Me And My Broken Heart

Me And My Broken Heart
Tisu


__ADS_3

Sementara diluar ruangan ada seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari lift dan berjalan dengan anggun menuju ruangaan presiden direktur.


“Pagi Levi sayang, sudah mulai magang ya?”


“Lho mami? Ngapain ke kantor jam segini?” Levi sontak kaget karena mami yang dimaksud adalah ibunya


Zio yang tiba-tiba mendekat dan langsung mencium pipi kiri dan kanannya.


Levi adalah adik sepupu Zio, ibu Zio adalah kakak dari ibunya Levi. Ibunya Levi sangat menginginkan anak perempuan tapi apa mau di kata, Tuhan hanya memberikan satu anak laki-laki yang tampan yaitu Zio. Karenanya ia sangan menyayangi Levi seperti anak sendiri dan mengharuskanya memanggilnya dengan mami.


“mami ada janji sama teman di dekat sini, sekalian mampir. Zio ada di dalam?”


“emm… ada sih mi, tapi…” Levi ragu untuk menjawab


“tapi kenapa? Eh iya, Lastra kemana?” sambil celingukan mencari sekretaris Zio yang cantik itu.


“bang Zio di dalam sama mbak Lastra tapi sudah dari tadi gak keluar keluar” Jawaban ambigu dari Levi membuat mami Zio bingung dan segera masuk keruangan Zio tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“mami?! Tumben datang gak ngasih kabar?” langsung berdiri dan menyambut maminya yang sudah terlebih dahulu duduk di sofa.


“Ya ampun, ini meja jorok banget tisu berserakan gini, ck.” Zio menarik lembut tangan maminya yang ingin membersihkan tisu yang berhamburan tersebut.

__ADS_1


“biar Lastra yang bersihin mi, lagian itu punya dia”


Mami Zio memicingkan matanya menatap selidik kearah Zio.


“kata Levi kamu dari tadi di ruangan ini sama Lastra gak keluar-keluar…” belum sempat melanjutkan ucapannya Lastra keluar dari kamar mandi dengan wajah segar sembari merapikan bajunya yang sedikit berantakan. Lastra terkejut karena tidak biasanya ibu Zio berkunjung di jam-jam seperti sekarang.


“pagi nyonya besar” Lastra memberikan senyum termanisnya sambil menunduk sopan


Tanpa basa basi mami Zio memberi pertanyaan yang mengejutkan, “kalian berdua habis ngapain? Ada tisu berserakan di sini terus Lastra juga habis dari kamar mandi?”


Zio yang mengerti maksud maminya langsung protes. “mami jangan mikir negative, Zio gak ngapa-ngapain sama Lastra, itu tisu semua bekas ingusnya dia” menunjuk Lastra dengan memasang wajah tak bersalah sedikitpun.


“gak mi, Lastra cuma alergi debu, tadi ob lagi bersih-bersih makanya Zio nyuruh Lastra masuk” ucap Zio dengan wajah datar sembari mengkode Lastar agar diam dengan menaruh telunjuk dibibirnya


Sebentar mami angkat telepon dulu, setelah mengakhiri teleponya mami Zio pamit karena harus bertemu temannya di restoran yang berdekatan dengan kantor Zio.


“mami pergi dulu” sambil mengecup pipi Zio lalu berjalan mendekati Lastra. “Las.., kalau kamu sakit pulang aja, saya yang beri izin” sambil mengusap pelan bahu Lastra.


“eh iya nyonya, terima kasih, hati-hati di jalan ya nyonya” Lastra tersenyum dan mengangguk pelan


Setelah mami Zio pergi, Lastra pun dengan segera membersihkan meja yang berserakan tisu dan segera keluar dari ruangan Zio.

__ADS_1



“kamu Levi kan, anak magang yang gantiin mas Diki? Bukan gantiin aku…” Lastra bertanya lagi hanya untuk meyakinkan dirinya kalau ia tidak dipecat.


“iya mbak Last” sambil mengangguk dan tersenyum manis


“Astagaaa… maafkan drama tadi pagi ya, anggap aja gak pernah terjadi, hahaa” Lastra tertawa renyah


menghilangkan rasa malunya.


“siap mbak, saya mohon bimbinganya ya” dan mereka pun tertawa dan segera melanjutkan perkejaan


yang sedang menanti


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2