovesi sebagai penasihat negara lain halnya dengan dimasa itu, namanya Hecate namun banyak orang yang menjulukinya dan menyebutnya The bell witch, kala itu dia berprovesi menjadi tukang jagal yang mengeksekusi tahanan dari kerajaan, dia terliahat mesterius dan sangat kejam, banyak sekali orang tua yang menakut nakuti anaknya jika malam datang dan mereka tidak mau tidur dan para orang tua akan berkata "tidurlah, jika kamu masih bersuara dan tak mau tidur jangan salahkan ibu, bila nanti hecate si tukang jagal itu datang untuk membunuhmu!" terdengar sangat seram bukan? iya itulah salah satu contoh Frank dalam kehidupan sebelumnya, dan sekarang dia menjadi penasihat negara.

__ADS_1


"kau pantas mati, karena sudah lancang menguping pembicaraan kami!" suara itu terdengar sangat lantang dan tegas juga menakutkan, sembari menendang kepala anak pelayan yang sedang duduk bersimpuh di hadapannya, terlihat anak itu tidak melawan sama sekali, namun tidak terlihat ketakutan dia terlihat sangat tenang.


"saya tidak bermaksud menguping pembicaraan tuan tuan, saya hanya mengantarkan perlengkapan berkuda ini untuk tuan penasehat negara saja" dia berkata dengan mengangkat kepalanya, kedua orang itu tampak bersungut sungut, terlihat jelas api amarah diwajahnya, di tamparlah wajah tampan anak pelayan itu, dia meringis kesakitan! namun garis lengkung dibibirnya tak juga memudar,

__ADS_1


"ayah, hentikan! jangan menyakitinya lagi!" isak tangisnya ia tahan, namun air matanya meleleh menggambarkan hatinya yang terasa sesak dan sakit, "Amber, pergilah.. aku tidak apa apa, jangan perdulikan aku" matanya mulai berkaca kaca, "Eric, aku tidak aka pernah membiarkan seorangpun menyakitimu, termasuk ayahku!" dia mengatupkan bibirnya dan merapatkan giginya, terlihat jelas dia sedang menahan gejolak amarah.


"heii pengawal, bawa pemuda ini ke penjara untuk di eksekusi besok, arak dia di balai kerajaan pada tengah hari!" para pengawal itu menyeret tubuh Eric, namun Amber masih bersi keras memeluknya dan tak rela untuk melepasnya, "Erriiiiccc, tidak.. ayahh jangan sakiti Eric, hukum saja akuu" Amber berteriak sambil berlutut di kaki ayahnya, meminta ayahnya untuk melepaskan Eric.

__ADS_1


"plaakk" tamparan keras mendarat di pipinya, kulit yang halus dan beraih itu terlihat memerah, tangisnya kian mengeras namun ayahnya tak memperdulikannya, Amber tidak tahu apa yang Eric lakukan sehingga ayahnya memperlakukan Eric dengan begitu kejam, "aku harus mencari cara untuk membebaskan Eric dari penjara malam ini" dia berpikir keras dan memutar otak untul mencara cara agar Eric bisa keluar dari masalah ini.


__ADS_2