
"ibu, aku hanya haus lalu meminumnya"
Amber berkata dengan ragu
"Amber, itu adalah minuman yang diberikan oleh penasihat kerajaan kepada ayahmu, lalu bagaimana ibu menjelaskannya nanti?"
nyonya Cloe terlihat sangat cemas
"itu hanya minuman biasa kan? aku akan buatkan yang baru lagi bu"
Amber memikirkan cara agar bisa meredakan kekhawatiran dalam benak ibunya, namun belum sempat ia melakukan hal itu ayahnya sudah keburu datang
"Dimana minuman yang dititipkan penasihat kerajaan kepadamu?"
panglima jendral datang, dan tanpa basa basi ia langsung menanyakan minuman itu
"mmmm, tadi.. aku menaruhnya disiini suamiku! tapii tanpa sengaja diminun oleh anakmu"
tangan nyonya Cloe gemetar, dia terlihat sangat takut hanya karena air yang diberikan oleh penasihat kerajaan itu terminum oleh Amber raut wajah panglima jendral menjadi merah padam
"kau tau seberapa berharganya air itu haa?"
__ADS_1
sontak nada tinggi itu mengagetkan Amber dan ibunya
"ayaahh, maafkan akuu.. aku tidak sengaja meminumnya akan kubuatkan lagi air bluebery yang baru"
Amber betlutut meminta maaf kepada ayahnya, namun bukan hanya sekali ini Amber membuat ayahnya marah
"kau lancang sekali"
jendral menyeret tubuh mungil Amber, menariknya keluar rumah
"plaakk.. siapa yang mengajarimu bertindak lancang seperti itu?"
tamparan keras mendarat dipipi lembutnya, kata maaf sudah berulangkali dia ucapkan namun sama sekali tak pernah di hiraukan
"ribut sekali.. ada apa?"
seorang gadis muda datang dengan beberapa pengawal dibelakangnya, kulitnya putih bersih parasnya yang anggun, dan mata birunya yang tajam mampu membuat panglima jendral berhenti mencambuki putrinya
gadis itu berjalan perlahan ke arah Amber, memapahnya berdiri menyuruh seorang pengawalnya untuk membawa Amber ke kamarnya untuk diobati
"kenapa ribut? aku paling tidak suka ada kegaduhan di sekitar istana"
__ADS_1
dia berkata dengan tatapan yang dingin, jendral menundukkan kepalanya, dia hanya tertunduk tanpa berkata apa apa
aura gadis ini sangat luar biasa, terlihat dari paras wajahnya dia masih sangat muda, lesung pipinya jarang terlihat karena garis lengkung dibibirnya jarang muncul
"kenapa hanya diam? aku bertanya padamu jendral!"
dia mengulang perkatannya
"maafkan hamba tuan putri, hamba tidak tahu kalau tuan putri ada di istana"
panglima jendral menekuk lututnya lalu bersimpuh dihadapan tuan putri
"lalu, jika aku tidak ada disini apa kamu akan tega berlaku keji seperti itu pada seorang perempuan karena hal sepele?"
gadis itu memepertegas suaranya
"ampun tuan putri, saya tidak berani"
panglima jendral masih belum berani untuk mengangkat kepalanya
"mulai hari ini, biarkan gadis itu menjadi pelayan pribadiku, dan siapapun yang berani menyentuhnya kau tau sendiri kan?"
__ADS_1
gadis itu pergi begitu saja, dan jendral pun hanya bisa berlitut dan terdiam, nyonya Cloe merasa lega akan hal ini
setidaknya Amber selamat untuk saat, Amber beruntung karena gadis cantik berwajah menawan yang menolongnya tadi ia lah tuan putri, anak kedua dari raja charlotte lebih muda dua tahun dari putra mahkota, biasanya dia hanya pulang untuk mengunjungi kedua orang tuanya beberapa hari saja, lalu berangkat lagi ke negara tirai bambu untuk menununtut ilmu.