Mata Naga

Mata Naga
episode 19


__ADS_3

Amber mempercepat langkah kakinya, terlihat baskom dan beberapa jenis pisau di tangannya, semua peralatan seperti handuk, kapas dan kain pun sudah lengkap di atas meja


Tuan putri Emelly pun segera memulai pembedahan di area nadi permaisuri,


" Amber, kunci pintunya tidak boleh ada orang yang masuk ataupun keluar sebelum aku selesai melakukan pemeriksaan semua ini"


Amber pun bergegas melaksanakan perintah tuan putri Emelly, terlihat dipojok ruangan penasihat kerajaan tampak gelisah, raja Charlotte pun juga ikut tegang menyaksikan semua ini berlangsung


"mohon ampun paduka raja, sepertinya keadaan permaisuri semakin memburuk, apa perlu hamba membantu tuan putri untuk menanganinya?"


penasihat kerajaan berbisik perlahan di telinga raja Charlotte, Amber pun tak membiarkan penasihat kerajaan lolos dari pandangan matanya, semua gerak geriknya dia perhatikan


"mohon ampun paduka, hamba tidak bermaksud lancang, tapi tadi tuan putri sudah mengatakan kalau dia akan melakukan ini sendirian tanpa bantuan siapapun, jadi hamba mohon peryalah kepada tuan putri, semua akan bisa ditangani"


Amber menyela di tengah-tengah perbincangan penasihat kerajaan dan raja Charlotte, tapi raja Charlotte hanya diam dan memperhatikan putrinya dari jauh


"sepertinya ada yang tidak beres dengan penasihat kerajaan, tingkahnya mulai tegang seperti ada yang disembunyikan"

__ADS_1


Amber begumam dalah hati, dia hanya bisa menyimpan rasa penasaran sebelum semuanya terungkap, suasana didalam ruangan ini memang pengap, ventilasinya juga telah ditutup, beberapa jendela sengaja dibuka namun sisanya dibiarkan tertutup rapat


perlahan titik-titik peluh bercucuran di dahi tuan putri, Amber berinisiatif membuka jendela supaya angin bisa masuk dan udara di dalamruangan ini tidak begitu pengap


langakhnya semakin dekat menghampiri jendela namun seseorang bergegas menariknya


"hei gadis kecil, kau jangan lancang!"


suara serak parau itu tak asing lagi, dia adalah Frank si penasihat negara yang mencurigakan itu


Amber tak menggubris teguran dari penasihat negara, dia mempercepat laju langkah kakinya, namun tak disangka Frank pun tak menyerah untuk menghalanginya


"sudah ku bilang, jangan lancang!"


kini suara itu semakin keras dan bernada tinggi, sontak itu membuat tuan putri Emelly menjadi tidak fokus untuk melanjutkan analisanya


"hentikan!! sekali lagi kau membuat keributan, dan membuat konsentrasiku hilang lalu membahayakan nyawa permaisuri, aku tidak keberatan jika kau dikubur bersamanya!"

__ADS_1


tuan putri Emelly menudingkan pisau bedah yang tajam itu kearah Frank, penasihat kerajaan yang sudah tua itu


"cihh.. siall, beraninya dia berkata seperti itu kepadaku, tunggu saja jika ibumu mati kau juga akan mati bersamanya!"


Frank mengumpat didalam hatinya, dia mengepalkan tangan namun tak bisa berbuat apa-apa kepada tuan putri


"sudahlah penasihat kerajaan, udara disini memang begitu pengap, jadi biarkanlah gadis itu membuka beberapa jendela"


raja Charlotte berkata dengan lembut, lalu menyuruh Frank kembali berdiri disisinya, sedangkan tuan putri melanjutkan pekerjaannya


"terimakasih paduka raja"


Ucap Amber lalu berbalik badan dan membuka jendela satu persatu, hawa swjuk pun mulai memasuki ruangan rasa pengap pun perlahan menghilang, cahaya matahari dari luar menambah penerangan alami


"begini kan lebih enak, kenapa penasihat kerajaan bersi keras melarangku untuk membuka jendela? manusia yang menjengkelkan, untung saja tuan putri segera bertindak"


Amber bergumam lirih didalam hati.

__ADS_1


__ADS_2