Me And My Broken Heart

Me And My Broken Heart
Rencana Nyonya Andreas (Mami Rhena)


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan dirinya pertanda pagi sudah datang, tapi Fazio Andreas masih terlelap dengan mimpinya di satu ruang tempat dimana ia biasa melepas lelah setiap harinya. Setelah mengantarkan Lastra kembali ke apartemenya, Zio tidak langsung pulang kerumah ia mampir ke klub malam milik sahabatnya Zaid hanya untuk sekedar menetralkan hati dan pikiranya. Dan ia pun kembali kerumah saat jam dinding di kamarnya menunjukkan puku 2.30 dini hari.


Di lain tempat masih di kediaman yang sama para asisten rumah tangga sudah sibuk sedari subuh dengan rutinitas harian mereka. Pagi ini Bik Anik dikejutkan dengan sebuah kantung plastik yang berisi baju dan pakaian dalam wanita didalamnya. Ia pun langsung mencari supir pribadi Zio yang bertugas membersihkan mobil karena hanya


dari mobil Zio-lah bi Anik mendapatkan baju kotor yang dibungkus dengan kantung plastik.


“Ediii.., Ed..” Bik Anik setengah berlari lalu menepuk dengan keras bahu Pak Edi dengan nafas yang sedikit tersengal


“Eh Bik, ada apa? Baru ditinggal sebentar aja sudah kangen” pak Edi tertawa pelan melihat Bik Anik yang sedikit kelelahan.


“Haduh!! ini bener tah bajunya ada di mobil mas Zio?” sambil memperlihatkan isi dari kantong plastik yang diberikan kepadanya beberapa saat sebelumya.


“Iya bener, tapi kok isinya ada daleman perempuan Bik?!” tanya pak Edi penasaran


“Lha ini kan aku yang tanya sama kamu toh Ed…”

__ADS_1


“Aku juga gak tau toh bik”


“Jangan-jangn Mas Zio semalem—”


“Huss Bik! Pagi-pagi jangan ngegosip!”


“Tapi kan Ed—”


“Ada apa bik?” nyonya Andreas dan suaminya yang baru saja datang dari berolah raga keliling komplek langsung mendatangi Bik Anik dan Pak Edi yang terlihat sedang membicarakan hal serius.


“Nah Bik, sok ini langsung tanyakeun sama Ibu mumpung disini, aku lanjut bersih-bersih dulu” Pak


Edi menepuk pelan bahu Bik Anik “Saya permisi dulu Bu” di jawab dengan anggukan dari nyonya Andreas. Suaminya pun juga langsung pergi masuk ke dalam rumah.


“Ada masalah apa Bik? Tumben serius mukanya” tanya nyonya Andreas dengan wajah sedikit lelah setelah olah raga

__ADS_1


“Ini Bu ....” Bik Anik dengan ragu membuka dan menunjukkan isi dari kantong plastik yang saat ini dipegang olehnya. “Ini ada di dalam mobil Mas Zio Bu"


Nyonya Andreas tercengang dibuatnya, sebuah kebaya modern plus pakaian dalam wanita ditemukan berada di dalam mobil anaknya. Ia langsung pergi membawa kedua barang tersebut dan meninggalkan Bik Anik yang masih mematung. Wajah nyonya Andreas memang tampak sedikit kesal tapi ada seringai senyum licik yang terukir di parasnya yang masih terlihat ayu meski sudah berumur tersebut.


Ia langsung bergegas ke lantai dua menemui anaknya dan menjalankan sebuah rencana yang tiba-tiba muncul di kepalanya.


Ceklek


Seperti biasa kamar Zio tidak pernah dikunci dan Nyonya Andreas pun sudah terbiasa masuk ke kamar Zio tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Nyonya Andreas langsung mengambil segelas air yang terletak di sebuah meja yang letaknya tak jauh dari tempat tidur Zio. Ia langsung menumpahkan segelas penuh air ke wajah anak satu-satunya yang masih terlelap itu.


Zio yang merasakan dingin dan basah pada wajahnya secara tiba-tiba sontak terbangun dengan kepala yang masih sedikit pusing. Ia berusaha menjernihkan pandangannya untuk melihat siapa kah gerangan yang sudah membangunkan secara bar-bar seperti ini.


 

__ADS_1


 


__ADS_2