Mata Naga

Mata Naga
episode 3


__ADS_3

"tapi aku ingin ikut denganmu Eric"


dia memasang wajah sedih dan memelas berharap Eric akan mengajaknya


tapi itu tidak berhasil, Eric menggelengkan kepala tanda tak setuju dengan keinginan Amber


"jangan Amber, lebih baik kau pulang terlebih dahulu, ini tengah hari, panasnya terik matahari akan membakar kulitmu jika kau ikut denganku


" tidak apa apa Eric, asalkan aku bisa ikut denganmu, aku tidak perduli" dia gadis yang keras kepala memang, dia tetap bersi keras untuk mengikuti Eric, padahal Eric tak memperbolekannya


"Amber, jika ada susuatu yang trrjadi padamu, ayahmu tidak hanya akan menghukum kami, kau juga akan di hukum nantinya, pulanglah bersamaku aku akan mengantar mu"


kali ini Amber tidak membantah apa yang dikatakan Ethan, dia menurutinya


"Eric aku pulang, tapi berjanjilah nanti malam temui aku di menara shine, oke?" dia membalikkan badannya dan menekuk wajahnya


" hhmm dasar perempuan, selalu membuat ku resah atas prilskunya" Eric menggerutu di dalam hatinya.

__ADS_1


dia bergegas menuju sungai tempat biasa dia memandikan kuda kuda kerajaan,


"hai, ayah, maaf aku sedikit terlambat, ada urusan kecil yang harus aku selesaikan tadi" dia menjelaskan sedikit alasan kenapa dia agak terlambat


"hahaha, kau terlambat karena harus mengurus anak jendral perang itu ya?" ayahnya tertawa, dia tahu betul apa yang dilakukan oleh anaknya, dia adalah ayah yang baik, dia mempunyai perasaan yang bisa menghangatkan keluarganya.


tak heran jika istri dan anak anak sangat menghormati dan menyayanginya, dia tidak pernah marah kepada Ethan maupun kepada Eric jika keduanya membuat masalah kecil, dia hanya akan tersenyum dan berkata lembut, begitulah cara dia menasehati kedua putranya itu,


"dimana kakakmu? kenapa kau datang hanya seorang diri?" sambil menggosok punggung kuda, ayahnya bertanya


"ah, tadi dia bilang akan pergi ke belakang pavilliun untuk membawa kuda kuda yang ada disana" Eric memperhatikan raut muka ayahnya yh sedikit terlihat cemas, mamun beberapa saat, Ethan datang dan membawa segerombolan kuda untuk dimandikan


"ayo cepat selesaikan pekerjaan kalian, hari sudah mulai gelap, ibumu pasti khawatir jika kita pulang terlalu larut" ayahnya memperingatkan mereka agar cepat menyelesaikan tugasnya


"Eric, apa kau akan menemui Amber nanti malam?" Ethan bertanya dengan nada lirih, supaya ayahnya tidak mendengarnya


" iya kenapa? apa kau ingin ikut dengan ku?"

__ADS_1


Eric bertanya dg wajah datar


"apa boleh aku ikut?" Ethan bertanya dengan ragu ragu, Eric menahan gelak tawanya


"ppfftt"


"kenapa kau tertawa? apa aku bertanya tentang suatu hal yang konyol?" Ethan terlihat kesal, namun Eric segera memjawabnya


"heeiii, umurmu sudah 17 tahun, kau bukan lagi anak kecil, jadi berhentilah bersikap seperti itu" Eric tersenyum melihat kakak yang dia kira lebih berpemikiran dewasa darinya ternyata sama saja,


"bukankah kita itu teman sejak kecil? lantas kenpa kau masih bertanya boleh ikut aku atau tidak?" lagi lagi Eric tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya,


hari sudah gelap waktunya mereka untuk pulang kerumah, membersihkan diri lalu bersiap untuk makan malam,


di dapur


" buu, hari ini ibu memasak apa untuk kami?"

__ADS_1


Ethan terlihat tidak sabar.


__ADS_2