Mata Naga

Mata Naga
episode 25


__ADS_3

Di sisi luar istana


"sudah beberapa hari aku meninggalkan wilayah keraja'an, tak tahu apa yang terjadi disana, ibu.. apa ibu masih baik - baik saja? aku memiliki firasat buruk akan hal ini"


Arthur menjadi gelisah, ketika mengingat kadaan ibunya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur, sedah beberapa hari dia meninggalkan istana untuk mencari naga hungarian itu, namun masih belum terlihat olehnya tanda-tanda keberadaan mahluk mitologi yang ia cari , rasa lelah dan kecewa membuat Arthur merasa putus asa tapi demi kesembuhan ibunya dia rela mempertaruhkan nyawanya sendiri.


di tepi rawa dia mengistirahatkan rasa lelahnya, menghilangkan dahaga yang membuat basannya terasa lemas.


"disini sangat sejuk, istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan tidak apa-apa kan?"


Arthur bergumam dan duduk di sebuah bongkahan kayu, tak jauh dari tempat dia istirahat terlihat seorang pemuda seusianya juga sedang duduk termenung melihat genangan air yang memantulkan wajahnya, Arthur tidak menggubris pemuda itu, dia melanjutkan istirahatnya.


"gggrrrrrr"


suara aneh itu terdengar jelas di telinga Arthur, namun dia masih enggan membuka matanya dan bangun dari posisi rebahan itu, dan sampai akhirnya dia tersadar kalau bongkahan kayu itu bergerak dan berjalan.


"aaahhggrr"


Arthur mengerang kesakitan karena terjatuh dan pendaratannya tidak termasuk mulus.


"heeiii hati-hati"


pemuda yang tadi berlari kearah Arthur, dan menyeretnya menjauh dari mahluk besar itu

__ADS_1


"ddaammm... daammm"


suara langkah kakinya yang besar bisa membuat tanah disekitarnya ikut bergetar.


"laarrriiii"


Arthur berseru memberi tahu untuk lari ke arah kuda yang ia tunggangi, sementara mahluk besar itu masih terus mengejarnya.


gigi yang amat tajam itu memporak porandakn tumbuhan disekitar rawa, pepohonan banyak yang tumbak karenananya


"heeii lewat sini, ayo cepat naiklah"


Arthur menarik kawannya yang berlarian berasamanya sedari tadi yang tak lain adalah Eric,


Eric berkata dengan napas tersengal sengal, sedangkan Arthur terus memacu kudanya dengan sangat kencang.


"bblllaaammmm"


suara pohon tumbang jatuh tepat dihadapan mereka berdua


"aaarrrggghhhh, cepat putar arah laju kudanya"


Eric menarik paksa tali kuda yang dikendalikan Arthur

__ADS_1


"kau ayunkan pedang itu kearahnya"


Arthur memberi intruksi kepada Eric, sedang Eric masih menyetabilkan posisi duduknya


"apa kau tak punya mata? betapa besarnya mahluk itu, apa kau bodoh? pedang saja tak bisa menandingi giginya yang tajam itu"


Eric berteriak lantang kepada Arthur, seketika itu Arthur langsung menghentikan kudanya


"apa kau bilang? apa aku bodoh? turunlah kalau begitu"


Arthur terlihat tampak kesal dengan perkataan Eric, namun tak ada waktu lagi, mahluk besar yang mrnyerupai belalang raksasa itu semakin dekat, dan mereka tak bisa mengelak lagi,


"iyya kau memang bodoh lihat dia semakin dekat dan kau malah berhenti begitu saja!"


Eric masih meneriaki Arthur yang melesat cepat meninggalkan Eric sendirian, Eric terlihat kehabisan cara disituasi seperti ini,


"ggrrrroooaaaarrrr"


mahluk itu mengerang didepannya, lendir yang mengalir dari rahang gigi yang amat tajam itu membuat Eric bergidik ngeri, tapi dia tahu bahwa mahluk besar ini adalah jenis mahluk purba yang sering kali di jumpai di rawa-rawa dekat pegunungan lembah Wiwell, iya hwan ini bernama Dug Bog, ketika dia tertidur dan tidak bergerak dia terlihat menyerupai sepotong kayu yang sudah mati, hewan ini memiliki kaki berbsirip dan gigi yang sangat amat tajam hewan ini menyerupai belalang raksasa melata, namun dia tidak memakan manusia, makanan favoritnya adalah Mandrake.


"Haaiiizzz, bau mulutnya sangat menyengat, aku tidak tahan"


Eric berlari menjauh dan bersembunyi dibalik pepohonan, namun nampaknya hewan ini memeiliki penciuman yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2