
musim dingin yang sangat menyakiktan bagi Eric, pakaian tipis itu tidak bisa menghangatkan tubuhnya, penjara ini sangat kejam! bagaimana bisa ruang penjara yang tinggi ini tak mempunyai atap? salju yang turun membuat badannya menggigil, bibirnya membiru bahkan dia tidak bisa merasakan tubuhnya lagi seperti mati rasa.
"Tuhan.. aku percaya akan hadirmu, kau pasti akan datang menolongku bukan?"
Eric berdo'a dg segenap jiwa yang dimilikinya.
butiran butiran salju itulah yang bisa menyaaksikan kesedihannya juga amarah yang dia bendung dalam lubuk hatinya yang terdalam.
__ADS_1
tampak jauh dari luar istana Ethan sedang berusaha mencari cara untuk membebaskan Eric, dia terlihat sangat khawatir dengan keadaan adiknya, dia berfikir keras untuk mencari cara guna menemui adik semata wayangnya itu, dia berlari menuju ruang penjara, namun penjaga disana sangat banyak mereka tak akan mungkin memperbolehkan Ethan masuk untuk menemui Eric.
dia berfikir kalau Amber akan membantunya mencari jalan keluar dari masalah ini, namun Amber juga sedang di hukum oleh ayahnya.
Ayahnya melarang Amber untuk keluar kamar, dan menguncinya di dalam, tanpa memberinya makan, minum dan buang air. sungguh hukuman yang sangat tidak berhati manusia, dia juga sedang mencari cara agar bisa keluar dari kamarnya, namun usahanya terlihat tak menuai hasil sama sekali, dia kehilangan harapannya
"Eric, maafkan aku! aku tidak bisa menyelamatkan mu" air matanya terus meleleh berjatuhan bersamaan dengan hujan salju fi luar,
__ADS_1
"Eriicc.. ini selimut dan jerami, gunakanlah untuk malam ini, tubuhmu tak akan kuat menghadapi cuaca seperti ini"
Eric terperanjat melihat Ethan tengah berada disisi atas penjara itu, dia sangat terkejut melihat pengorbanan kakaknya,
"Ethan, cepat pergi dari sini! ini bukan tempat bermain" dia berbicara dg suara parau, tubuhnya semakin melemah, dia hanya melihat remang remang bayangan Ethan.
"Eriic, berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku! kau harus tepati itu, kau harus hidup Eric" Ethan tak kuasa menahan air matanya yang tiba tiba mengucur deras membasahi pipinya rasa sayangnya kepada Eric mengalahkan segalanya.
__ADS_1
"aku berjanji padamu Ethan, aku akan hidup, demi kau, ayah, ibu dan Amber" dia tersenyum sesaat sebelum tubuhnya terasa lunglai dan matanya tak bisa lagi menangkap cahaya obor di dalam penjara, dia jatuh tersungkur, jerami dan selimut yang dibawakan Ethan pun dia tidak menyentuhnya,
"Eriicc kau telah berjanji kepadaku, kau akan tetap hidup, kau sudah berjanji, kau sudah berjanji! kau harus menepatinya Erii" teriakannya memecahkan keheninga malam yang bersalju itu. Air mata yang jatuh telah menyatu dengan salju dan akan membeku, saat ini hanya ada harapan yang terlihat semu, namun akankah semua ini akan berakhir saja dengan begitu?