
suara derap kaki kuda terdengar dari kejauhan, Eric yang kala itu sedang duduk termenung menatap aliran sungai merasa heran
"siapa yang menunggangi kuda di pagi hari seperti ini?"
dia bergumam sambil mencari dari mana sumber suara tersebut,
"hhiiiyyaa.... hhiiyyaa..."
suara langkah kaki kuda itu diiringi hentakan seseorang yang sedang memacunya, ringkikan kuda juga semakin terdengar jelas, Eric berdiri menunggu seseorang itu lewat.
tampak dari kejauhan lelaki sebayanya terlihat samar menuju ke arahnya, melewati Eric dengan kuda yang begitu gesit.
"Ethaannn... tungguu!"
__ADS_1
dia terbelalak melihat siapa yang sedang melintas di depan matanya tersebut, eric berlari mengejar sebisanya, namun lelaki itu hanya memberi tatapan yang dingin dan berlalu begitu saja.
"oh tidak, dia bukan Ethan tatapan matanya begitu menakutkan, aku hanya berhalusi nasi saja, Ethan aku, ayah dan ibu sangat merindukanmu, kemana kau pergi seminggu ini? dimana kau makan dan tinggal?"
Eric tertunduk lesu, mengingat Ethan yang tak kunjung ia temukan sampai-sampai halusi nasinya melewati batas, Amber juga sangat terpukul mendengar kabar bawhwa Ethan tiba-tiba menghilang begitu saja, padahal malam itu Ethan masih menghibur Amber.
"harus kucari kemana lagi? aku tak bisa berhenti memikirkanmu Ethan, pulanglah!"
Eric merasa bersalah, badannya terlihat lebih kurus dari hari-hari sebelumnya, dia berjalan menuju menara Shine tempat terakhir kali di kunjungi Ethan.
sesaat dikala perjanannya menuju menara matanya menangkap sesuatu yang tidak asing, benda itu tergeletak di bawah pohon berbaur dengan dedaunan yang gugur.
"Ethan... ini harmonie milik Ethan!"
__ADS_1
Eric segera mengambil benda itu, harmonie yang selalu Ethan bawa kemana mana itu tergeletak begitu saja, nadanya yang slalu menghibur Eric dikala sedih dan bosan sekarang telah kehilangan pemiliknya
"kemana Ethan pergi? kenapa dia meninggalkan harmonie kesayangannya? pasti ada sesuatu buruk yang telah terjadi pada Ethan!"
Eric mulai panik, lagi lagi dia harus memutar otaknya untuk memecahkan masalah ini, dia bingung harus meminta tolong kepada siapa, sedangkan orang yang ia kenal di sekitar istana hanya itu itu saja, Eric berjalan kencang menuju rumahnya
"debruukk"
dirinya terjatuh dan lututnya terluka, Eric melenguh kesakitan, dengan sekuat tenaga dia mencoba berdiri dan berjalan, dibalik pepohonan yang rimbun itu ada sepasang mata yang mengintainya, mata yang begitu tajam tapi penuh dengan kasih sayang,
Eric menoleh kesana kemari, sadar kalau sedari tadi seperti ada yang memperhatikan gerak geriknya, hari juga semakin gelap Eric mengenggam erat benda kecil itu, berjalan tertatih melewati jalanan berbatu, melalui pepohonan yang teramat rimbun, bergegas dengan cepat agar sampai dirumah sebelum hari menjadi gelap, suara lolongan anjing hutan juga mulai terdengar.
hewan malam sudah keluar mencari makan meninggalkan sarangnya, asap mengepul dari rumah rumah tanda waktu makan malam sudah hampir tiba, namun sampai hari ini keberadaan Ethan tak juga mendapatkan titik terang, Eric berpikir mungkin harmonie kecil ini adalah awal petunjuk yang diberikan tuhan supaya bisa cepat bertemu dengan Ethan.
__ADS_1
"aku akan menemukanmu Ethan, hidup maupun mati, bagaimanapun keadaanmu, dan apapun yang terjadi kau tetap akan menjadi kakakku satu-satunya!"