
"hhhuuufffttt, tampaknya dia sudah tidak mengejarku lagi"
Eric menghela napas panjang, Hewan itu sudah tak terdengar lagi erangannya, Eric merasa lega dan merebahkan badannya diatas tanah, memejamkan mata dan mengatur napasnya
"tteeeessss... teess"
suara air menetes tepat di permukaan wajahnya, tekstur yang kental dan baunya tidak asing
"Aaaaaaaaaaaaa"
Eric berteriak karena terkejut, hewan itu ada diatasnya dan membuka mulut dengan lebar, sangat menjijikkan.
Eric hanya bisa bergerak mundur dengan cara menggeliat pasrah,
"mungkin ini adalah akhir dari segalanya, Ethan maaf aku tak bisa menyalamatkanmu"
Eric memejamkan matanya dan berdoa untuk keselamatannya sendiri
"gggrrroooaaarrrhhh"
suara yang lebih menggelegar dari yang sebelumnya ia dengar, membuat gendang telinga miliknya bergetar, Eric tidak berani membuka matanya, dia tetap memejamkan mata hingga keajaiban itu muncul
suara kepakan sayap yang amat kuat, cengkraman di bahunya berasa menusuk tulang miliknya, Angin yang menerpa wajahnya juga semakin kencang
__ADS_1
"oh tidak, benar kali ini adalah kematian"
Eric mencoba untuk membuka matanya secara perlahan, warna langit biru itu menjadi pemandangan pertama yang ia lihat,
"oohh ya, benar, ini adalah surga"
Eric memejamkan kembali matanya, memastikan kalau semuanya memang sudah berakhir dengan semestinya
"kau tidak apa-apa? aku masih belum terlambat bukan?
suara itu membuat Eric terkejut, dia sangat mengenal suara ini
"Ethaaann, apa aku bertemu denganmu di surga?"
Eric tampak belum sadar dengan kejadian yang dialaminya
Suara itu membuat Eric sadar akan satu hal, dia berada jauh dari tanah, sangaaatt tinggi
"aaaaahhhhhh, turunkan aku kumohon turunkan"
Eric berteriak dan mencoba melepaskan diri dari cengkramannya, Eric mencoba mendongak keatas, melihat siapa yang telah membantunya dari bahaya yang baru saja akan merenggut nyawanya
"ohh tidak, ini pasti mimpi"
__ADS_1
Betapa rerkejutnya ia ketika melihat seekor naga terbang yang dipenuhi dengan duri tajam seakan tersenyum kepadanya, dan dia menyadari hal itu lima menit sebelum pandangannya kabur dan tak sadarkan diri.
"oohhh yaampuunn"
Seperti yang kita ketahui, Naga memang mahluk mitologi yang diyakini hidup ribuan tahun yang lalu, namun masih banyak kontroversi dari beberapa pihak peniliti.
"wiweell, siapa yang kau bawa kemari?"
naga tua yang sedang duduk menikmati pemandangan dari atas lembah itu tampak terkejut ketika melihat wiwell membawa anak manusia kewilahnya
iya, wiwell adalah naga yang masih muda, dia memiliki warna merah menyala dan dua tanduk perunggu bertengger kokoh diatas kepalanya, gagah besar dan memiliki ekor keemasan dan memiliki bola mata berwarna kuning yang tajam.
"ohhh Gruns, dia adalah adikku"
Gruns yang merupakan naga tua berwarna biru keabuan dan memiliki satu tanduk bengkok berwarna merah kehitaman itu menggrenyitkan dahinya
"adik? kau sungguh pandai bercanda Wiwell"
Gruns tertawa getir mendengar pengakuan wiwell yang terdengar bodoh itu.
"terserah kau sajalah pak tua, suatu hari nanti kau akan mengerti mengapa aku bisa menjadi serupa dengan dirimu ini"
wiwell meninggalkan Gruns yang masih terlihat kebingungan, lalu dia membawa Eric di sebelah mata air untuk membasuh wajahnya yang kotor dan bau
__ADS_1
"Hai Eric, apa kabar? kau terlihat lebih kurus dari sebelumnya"
Wiwell nampak memanjakan Eric dengan tangan besar dan kasar miliknya, sayapnya yang mengepak gagah membuat penampilannya semakin menakutkan.