
"Eric... Eric.. kumohon jangan pergi, aku tak ingin terjadi apa-apa padamu!"
Amber menggenggam tangan Eric, memelas memohon agar Eeric tak pergi untuk mencari naga Hungarian itu
"Amber, coba lihat ini! setelah beberapa hari aku mencari jalan keluar untuk menemukan Ethan, aku baru menyadari masih ada sedikit harapan untuk aku menemukannya!"
Eric menunjukkan harmonie berwarna coklat kemerahan itu kepada Amber,
"bagaimana caramu menemukan Ethan dengan benda kecil ini Eric? apa kau yakin, kau mau mencarinya kemana?"
Amber masih bersi keras untuk menahan Eric supaya tak pergi mencari naga si mahluk mitologi itu.
"Amber kau lihat baik-baik, di bagian belakang ini ada sebuah huruf dari bahasa yunani kuno,
__ADS_1
~ñģřn\= Hungarian, ęwł\= Wiwel~
hungarian adalah naga yang dicari saat ini, sedangkan wiwel adalah nama lembah curam yang membatasi wilayah kerajaan ini bukan? apa sekarang kau paham Amber?"
butuh waktu semalaman bagi Eric untuk memahami arti dari pentunjuk yang di berikan tuhan melalu Harmonie itu, dan diam diam juga dia menyelinap ke perpustakaan kerajaan demi mencari arti huruf-huruf yang tertulis di bagian belakang harmonie milik Ethan
"tapi, apa kau benar benar yakin kalau Ethan yang menuliskan huruf itu?
Amber terlihat masih belum bisa mempercayai Eric, dia masih terlihat khawatir
Eric terlihat sangat yakin bahwa dirinya akan menemukan kakaknya, sedangkan Amber hanya bisa berdo'a dan menunggu kedatangan Eric.
"tujuanmu ke lembah Wiwell kan? lembahnya sangat curam dan dingin, meskipun tidak jauh dari sini, kau juga tetap butuh bekal makanan kan? kau butuh persediaan air minum, jika kau mati karena kelaparan itu adalah hal konyol!"
__ADS_1
Amber menyeka air matanya, namun terlihat jelas rona senyumnya, dia mendukung Eric setelah dia yakin bahwa Eric akan pulang dan membawa Ethan kembali
"sebelum aku berangkat, kau harus menemaniku menyiapkan semua persiapannya ya, jika ayahmu memberi waktu semua orang hanya lima hari, berbeda dengan ku, aku butuh waktu seminggu bahkan bisa sebulan untuk menemukan Ethan, jaga dirimu baik baik!"
Eric memegang erat tangan Amber, memberikan keyakinan bahwa dirinya akan kembali secepat mungkin dalam keadaan baik baik saja, dipeluknya tubuh ramping milik Amber, di kecupnya kening yang halus nan putih itu,
"kau harus janji padaku, kau akan pulang dengan keadaan baik baik saja, kau tidak boleh mati terlebih dulu ingat itu Eric!"
air matanya meleleh berjatuhan, siapa yang sanggup membiarkan seseorang yang paling dicintai harus pergi menghadang maut, menyerahkan nyawa?
"aku akan pulang secepatnya Amber, tenang saja masih banyak mimpi yang harus kubangun bersamamu, kau baik baik disini ya, tolong jagakan ayah dan ibuku selama aku pergi"
Eric mencium pipi Amber yang basah itu, mengusap lembut linangan air mata yang menjadi saksi betapa dia mencintai Eric
__ADS_1
"aku minta sama dewa kematian, supaya mencabut nyawaku satu hari sebelum dia nyabut nyawa kamu!"
Eric tak sanggup lagi menahan rasa panas di kelopak matanya, air matanya ikut meleleh pelukannya terhadap Amber semakin menguat, kepergian ini hanya sementara tapi jika takdir berkata lain manusia hanya bisa menerima kenyataannya.