Me And My Broken Heart

Me And My Broken Heart
Pernikahan


__ADS_3

Seminggu ini Zio benar-benar menepati janjinya, ia tidak lagi bersikap seperti wanita yang sedang pms kepada Lastra. Lebih tepatnya ia berusaha untuk mengontrol hatinya yang ia sendiri tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang terjadi kepada dirinya.


“kamu dari tadi nungguin siapa sih Zio” dari tadi nyonya Andreas memperhatikan anaknya yang mondar mandir sambil sesekali melihat jam di tangannya.


“nunggu akad, kok gak di mulai-mulai” seloroh Zio cuek.


Sebenarnya Zio dari tadi sedang menunggu Lastra, tapi ia tidak mengetahui bahwa Lastra sudah datang sebelum ia sampai ke rumah Levi. Saat ini Lastra sedang berada di kamar sedang menemani Levi yang lagi dimepersiapkan


diri untuk acara penikahanya.


“mbak Last, kapan nih aku dapat undangan dari mbak?” Levi sebenarnya penasaran akan kisah cinta Lastra, karena yang ia dengar di kantor bahwa Lastra sering bergonta ganti pacar. Ya siapa yang menyangka kalau Lastra


yang penampilan polos sederhana di kantor itu ternyata mempunyai banyak kekasih, mantan kekasih maksudnya. Lastra tak pernah berpacaran dengan beberapa pria sekaligus, hanya saja saat ia putus maka tidak lama ia akan segera mendapat penggantinya.


“undangan ulang tahun maksudnya, udah lewat… tunggu tahun depan deh ya”


“ish mbak, serius ini! Mbak punya pacar gak sih?” masih penasaran


“I’m single and very happy”

__ADS_1


“ngomong-ngomong bosnya mbak Last kan juga lagi single tuh”


“bos kamu juga kaliiii” Levi cekikikan karena melihat wajah Lastra yang tiba-tiba berubah kesal saat Levi mulai menyinggung bos mereka


“kalau dilihat-lihat pak Zio sama mbak Last itu cocok deh”


“ia memang cocok, kan dah terbukti tiga tahun lebih aku jadi sekretarisnya adem ayem aja. Meskipun yaa belakangan ini dia ity sangat sangat menyebalkan” Lastra menjawab semua pertanyaan Levi sekenanya, ia dari


tadi hanya memainkan ponsel sembari berguling-guling di ranjang.


“kalau nikah sama pak Zio mau gak mbak?”


“loh nyonya besar ada di sini juga?” Lastra bingung, dibenaknya ia mempertanyakan apa hubungan Levi dengan nyonya Andreas


Nyonya besar menatap Lastra lalu mengerjap beberapa kali untuk meyakinkan jika gadis yang sedang berdiri disebelah ranjang adalah Lastra.


“Lastra?! Kamu bener Lastra kan sekretaris Zio” nyonya Andreas berjalan mendekat untuk meyakinkan sekali lagi bahwa gadis tersebut adalah Lastra. Ia menangkup pipi Lastra dan memutarinya karena tidak percaya atas apa yang dilihatnya.


“iya nyonya, saya cantik banget ya? hihiii” Lastra menahan tawanya melihat apa yang  nyonya Andreas lakukan

__ADS_1


“Ia mi, dia itu mbak Lastra, pangling kan, tadi Levi minta biar mbak Last di make up sekalian, kinclong deh”


“aku udah kinclong dari sananya kali Lev, kamu aja yang gak tau…” Lastra menjawab sambal mencebikkan bibirnya.


“iya Lev, mami sampai pangling sangking cantiknya, eh tapi anak mami juga cantik banget lho…” Levi mengangkat tangannya menutup wajahnya ketika tau nyonya Andreas mendekat pasti akan mencubit pipinya seperti kebiasaanya.


“mami jangan nanti make up Levi rusak ihh”


Lastra yang masih juga kebingungan akan hubungan kedua orang tersebut akhirnya angkat bicara


“emm nyonya sama Levi ini..emm..itu…” Levi yang tersenyum mengangguk mengerti akan apa yang dimaksud Lastra


“mami Zio ini kakaknya bunda aku mbak, jadi bos yang kamu bilang menyebalkan di kantor itu sebenarnya kakak sepupu aku”


“astaga!! Mati aku!!” batin Laras, ia tak berhenti mengumpat dalam hati karena meskipun belum lama mengenal Levi tapi ia sudah sangat akrab dan menjadikanya tempat curhat serta tumpahan kekesalan yang di alaminya pada Zio.


 


 

__ADS_1


__ADS_2