
"sudahlah Amber, jangan bersedih lagi sudah cukup tak perlu mengingat kejadian itu lagi ya, sebaiknya kau pulang hari sudah semakin larut"
Ethan menenangkan Amber yang masih terisak dalam rasa bersalahnya atas kejadian itu, hari semakin larut Ethan juga harus beristirahat supaya besok dia bisa bangun lebih awal dan segera bekerja.
"Ethan, sampaikan salamku pada Eric ya, aku akan selalu menunggunya"
ada seutas garis lengkung di bibirnya, baikan pelangi sehabis hujan, Ethan juga membalas senyumnya lalu beranjak pergi meninggalkan menara shine yang menjulang tinggi itu,
"hhhmmm, Eriiic Eriiic betapa beruntungnya dirimu memiliki wanita secantik Amber"
Ethan bergumam didalam hatinya dan menggelengkan kepala, dia berjalan menyusuri gelap malam, suara binatangpun mengiringi langkah kakinya, hanya cahaya obor yang terletak di pilar pilar bangunanlah yang menjadi satu satunya alat penerangan di saat dia berjalan.
"kkrrssaakk"
suara itu mengejutkan Ethan, sontak dia langsung membalikkan badannya dan menoleh kesana kemari,
" aneh, suara apa itu? seperti ada yang mengikutiku, mmm mungkin cuma perasaanku saja"
__ADS_1
dia berkata pada dirinya sendiri, lalu meneruskan langkah kakinya dengan cepat dan tidak memperhatikan arah sekitar.
"hhaapppp"
terlihat seseorang mengenakan pakaian serba hitam dan memakai penutup muka.
"ahhh tidaakk, tolong.. toloong... lepaskan aku"
Ethan berusaha memberontak, namun tenaga orang itu lebih kuat dari dirinya,
seseorang yang bertubuh besar itu menyeret tubuh Ethan dengan cepat lalu mengikatnya di dalam pafiliun yang sudah tak terpakai,
"pangeran harus nurut ya, jangan memberontak lagi, kalau tidak aku tidak segan membunuhmu"
mulut Ethan di ikat kain jadi tidak bisa berteriak lagi, tangannya juga sudah mulai terasa nyeri,
"siapa orang ini? kenapa dia menangkapku seperti ini? apa yang telah kuperbuat? " Ethan terdiam, dia berpikir keras untuk hal ini, namun nihil dia tak mendapatkan jawaban sama sekali, kepalanya terasa pusing dan badannya juga terasa lemas, sebelum dia memejamkan matanya Ethan mendengar samar-samar suara seseorang yang tidak asing baginya,
__ADS_1
"tolooong..." lalu Ethan pun tertidur.
disisi lain, Eric sedang gelisah, berjalan kesana kemari dan terlihat beberapa kali menengok ke arah jam dinding.
"sudah jam setengah satu, malam sudah larut, kemana dia pergi? oh Ethan cepat kembalilah"
dia menghela napas dengan panjang, menuggu didepan rumah, mondar mandir tidak jelas sesekali duduk lalu bangun lagi.
"Eriic, dimana kakakmu? kenapa dia belum kembali? kemana dia pergi?" suara ibunya mengagetkan lamunan Eric, Eric hanya menggelengkan kepala dan menunduk,
"aku juga tidak tahu bu, Ethan hanya memberitahuku dia pergi ke menara shine, dan aku harus menjaga ibu, itu sebabnya aku tidak ikut pergi dengannya" Eric merasa sedih, jika bukan karenanya meminta Ethan menemui Amber dimenara shine itu, munkin dia sudah bisa berkumpul dengan ayah dan ibu,
"jangan khawatir bu, aku akan mencari Ethan!"
Eric segera bergegas mencari kakaknya,
"hati-hati Eric" wajah ibunya mengisyaratkan kekhawatiran yang mendalam, dia takut jikalau terjadi kepada kedua anaknya, bagi ibunya Eric dan Ethan adalah harta yang tak ternilai harganya, karena cuma mereka berdua yang dia punya.
__ADS_1